Tuhan memberikan 3 hal yang menjadi tanda pengutusan Tuhan atas Musa.

Ketiga tanda inipun harus dimiliki oleh setiap orang percaya yang diutus Tuhan.

Tanda Pertama : TONGKAT ALLAH

Banyak dari kita pandai membuat alasan. Sama seperti ayat hari ini, Yeremia diutus saat dia masih muda. Saat dipanggil, Yeremia memberi alasan bahwa ia masih terlalu muda.

Ada yg berkata, alasan adalah alat yg dimiliki oleh orang yg tidak kompeten. Ben Franklin menulis org yg pandai membuat alasan tidak memiliki keahlian lain dalam hidupnya. Alasan-alasan akan menghambat seseorang naik ke level selanjutnya.

Berikut beberapa alasan yang sering kita kemukakan :

Bil 11:4 --> Manna = Firman Allah --> harus dimasak dan digoreng dengan minyak (Roh Kudus), sehingga rasanya seperti panganan yang rasanya manis di mulut dan pahit di perut. Bangsa Israel tidak bisa merasakan Manna itu, sehingga rasanya pahit di mulut.

Ay. 10-15 --> Menghadapi tantangan dari bangsanya sendiri, Musa tidak tahan. Ketika Tuhan murka, Musa mencela Tuhan. Musa berbalik dan komplain kepada Tuhan. Tekanan dalam hidup seringkali membuat kita marah kepada Tuhan.

Ay 12, Para rasul kembali ke Yerusalem dari Bukit Zaitun. Ay 14, Mereka bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama.

Kisah Rasul 2:1-4 --> Mereka penuh dengan Roh Kudus dan mereka mulai berkata-kata dalam bahasa lain seperti yang diberikan oleh Roh itu untuk mengatakannya. Ketika orang sudah dipenuhi Roh Kudus itu bukan kesurupan karena kita dalam keadaan sadar.

Roma 8:37 --> Oleh Dia yang telah mengasihi kita, kita lebih dari orang-orang yang menang.

Mazmur 107:23-31 --> Dalam keadaan tenang, terberkati, kita ini ada dalam tempat yang dalam (ada berkat, ada pemulihan).

1 Korintus 11:3 --> Kristus adalah kepala dari sebuah keluarga. Kenapa Kristus dijadikan kepala?

Siapa Kristus?

Kristus identitasnya jelas, kepala Kristus adalah Allah. Siapa Allah? 1. YHWH 2. Elohim 3. Adonai

Ayat hari ini berbicara tentang kepala rumah tangga. Ini terlihat apabila kita membaca ayat 2 & 3. Bagaimana kehidupan seorang kepala rumah tangga yang takut akan Tuhan.

Sebagai kepala rumah tangga kita menghadapi berbagai persoalan sehari-hari. Banyak yang mulai khawatir lalu melakukan hal-hal yang di luar kehendak Tuhan.