Yoel 2:28-30, dalam setiap keadaan kita, kita dapat mengalami, menemukan mujizat Tuhan.

Pengkhotbah 3:1-8, bahwa hidup diwarnai dengan:

    Keberuntungan, kesuksesan, kebahagiaan
    Kegagalan, ketidak-beruntungan

Tuhan dapat mendatangkan mujizatNya, kuasaNya tidak dibatasi.

2 Raja 4:1-7, kebenaran yang menghasilkan mujizat:

1. Ayat 1, salah seorang datang kepada nabi Elisa, ada jalan keluar yaitu kembali kepada Tuhan.

2. Manfaatkan apa yang ada di tangan kita. Setiap apa yang ada di tangan kita bisa menghasilkan mujizat (ayat 2)
Keluaran 4:17: Mujizat yang dialami Musa dimulai dari sebatang kayu atau tongkat.

Yohanes 6:9-11, 5 roti dan 2 ikan dapat mengenyangkan 5000 orang laki-laki.

Tuhan ingin mengadakan atau mendatangkan mujizat dengan apa yang ada di dalam kita. Tuhan memberikan talenta di masing-masing kita. Setiap talenta yang ada di hidup kita bisa mendatangkan mujizat.

Ditambah iman, itu didayagunakan supaya mujizat bisa terjadi. Kembangkan talenta yang diberikan kepada kita. Bersediakah kita ?

3. Harus bertindak sesuai dengan yang diajarkan Tuhan. Ayat 5 : wanita tersebut mau melakukan atau bertindak. Yakobus 2:20, iman tanpa perbuatan adalah mati. Artinya tidak ada mujizat tanpa satu tindakan. Percayakan hidup kita kepada Tuhan.

4. Harus tahu atau menyadari tujuan mujizat itu diberikan kepada kita. Allah tidak membuat mujizat hanya untuk sekedar menghibur kita. Ada nama Tuhan yang dipermuliakan, supaya banyak orang percaya kepada Yesus.

Amin.

Tuhan Yesus memberkati.


 

Tanggal          : 30 Maret 2014                              
Pembicara       : Bpk. Ev. Yeremia
Ayat Pokok     : Yoel 2:28-30
Tema              : Dalam Setiap Kehidupan, Kita dapat Menemukan Mujizat

Mazmur 31:20: Alangkah limpahnya kebaikanMu yang telah Kau simpan bagi orang yang takut akan Engkau, yang telah Kaulakukan bagi orang yang berlindung padaMu, di hadapan manusia.

Ayat ini adalah mazmur Daud yang ditulis pada saat dia melarikan diri dari Saul, pada saat Daud sangat terancam karena akan dibunuh oleh Saul. Di manapun Daud berada, selalu dikejar oleh Saul yang siap membunuhnya, tapi Daud tetap berkata Tuhan baik.

Ada tabungan kebaikan Tuhan bagi orang-orang yang takut akan Tuhan. Ada tabungan kelimpahan berkat bagi kita yang takut akan Tuhan.

Tuhan tidak menolong Daud pada saat itu, supaya Daud belajar. Kadang kita menyangka Tuhan meninggalkan kita. Mazmur 139, Allah menyatakan diriNya sebagai Allah maha tahu, Allah maha hadir. Yang perlu kita kerjakan adalah hanya menunggu waktunya Tuhan menolong kita.

Ayub 1:22: Dalam semua penderitaannya, Ayub tidak pernah mengeluarkan perkataan yang menyakiti Allah (Ayub tidak berbuat dosa). Walaupun dalam satu malam saja semua hartanya habis dan anak-anakNya meninggal.

Ayub boleh kehilangan semuanya. Tapi Ayub tidak kehilangan Tuhan. Tujuan Dia hanya Tuhan. Dia berkata apa yang dimilikinya adalah milik Tuhan. Tujuan Tuhan dalam kehidupan kita adalah untuk menyelamatkan kita supaya kita tidak terhilang.

Ayub 23:10-14: Ayub tahu rencana/rancangan Tuhan. Alkitab berkata, rancangan Tuhan memberikan masa depan yang penuh harapan, sehingga Ayub tidak menyimpang ke kiri atau ke kanan. Tapi dia selaku menyimpan janji-janji Tuhan.

Ayat 13: Tetapi Ia tidak pernah berubah. Siapa dapat menghalangi Dia ? Apa yang dikehendakiNya, dilaksanakanNya juga.

Ayat 14: Karena Ia akan menyelesaikan apa yang ditetapkan atasku.

Ibrani 10:35-36: Kita harus tetap percaya kepada Allah, kita perlu tekun melakukan kehendak Allah supaya kita memperoleh apa yang dijanjikan Allah.

Yesaya 40:31: Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan mendapat kekuatan baru.

Yakobus 5:11: Berbahagialah mereka yang telah bertekun, seperti Ayub yang pada akhirnya Allah mengembalikan semua harta Ayub dan memberikannya 10 orang anak yang cantik-cantik.

Mazmur 31:25: Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu, hai semua orang yang berharap kepada Tuhan. Kita perlu menguatkan iman kita seperti Ayub dan seperti Daud yang berkata: Alangkah limpahnya kebaikanMu yang telah Kau simpan bagi orang yang takut akan Engkau.

Amin.

Tuhan Yesus memberkati.


 

Tanggal          : 23 Maret 2014                              
Pembicara       : Bpk. Peter Sie
Ayat Pokok     : Mazmur 31:20
Tema              : Takut akan Tuhan

Ada tiga nama yang berhasil mengikuti standar kasih yang ditetapkan Tuhan.

1. Daud
1 Samuel 17:1-12: Raja Saul melihat masalah dari mata, didengar oleh telinga sehingga ada rasa takut dan meninggalkan Tuhan. Yang dilihat adalah Goliat, bukan Tuhan.

1 Samuel 17:26-27, Daud berkata yang positif. Saul menggunakan logikanya.

Dalam kehidupan kita ada permasalahan hidup, apakah kita tetap bergantung pada Tuhan atau kita akan seperti Saul ?

Dalam hal ini Daud maju membela Tuhan, mempertaruhkan hidupnya karena mengasihi Tuhan. Dia barisan Allah yang hidup, apakah kita juga barisan Allah yang hidup ?

1 Samuel 17:41-43, Daud membela Tuhan, pelajaran bagi kita bagaimana memandang permasalahan dari hati kita bagi Tuhan. Kasih mengatasi masalah yang ada. Daud mengasihi Tuhan lebih dari segalanya.

1 Tawarikh 22:14, dalam kehidupan Daud tidak semuanya dijalani dengan mudah. Ada upaya, sama dengan kehidupan kita. Segala kekayaan Daud tidak membuat ia jauh dari Tuhan. Harta bukan menjadi kendala bagi Daud untuk mengasihi Tuhan.

2. Abraham
Kejadian 15:1-4, Abram diberkati Tuhan. Abram tahu bahwa Sara tidak akan punya anak.

Kejadian 17:1-5 & 15, Penantian lama Abram dan Sarai, mempunyai anak Ishak. Pelajaran bagi kita bahwa tidak ada yang mustahil bagi Tuhan.

Kejadian 22:9-12, bahwa anak tunggal dipersembahkan, betapa taatnya dia kepada Tuhan.

Kehidupan Daud melekat kepada Tuhan. Hartanya diberikan kepada Tuhan.

Abraham mempersembahkan anaknya yang tunggal. Semuanya dilakukan karena kasih.

3. Yesus
Matius 1:1, Yesus melakukan kasih, menyembuhkan orang sampai dengan perjamuan Tuhan.

Matius 27:45-46, sejak jam 12 siang, Yesus berdiri sebagai manusia seutuhnya. Murid-murid meninggalkan Dia. Kasih agape yang luar biasa. Yesus mati, bangkit dan naik ke surga.

Wahyu 22:21, kasih Yesus tidak pernah meninggalkan.

Amin.

Tuhan Yesus memberkati.

Tanggal          : 16 Maret 2014                              
Pembicara       : Bpk. Yohanes Kuntjoro
Ayat Pokok     : Matius 1:1
Tema              : Kasih

Melenyapkan kefasikan, mengakhiri dosa, mendatangkan keadilan kekal, menggenapkan penglihatan dan nabi, mengurapi yang maha kuasa. Agar kita tidak masuk dalam 1/2 masa, maka kita harus menjadi gereja sempurna dan masuk dalam pernikahan gereja sempurna.

Seseorang yang bertumbuh dalam moral dan karekter Kristus akan bertanggung jawab untuk menyelesaikan apa yang dipercayakan kepadanya menurut ukuran yang diukurnya dalam Kristus.

Wahyu 11:1-2, Ada ukuran Tuhan yang harus kita capai (pertumbuhan rohani, pujian/doa, ibadah) diukur oleh Tuhan.

Lukas 6:37-40: Ukuran / takaran Tuhan ukuran kita.

Lukas 6:27-26: Hendaklah kamu murah hati, karena Bapamu murah hati untuk memiliki ukuran kasih Tuhan.

2 Korintus 8:1-9: Jemaat di Makedonia memberikan dirinya untuk ukuran yang dipakai Kristus (dengan memberikan dirinya dalam pelayanan kepada Kristus hingga selesai), mereka memberi di luar kesanggupan mereka.

Jemaat di Korintus memberikan diri pada pelayanan tapi tidak tuntas / tidak selesai.

Dalam pelayanan kita harus memakai ukuran Kristus, sebab bila kita memakai ukuran kita sendiri, maka pelayanan yang dikerjakan pasti tidak akan tuntas. Karena kita pasti memandang orang. Jika orang baik, maka kita akan baik dan pasti ada kepentingan diri sendiri.

Wahyu 2:1-5: 7 sidang, salah satunya jemaat di Efesus menerapkan ukuran Tuhan dengan konsisten. Tapi ternyata ada ukuran yang dipakai Allah, yaitu kasih. Mereka meninggalkan kasih mula-mula (kasih yang diukur menurut ukuran Allah).

Terapkanlah ukuran Tuhan dalam kehidupan dan pelayanan yang Allah percayakan kepada kta.

Amin.

Tuhan Yesus memberkati.


 

Tanggal          : 7 Maret 2014                              
Pembicara       : Bpk. Gembala
Ayat Pokok     : Daniel 9:24
Tema              : 70 x 7 Masa

Kasih yang membawa kita kepada kesempurnaan. Kasih yang harus diperjuangkan dalam kehidupan kita sebagai orang percaya.

1 Kor 3:4 dst : Karunia Roh akan berakhir. Karunia Roh tidak akan berkarya. Sebagai orang percaya kita harus bertumbuh dan meraih Karunia Roh. Tapi ketika yang sempurna itu datang (Kasih Agape), maka kasih agape itu yang membawa kita ke gereja sempurna.

Hari ini kita akan melihat bahwa kata sempurna itu dalam KJV ditulis completeness. Dalam bahasa Grika/Yunani, ada 2 arti:

1. Usia Penuh; artinya tidak lagi dibatasi oleh usia / umur. Kita akan memasuki satu phase, di mana seseorang tidak lagi dibatasi oleh umur. Ketika gereja menuju kepada kesempurnaan, Tuhan melihat kesungguhan kita, ketekunan kita, perjuangan kita, kemauan kita, kerinduan kita dan kesetiaan kita. Melalui semua kriteria itu, maka ada satu target yang Tuhan berikan. Kita harus mengakui bahwa tidak seorangpun bisa mencapai kemauan Tuhan yang utama pada awalnya.

Wahyu 11:1 dst : Rasul Yohanes diberikan sebatang buluh (meteran/ukuran) sebagai tongkat pengukur. Yang diukur adalah bait suci Allah / kehidupan kita dan mezbah (doa kita) dan mereka yang beribadah di dalamnya. Ada target, yang Tuhan berikan kepada orang Kristen. Ada ukuran Tuhan yang harus kita capai. Jadi kita tidak bisa berkata, aku lebih dari dia. Karena Tuhan yang mengukur bukan kita yang mengukur. Ukuran Tuhan memang tidak mudah, tapi itu bisa dicapai oleh setiap orang, bergantung kita mau atau tidak.

Usia penuh : tidak dibatasi lagi oleh usia. Ketika Lucifer dicampakkan, maka waktu mulai berlaku untuk Lucifer. Allah ingin manusia bersekutu dengan Dia. Persekutuan itu adalah kerinduan dan kehendak Allah. Ketika manusia jatuh dalam dosa, maka waktu mulai berlaku bagi manusia. Allah yang menentukan waktu tersebut bagi manusia (umur).

Wahyu 12:1 dst : Ketika manusia jatuh dalam dosa, kebenaran manusia seperti kain kotor. Tanpa kesempurnaan kita tidak bisa menikah dengan Yesus. Oleh sebab itu gereja harus sempurna dulu. Kasih yang sempurna itu membawa kita menjadi gereja yang sempurna. Gereja yang sempurna itu membawa kita menjadi mempelai. Yang sempurna adalah roh (Naos), bukan tubuh yang sempurna. Roh kita yang menikah dengan Roh Tuhan, melalui Roh Kudus yang ada dalam kita.

2. Man (Laki-Laki), artinya Human (kemanusiaan).
Daniel 9:24 dst : Alkitab berkata apa yang dikerjakan Yesus, juga dikerjakan Anti Kris. Kita memiliki Tri Tunggal, Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus. Iblispun juga memiliki tri tunggal: Lucifer, Anti Kris dan Gereja Palsu dalam roh.

Ayat 24: Ketika yang sempurna terjadi, maka tidak ada lagi dosa. Tetapi bagi gereja yang tidak bertumbuh, tetap akan ada kefasikan, tetap ada dosa dan ketidak-adilan. Mereka selamat karena telah menerima Yesus, tetapi mereka tidak disingkirkan karena tidak mencapai kesempurnaan. Mereka masuk 3.5 tahun anti Kris.

Human kita masih ada di sana, karena kita belum sempurna. Oleh sebab itu kejarlah kasih yang sempurna.

Amin.

Tuhan Yesus memberkati.


 

Tanggal          : 2 Maret 2014                              
Pembicara       : Bpk. Gembala
Ayat Pokok     : 1 Korintus 13:4
Tema              : Kasih Yang Sempurna