Yohanes 10:10 --> Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan. Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Yang dicuri iblis dari kita :

Markus 4:14-15 --> Firman Tuhan yang telah ditaburkan kepada manusia, tidak dimengerti oleh manusia sehingga diambil oleh iblis. Hawa tidak mengerti perintah Allah, sehingga dia diperdaya oleh iblis (Kejadian 3:1-5).

Supaya Firman itu tidak diambil oleh iblis, maka kita harus berusaha mengerti Firman yang telah kita dengar. Bisa dengan bertanya ke teman-teman, bahkan ke Bpk. Gembala. Karena pengertian akan Firman Tuhan sangatlah penting.

Kita perlu mengerti Firman yang kita dengar secara utuh, bukan mengerti Firman hanya bagian-bagian yang menyenangkan kita saja. Tapi harus secara utuh, baik Firman yang menyenangkan hati kita maupun yang menegur kita dengan keras.

Yohanes 15:1-8 --> Tetap tinggal dalam Tuhan, maka hidup kita akan berkelimpahan khususnya dalam hal-hal rohani. Jika kita berkelimpahan dalam rohani, maka jasmani akan mengikutinya. Hidup kita harus tetap melekat pada Allah.

Matius 13:22 --> Orang yang penuh kekuatiran. Kuatir akan apa yang akan di makan, minum, pakai. Kuatir akan kekayaan dan sebagainya sehingga Firman yang didengarnya diambil oleh iblis.

Bila kita melekat pada Allah, maka saat ada proses Allah (dibersihkan), kita akan dapat menerimanya (Yohanes 15:6).

Amin.

Tuhan Yesus memberkati.



Tanggal          : 28 September 2014                               
Pembicara       : Bpk. Timotius
Ayat Pokok     : Yohanes 10:10

Mazmur 126: Ketika kedahsyatan Allah dinyatakan dalam perkara besar.

Ayat 1: Keadaan orang percaya seperti orang yang bermimpi

Ayat 2: Tuhan itu melakukan perkara yang besar. Kondisi yang harus kita alami seperti ayat 1 s/d 3

Ayat 4: Pergumulan yang sangat

Pergumulan tentang pemulihan mendatangkan kemenangan melalui perjuangan.

Maleakhi 2:10-16, Kita melihat bahwa anak Tuhan menutup Mezbah Tuhan dengan rintihan, air mata, tangisan dan tidak mendapat kemenangan (ayat 13). Hal tersebut terjadi dikarenakan:

Maleakhi 3:10, Pergumulan yang tidak mendatangkan kemenangan mengalami pergumulan yang luar biasa, karena membuat Allah marah. Melanggar perintah Tuhan yaitu pernikahan yang tidak seiman, menajiskan tempat kudus Allah.

Melanggar perintah Tuhan dan tidak melahirkan keturunan Ilahi. Keturunan Ilahi dihasilkan dari pernikahan yang kudus.

Amsal 1:20-33, hikmat itu berseru di lapangan, di tembok-tembok. Sesungguhnya tidak ada kepedulian, pengertian dari anak-anak Tuhan mengakibatkan ketidak-pedulian dari Allah. Allah berseru memberikan segala sesuatu yang menjadi kebutuhan kita.

Hikmat itu Allah sendiri. Buka hati kita untuk kebenaran Firman Tuhan. Jangan mengabaikan firman Tuhan.

Ayat 24, jika menolak firman Tuhan, maka akan menuai murka Allah

Matius 10:32-33, mengakui firman Tuhan bahwa kita memiliki identitas dengan suatu kehidupan atau perbuatan.

2 Raja2 20:1-6, bahwa cucuran air mata kita tidak sia-sia, Hizkia menangis dengan sangat.

Sebelum menuai murka Allah, mari datang kepada Tuhan untuk bertobat.

Jadikan anak kita keturunan ilahi. Perbaiki hidup kita, perbaiki rumah tangga kita. Lakukan dengan segenap hati seperti Hizkia, tidak pura-pura.

Keluargaku adalah surgaku. Orang tua mempunyai tanggung jawab untuk memiliki keturunan ilahi. Dari anak-anak jadilah anak-anak keturunan ilahi. Saatnya kita menjadi seperti Hizkia

Amin.

Tuhan Yesus memberkati.



Tanggal          : 21 September 2014                               
Pembicara       : Bpk. Gembala
Ayat Pokok     : Mazmur 126:1-6

Bagaimana kita menjadikan Allah di pihak kita, sehingga kita boleh mengalami segala sesuatu yang Allah karuniakan bagi kita?

Ulangan 28:1-14 --> Dengar dan lakukan dengan setia suara Tuhan / seluruh perintah Tuhan. Mendengar dan melakukan segala perintah Tuhan dengan setia, tanpa memilih-milih menurut kepentingan kita. Jika kita sudah mementingkan diri kita, maka akan ada toleransi untuk diri kita sehingga akan ada selalu penyimpangan.

Lakukan seluruh perintah Tuhan dengn setia. Allah ini kita tetap setia pada-Nya, bila kita sudah diberkati. Allah ingin kita tetap setia dari awal kita sudah dipanggil, diberkati tetap setia. Allah ingin kita mengerjakan segala sesuatu dengan setia.

Banyak orang Kristen/anak Tuhan yang baru menerima berkat, belum apa-apa sudah berubah kesetiaannya pada Allah. Mulai meninggalkan Tuhan dan pelayanan pada Allah.

Ulangan 28:13 --> Melakukan dengan setia, sebagaimana kita bekerja untuk perusahaan, lakukan juga untuk Tuhan dengan setia.

Kejadian 39:1-6 --> Yusuf disertai Tuhan. Yusuf berhasil atas segala yang dikerjakannya karena Tuhan/Allah membuat Yusuf berhasil atas segala yang dikerjakannya.

Kita dapat membuka "kran” Allah bila kita tetap setia melakukan perintah Allah, walaupun sudah diberkati.

Kejadian 39:21-23 --> Yusuf di dalam penjara, dia tetap setia pada Allah tanpa ada dendam terhadap istri Potifar yang telah mengirimnya ke penjara. Di dalam penjarapun Allah tetap menyertai Yusuf, sehingga apapun yang dikerjakannya tetap berhasil.

Kejadian 40 --> Yusuf mulai berubah saat ia mengandalkan juru minum / manusia. Namum saat ia dilupakan oleh juru minum, Yusuf menyadarinya.

Saat Yusuf kembali mengandalkan Allah, Allah mengangkat Yusuf kembali untuk menjadi berkat. Allah menyatakan rancangan-Nya bagi Yusuf.

Kejadian 45:1-7 --> Dengan segala yang ada pada Yusuf, Yusuf tetap mengasihi saudara-saudaranya yang sudah menyakitinya. Yusuf tidak mempunyai dendam terhadap saudara-saudaranya. Yusuf memiliki kasih Agape. Yusuf tidak memiliki kepentingan diri sendiri. Yusuf menyadari kalau semua ini adalah Rencana Allah.

Kejadian 50:20-21 --> Yusuf mengerti segala yang terjadi adalah rancangan Allah. Kasih hendaknya jangan pura-pura (Roma 12:9).

Biarkan rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.

Amin.

Tuhan Yesus memberkati.



Tanggal          : 14 September 2014                               
Pembicara       : Bpk. Gembala
Ayat Pokok     : Ulangan 28:1-14

Keluaran 21:24-25, mata ganti mata, gigi ganti gigi, tangan ganti tangan, kaki ganti kaki, lencur ganti lencur, luka ganti luka, bengkak ganti bengkak.

Mat 5:38-42, Yesus mengajarkan hukum kasih, hukum kasih yaitu bicara tentang memberi. Bapa memberikan Anak, Anak memberikan Roh Kudus, Roh Kudus memberikan karunia-karunia Roh.

Ay. 43-45, mengasihi musuh karena dengan demikian kamu menjadi anak-anak Bapa-Mu. Bapa adalah kasih, kasih yang dinyatakan adalah kasih Agape. Kasih yang kita miliki adalah kasih Fileo, ada kepentingan. Menerapkan kasih dengan mengikis kepentingan-kepentingan pribadi untuk mencapai kasih Agape. Ada korban hati dan perasaan.

Ay. 46-48, menerapkan firman, menjalani hidup dengan kasih. Kasih itu sempurna, belajar dari Yesus ketika disalib, Stefanus ketika dirajam batu.

Cermin dari Allah itu adalah kasih.

Ay. 48 Kasih kita harus sempurna seperti Bapa (Agape) adalah sempurna.

Roma 8:31-32, bagaimana Allah ada di pihak kita ? Lakukan hukum kasih.

Matius 5:23, dalam hal persembahan atau ibadah kepada Tuhan, bereskan persoalan pribadi kita yang tidak berkenan pada Tuhan, sehingga kita berkenan kepada Tuhan, maka Tuhan ada di pihak kita.

Matius 5: 25, hati kita akan dipenjarakan jika kita tidak bereskan urusan yang yang tidak berkenan kepada Tuhan. Kita tidak dapat berdoa dengan baik, karena kita akan selalu akan ingat akan perkataan/perbuatan orang terhadap kita. Hati kita terpenjara dengan marah, kesal, dendam dan sakit hati.

Ay. 26, musuh yang terbesar adalah hati dan diri kita sendiri.

1 Yohanes 2:9-15, Firman Tuhan ini berlaku untuk semua dalam keluarga (anak dan orang tua), suami-istri.

1 Yohanes 3:11-15, mengasihi adalah wajib, membenci akan mengakibatkan Absintus = Ipuh = akar pahit sampai dengan kematian rohani.

Roma 12:9, kasih Agape adalah kasih yang sempurna.

Jika kita mengasihi tidak dengan kasih Agape, maka kasih kita adalah kasih yang pura-pura/munafik. Kasih Fileo seakan-akan Agape, maka kasih itu jahat di mata Tuhan, yang harus kita lakukan adalah meningkatkan kasih kita (dari Fileo sampai Agape), sehingga kita mengasihi dengan kasih yang tidak pura-pura.

Ay. 10-12, Lakukanlah yang baik, minta kemampuan pada Tuhan untuk menjalani hal-hal yang baik, karena pembalasan adalah hak Tuhan (ay.19)

Kerjakan bagian kita dengan selesaikan hati kita, seperti meja perjamuan Tuhan yang kita terima, serahkan sepenuhnya hati dan pikiran kita pada Tuhan.

Amin.

Tuhan Yesus memberkati.



Tanggal          : 7 September 2014                               
Pembicara       : Bpk. Gembala
Ayat Pokok     : Keluaran 21:24-25