Pembicara : Pdt. Bondan Abraham
Ayat pokok : Lukas 10:25-37

Lukas 10:25-37 --> Diskusi Tuhan Yesus dengan ahli Taurat mengenai kasihilah Tuhan dan dirimu sendiri.

Tuhan Yesus mengajarkan kita harus mengasihi sesama manusia, apapun agama sekalipun orang tersebut adalah musuh kita (orang Yahudi dan orang Samaria bermusuhan).

Pada zaman sekarang kita sebagai tidak mudah menolong sesama manusia yang memerlukan pertolongan dengan berbagai alasan (takut dijebak, takut dirampok, dll).

Pembicara : Bpk. Gembala
Ayat pokok : Daniel 9:27

Daniel 9:27 --> Nubuatan Daniel tentang 3 ½ tahun pelayanan Yesus dan 3 ½ tahun antikris.

Yoel 2:28 --> Nubuatan tentang pencurahan Roh Kudus yang pertama (hujan awal)

Kisah 2:17-21 -->Akan terjadi pada hari2 terakhir, Roh Kudus dicurahkan (hujan akhir).

Pembicara : Bpk Tatang (Erna)
Ayat pokok : Yosua 1:6, 7, 9, 18
Tema : Pria yg Teguh Hatinya

Firman hari ini disampaikan kepada Yosua ketika Musa menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan bangsa Israel. Yosua menerima tanggung jawab yang berat, sehingga ia perlu memiliki hati yang teguh. Musa mengulang empat kali nasehat agar Yosua meneguhkan hatinya.

(Dan 3) Sadrakh, Mesakh dan Abednego memiliki iman yang teguh. Dan Tuhan menyelamatkan mereka dari dapur api yang sangat panas. Apa yang mustahil bagi manusia, tidak ada yang mustahil bagi Allah.

(Dan 6:1-3, 6) Daniel juga memiliki iman yang teguh. Walaupun harus mempertaruhkan nyawa, ia setia untuk beribadah kepada Allah.

Pembicara : Bpk. Gembala
Ayat pokok : Yoh 8:30-36

Yoh 8:31 --> Jika kita benar2 tinggal tetap dalam Firman = benar2 murid Yesus.

Yoh 8:31-35 --> Anak tinggal dalam rumah --> sebagai ahli waris --> berhak menerima berkat kesulungan.

Wah 3:14-16 --> Membeli minyak untuk melumas mata kita agar kita dapat melihat.

Pembicara : Bapak Gembala
Ayat pokok : Yoh 8:30-36

Yoh 8:30-36 --> Tetap dalam Firman, benar2 murid-Ku --> mengetahui kebenaran --> kebenaran memerdekakan.

Ay. 34-35 --> memerdekakan dari hamba dosa --> menjadi anak.

Kekristenan itu bukan dilihat dari fisik (kehadiran di gereja), tapi dari ‘kehadiran’ rohani.