Tanggal : 27 Mei 2018
Pembicara : Pdt. Yos Minandar
Ayat Pokok : 1 Korintus 13:13
Tema : Harapan


Iman, pengharapan dan kasih adalah komponen yang penting dan harus ada pada jemaat. Karena melalui ketiga komponen ini jemaat akan dibawa menuju gereja sempurna.

Dari ketiga komponen tersebut, yang terbesar adalah Kasih (1 Korintus 13:13). Berbeda dengan kedua komponen lainnya, Kasih tetap dibutuhkan baik kini di muka bumi, maupun saat kekekalan nanti. Iman dan pengharapan akan berakhir pada waktunya, namun kasih kekal.

Tanggal : 20 Mei 2018
Pembicara : Bpk. Gembala
Ayat Pokok : Kisah Para Rasul 2:1-4


Yohanes Pembaptis membaptis dengan air. Baptisan Yohanes Pembaptis merupakan baptisan pertobatan. Ia berkata bahwa setelahnya, akan ada fase selanjutnya yaitu baptisan Roh Kudus dan baptisan dengan api (Matius 3:7-12).

Peristiwa di atas loteng (Kis 2:1-4) merupakan kegenapan dari Lukas 24. Mereka penuh dengan Roh Kudus dan berbicara dengan bahasa-bahasa lain. Mereka menerima Dorea, langsung dipenuhkan dan menerima Karisma. Kalimat “pada hari-hari terakhir...” dalam Kis 2:17 menyatakan bahwa janji Tuhan juga berlaku untuk kita, menggenapi Yoel 2:27-28.

Tanggal : 6 Mei 2018
Pembicara : Pdt. Bondan Abraham
Ayat Pokok : Kejadian 1:1-26
Tema : Terbentuk dan Penuh


Saat pertama diciptakan, bumi belum berbentuk dan kosong. Maka berfirmanlah Allah dan membentuk bumi. Allah menjadikan terang, cakrawala, memisahkan samudera dan daratan (Kej 1:1-26). Semuanya dibuat Tuhan sebagai proses untuk mencapai tujuannya menempatkan manusia di muka bumi.

Ketika Allah menempatkan kita dalam rahim ibu kita, Allah telah memiliki tujuan atas kehidupan kita (Yeremia 1:5). Namun saat kita dilahirkan, kita belum terbentuk dan kosong. Kita perlu terlebih dahulu dibentuk dan diisi, untuk menggenapi rencana Tuhan dan tujuannya atas hidup kita.

Tanggal : 10 Mei 2018
Pembicara : Bpk. Gembala
Ayat Pokok : Kisah Para Rasul 1:6-11


Setelah Yesus bangkit dan sebelum naik ke surga, murid-muridNya bertanya kepadaNya perihal kebangkitan kerajaan Israel di bumi Namun Yesus menanggapi pertanyaan tersebut dengan berfirman mengenai kuasa yang akan dicurahkan kepada mereka (Kisah Para Rasul 1:6-11).

Kita semua berharga di mata Tuhan (Maz 116:15). Kita sangat berharga karena kita adalah biji mata Tuhan (Zakharia 2:8). Namun saat menghadapi masalah, kita seringkali merasa tidak berharga, merasa sendiri, bahkan putus asa. Hal yang sama terjadi pada Elia saat menerima ancaman dari Besyeba (1 Raj 19:1-8).

Tanggal : 6 Mei 2018
Pembicara : Bpk. Gembala
Ayat Pokok : Kejadian 6:9
Tema : Perbedaan


(Kej 6:9) Hidup Nuh berbeda dengan orang-orang yang ada di zamannya. Hidup yang berbeda tersebut menghasilkan perbedaan yang berdampak dalam kehidupan Nuh dan keluarganya seumur hidupnya (Kej 7:1-4).

Kehidupan kekristenan harus membuat perbedaan dan menjadi saksi bagi sesama kita. Biarlah orang lain yang akan menceritakan kebaikan kita dan bukan diri kita sendiri (Amsal 27:1-2)

Di zaman bangsa Israel saat diperbudak di Mesir, ketika Allah menurunkan tulah lalat pikat kepada bangsa Mesir, Allah membuat perbedaan sehingga tidak ada satupun lalat pikat di tanah Gosyen tempat bangsa Israel (Kel 8:20-24), Saat tulah kelima ketika Allah menurunkan penyakit sampar ke semua ternak di Mesir, Allah juga memberikan perbedaan sehingga tidak ada satupun ternak bangsa Israel yang mati (Kel 9:1-7) Hal yang sama juga terjadi dalam tulah ketujuh (hujan es) dan tulah kesembilan yaitu gelap gulita (Kej 9:22-26, 10:21-23).