Tanggal : 30 September 2018
Pembicara : Pdt. Yos Hartono
Ayat Pokok : Kejadian 1:1

(Kej 1:1) Alkitab diawali dengan ayat yang merupakan pernyataan bahwa Allah adalah yang pertama dan awal mula segalanya. Allah kemudian menciptakan langit, bumi dan segenap isinya. Semua boleh ada, karena ada yang menciptakan, ada yang menata, yaitu Allah. Karena itu, hanya Allah yang harus kita utamakan, bukan ciptaanNya. Semua ciptaan, seberapapun berharganya, tidak akan ada tanpa Allah.

(Kej 1:28-29) Semua yang ada di bumi dihadirkan Allah untuk memfasilitasi kebutuhan kita, bukan untuk diutamakan atau disembah. Jangan lupa bahwa yang utama adalah Allah. Hanya Allah yang patut disembah, diutamakan dan menjadi sumber pengharapan kita.

Tanggal : 23 September 2018
Pembicara : Bpk. Gembala
Ayat Pokok : Matius 16:13-19

(Matius 16:13-19) Yesus bicara Jemaat / Gereja yang akan didirikan dengan Yesus sebagai Mesias yang diurapi akan memberikan urapanNya bagi gereja. Apa yang terikat di dunia, terikat di sorga. Apa yang terlepas di dunia, terlepas di sorga.

Yeremia
Allah memperhitungkan berapa lama bangsa Israel mengabaikan Sabat. Bangsa Israel kemudian diserahkan kepada bangsa lain dan diasingkan ke Babel Para nabi palsu bernubuat bangsa Israel akan dilepaskan dalam dua tahun (Yeremia 28:1-17). Namun Yeremia berkata bukan dua tahun melainkan setelah genap 70 tahun. Yeremia pun memperingatkan bangsa Israel akan nabi-nabi palsu (Yeremia 29:8-10)

Tanggal : 16 September 2018
Pembicara : Bpk. Gembala
Ayat Pokok : Matius 16:13-19

(Matius 16:20) Yesus melarang murid-muridNya untuk menceritakan kepada siapapun bahwa Ia adalah Mesias, karena Yesus adalah Mesias untuk seluruh umat manusia dan bukan hanya untuk orang Israel. Saat itu, karya penebusan belum terjadi.

(Matius 16:13-19) Yesus berkata, apa yang kau ikat di dunia akan terikat di sorga, dan apa yang kau lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.

Tanggal : 9 Agustus 2018
Pembicara : Bpk. Bondan Abraham
Ayat Pokok : Ibrani 11:30-40

Yosua taat mengikuti perintah Allah mengelilingi tembok Yerikho, sehingga tembok itu runtuh (Ibr 11:30). Setelah Yosua dan bangsa Israel menang pertempuran di Yerikho dan Ai, mereka menjadi terlalu percaya diri, sehingga mereka mengambil keputusan sendiri tanpa bertanya kepada Tuhan (Yosua 9:1-15).

Dalam kehidupan kita, seringkali iman kita terganggu oleh kepercayaan tinggi yang terlalu tinggi sehingga kita lupa mengikut-sertakan Tuhan dalam keputusan kita.

Tanggal : 9 September 2018
Pembicara : Bpk. Gembala
Ayat Pokok :Kejadian 4:1-5

(Kejadian 4:1-5) Ada dua jenis korban yang dipersembahkan Kain & Habel. Korban dari Kain tidak diindahkan Tuhan, sedangkan korban dari Habel diindahkan Tuhan.

Korban yang Tidak Diindahkan Tuhan

1. Ibadah yang Tidak Berkenan (Yesaya 1:10-20)
Ibadah yang tidak berkenan di hadapan Tuhan adalah ibadah yang tidak berbuah, tidak mengubah kehidupan kita. Ibadah dan korban kita akan diterima bila kita bertobat dan mau mengubah kehidupan kita menjadi berkenan di hadapan Tuhan.

Tanggal : 9 September 2018
Pembicara : Bpk. Gembala
Ayat Pokok :Matius 18:18

(Kejadian 4:1-5) Habel menjadi lambang dari korban, karena Allah tidak ingin kutukan itu terus berjalan. Habel membersembahkan korban yang diindahkan Tuhan, yaitu anak sulung dari ternaknya. Anak sulung berbicara tentang korban Yesus.

Yesus telah menerima kutuk dari dosa di atas kayu salib, sehingga kita telah bebas dari kutuk akibat dosa (Galatia 3:13-14). Ketika kita percaya kepada Yesus, kita dibebaskan dari segala kutuk. Dengan kematian Yesus, hukum kutuk telah diubahkanNya menjadi hukum berkat .