Tanggal : 30 Maret 2018
Pembicara : Bpk. Gembala
Ayat Pokok : Ulangan 6:1-9

(Ulangan 6:1-9) Firman Tuhan harus menjadi lambang di dahimu, di pergelangan tanganmu, dan di tiang pintu rumah dan pintu gerbangmu. Lambang di dahi telah digenapi Tuhan Yesus ketika sebelum Ia disalibkan, Ia mengenakan mahkota duri di kepalaNya (Markus 15:17). Ketika Ia disalibkan, tangan dan kakinya di paku ke salib. Yesus sudah menggenapi Ulangan 6:1-9 menjadi bagian anak-anak Tuhan.

Yesus mengorbankan hidupNya untuk melaksanakan misi dari Allah Bapa. Yesus menggantikan kita menerima konsekuensi dosa (Yesaya 53:1-12). Yesus telah memikul semuanya di kayu salib, agar berkat Abraham dapat sampai kepada kita (Galatia 3:13-14)

Tanggal : 25 Maret 2018
Pembicara : Bpk. Gembala
Ayat Pokok : Wahyu 7:1-3

(Wahyu 7:1-3) Sebelum sangkakala dibunyikan, materai ke-6 harus dibuka, yaitu meterai Allah di dahi / gereja sempurna.

(Matius 25:1-13) Lima gadis yang bijaksana melambangkan gereja sempurna yang masuk ke dalam perjamuan kawin. Sebaliknya, lima gadis yang bodoh tidak masuk ke perjamuan kawin melainkan masuk ke masa 3½ tahun aniaya besar.

Orang-orang yang keluar dari masa aniaya besar akan digembalakan (Wahyu 7:9-17). Mereka akan mengenakan jubah putih dan membawa daun palem di tangannya. Sebelum masa aniaya besar, mereka tidak bersedia digembalakan.

Tanggal : 11 Maret 2018
Pembicara : Bpk. Gembala
Ayat Pokok : Kejadian 37:5-11

Mimpi Yusuf membuat iri saudara-saudaranya. Namun Yakub ayahnya menyimpan hal itu dalam hatinya (Kejadian 37:11). Yakub menaruh pengharapan besar kepada Yusuf. Yakub sangat mengasihi Yusuf dan sangat berduka ketika mendapat kabar yang direkayasa saudara-saudaranya, seolah-olah Yusuf telah mati diterkam binatang buas (Kejadian 37:31-35). Yakub kelihalangan pengharapan dan berkabung berhari-hari.

Ketika bertahun-tahun kemudian Yakub mendapatkan kabar bahwa Yusuf masih hidup dan menjadi penguasa di Mesif, hati Yakub tetap dingin karena tidak dapat mempercayainya (Kejadian 45:25).

Hal yang sama seringkai terjadi pada kita. Setelah sekian lama kita menunggu penggenapan janji Tuhan yang belum tergenapi, iman kita menjadi dingin. Bahkan ketika kita mendengar kabar baik penggenapan janji Tuhan itu, kita tetap tidak mempercayainya.

Tanggal : 11 Maret 2018
Pembicara : Bpk. Gembala
Ayat Pokok : Kejadian 6:22

Nuh diperintahkan Tuhan untuk membuat bahtera, lengkap dengan ukuran dan detail lainnya. Dan Nuh melakukan semuanya tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya (Kejadian 6:22). Ketaatan dan kebenaran Nuh menyelamatkan Nuh dan seisi rumahNya (Kejadian 7:1).

Apa yang kita terima dari Firman Allah, harus kita lakukan tepat seperti yang diperintahkan Tuhan. Janganlah kita menambah atau mengurangiNya.

Abraham hidup sesuai kehendak Allah. Ia selalu membangun mezbah di manapun ia tinggal, agar selalu dekat dengan hadirat Allah. Abimelekh mengakui Abraham diberkati dalam segala sesuatu yang dilakukannya (Kejadian 21;22).

Tanggal : 8 Maret 2018
Pembicara : Bpk. Timotius Liong
Ayat Pokok : 2 Petrus 1:5
Tema : Pengetahuan

Pengetahuan seperti apakah yang harus kita tambahkan kepada kebajikan ? Dalam Efesus 4:12-13, Tuhan menginginkan kita memiliki pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus.

Akan ada orang-orang yang memiliki pengetahuan yang tidak benar tentang Anak Allah. Kita seringkali mendengar ayat alkitab digunakan hanya untuk kepentingan pribadi atau golongan tertentu. Bila kita tidak memiliki kedewasaan yang penuh, maka kita akan diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran. Pengetahuan yang tidak didasari dengan iman, akan membuat kita tersesat.

Tanggal : 4 Maret 2018
Pembicara : Bpk. Gembala
Ayat Pokok : Yohanes 2:13-17

Ada tertulis, cinta untuk rumahMu menghanguskan Aku (Yoh 2:17). Yesus marah saat melihat rumah Tuhan dijadikan tempat berjualan. Peristiwa yang terjadi dalam Yoh 2:13-17 berjalan terus hingga kini. Korban-korban diperjual-belikan tidak sesuai dengan prinsip firman Allah. Korban yang bercela dan tidak sempurna, diterima oleh para Imam menjadi korban yang seharusnya tidak bercela.

Allah tidak pernah berhitung dengan kita. AnakNya yang tunggal saja rela dikorbankan untuk menyelamatkan kita (Roma 8:31-32). Kita ditebus bukan dengan barang yang fana seperti emas atau perak, tapi oleh darah yang sangat mahal. Darah Yesus yang tidak bernoda, tidak bercacat cela. Penebusan hanya dapat terjadi melalui pengorbanan, dengan darah yang tercurah.