"Tuhan membuka mata orang-orang buta, Tuhan menegakkan orang yang tertunduk, Tuhan mengasihi orang-orang benar."

Beberapa hal yang bisa menyebabkan seseorang menjadi buta secara rohani :

Kehidupan yang menyerahkan dirinya dikuasai daging, bukan Roh.

Hakin-hakin 16 menceritakan kehidupan seorang hakim Israel, Simson. Dia menyerahkan dirinya dikuasai keinginan daging, antara lain dengan menghampiri pelacur di Gaza. Diapun akhirnya menyerah di pangkuan Dellila setelah perempuan itu merengek-rengek berhari-hari. Ingat, dosa itu bersifat merayu (merengek) dan tidak ada orang yang kuat ketika ia bermain-main dengan dosa.

Ayat 20: Simson tidak sadar kalau dia sudah ditinggalkan Roh Allah sehingga kehidupannya sudah menjadi gelap atau buta secara rohani.

Dalam pelajaran Tabernakel: Roh Kudus --> Kaki Dian --> yang menerangi di ruang kudus. Ketika Kaki Dian diambil maka ruang kudus menjadi gelap. Jika matamu gelap maka gelaplah seluruh tubuh (Matius 6:22)

Ayat 21: Simson dicungkil kedua buah matanya sehingga menjadi buta secara jasmani. Dosa hawa nafsu sering kali dilakukan ketika seorang berlaku bodoh. Mata rohaninya dibutakan, maka apa yang dilakukan menjadi semakin ngawur di dalam kebodohannya (Bilangan 12:11 dan 1 Petrus 1:14).

Kehidupan yang buta rohani membawanya menjadi orang yang tertunduk (bowed down), sama seperti Simson yang tertunduk di penjara dan menjadi seorag budak yang bekerja di penggilingan.

Kehidupan yang tidak mengenal Allah dengan benar dan tidak mengerti pengharapan yang terkandung dalam penggilannya.

Efesus 1:16-23, Paulus berdoa bagi jemaat di Efesus agar Tuhan:

  1. Memberikan kepada mereka Roh hikmat dan wahyu
  2. Menjadikan mata hati mereka terang.

Bagaimana mata hati kita bisa melihat atau mengenal Allah ? Tidak ada satupun manusia yang bisa, kecuali Allah sendiri yang menyatakan diriNya kepada orang itu melalui Roh Kudus. Roh Kudus adalah Roh hikmat dan wahyu.

Orang yang berpikir hanya perlu dibaptis dan tidak perlu ada kerinduan untuk mengenal Allah dengan benar, maka kehidupannya menjadi buta secara rohani. Itu sebabnya Paulus berdoa agar Tuhan membuka mata hati mereka ("... the eyes of your heart ..." - NIV)

Kehidupan yang penuh kebencian, iri hati dan ambisi

1 Yohanes 2:11, Tetapi barangsiapa membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan dan hidup di dalam kegelapan. Ia tidak tahu ke mana ia pergi, karena kegelapan itu telah membutakan matanya.

Jadi penyebab lain dari kebutaan rohani adalah membendi saudara / sesama. Sesama yang paling dekat adalah di keluarga kita. Adakah kebencian terhadap suami, ataukah istri, ataukah anak, orang tua, mertua dll.

Surat 1 Yohanes kemudian menuliskan lebih lanjut di pasal 3 tentang kebencian Kain terhadap Habel. Kebencian dan iri hati timbul dari perkara persembahan (hal rohani) di mana persembahan Habel yang diperkenan Tuhan sedangkan Kain tidak. Berapa banyak ambisi, iri hati dan kebencian yang timbul di antara sesama pelayan Tuhan justru dalam hal rohani / pelayanan, karena yang satu lebih berhasil daripada yang lain. Kebencian menjadikan mata rohani menjadi buta.

Bagaimana dengan kehidupan kita ? Ingat di ayat pokok Mazmur 146:8, Tuhan mau membuka mata orang-orang buta dan menegakkan orang yang terkutuk.

Bartimeus adalah salah satu contoh kehidupan yang dibukakan matanya oleh Tuhan (Markus 10:46-52). Yang bisa kita pelajari dari kisah Bartimeus :

  1. Bartimeus ada kemauan yang kuat untuk sembuh. Ia terus memanggil Yesus pantang menyerah dan ketika dipanggil ia pergi mendekati Yesus tapi dengan keadaan menanggalkan jubah (melepaskan hidup lama yang compang-camping dan kotor dengan dosa). Ada kemauan dan tindakan untuk sembuh / hidup benar. Di ayat pokok tadi tertulis bahwa Tuhan mencintai orang benar. Jadi harus ada kemauan untuk hidup benar.
  2. Ketika Tuhan Yesus bertanya kepada Bartimeus apa yang dia mau Tuhan perbuat kepadanya, dia hanya meminta agar matanya dicelikkan. Dia tidak meminta kekayaan dan kedudukan. Dia tau apa sesungguhnya yang terpenting baginya. Bartimeus tahu meminta yang benar, bukan meminta sesuai keinginan hawa nafsunya.
  3. Bartimeus percaya, berharap dan berserah kepada Yesus. Di Mazmur 146:3-5 menasehatkan agar tidak percaya dan berharap pada manusia, melainkan berharap kepada Allah. Yakub sebagai Penolong. Jadi Percaya, berharap dan berserah pada Tuhan, itulah kunci mendapat pertolongan dari Tuhan. Amin

    Tuhan Yesus memberkati.


Tanggal          : 28 Feb 2016                              
Pembicara       : Bpk. Howard S. Giam
Ayat Pokok     : Mazmur 146:8


Ibadah Umum, 6 Januari 2019

Tanggal : 6 Januari 2019
Pembicara :Bpk. Gembala
Ayat Pokok : Efesus 4:4

(Kej 4:1-5) Persembahan Kain tidak diindahkan Tuhan, tetapi persembahan Habel diindahkan Tuhan. Persembahan Kain ialah sebagian dari hasil tanah, sedangkan persembahan Habel adalah anak sulung dari kambing dombanya.

Kita harus belajar mengerti keinginan Tuhan. Kita harus ada di tempat yang Tuhan tetapkan, ke sanalah kita harus cari dan pergi (Ulangan 12:5-6). Ke sanalah pula harus kita bawa:

Read more ...

Ibadah Tahun Baru, 1 Januari 2019

Tanggal : 31 Januari 2019
Pembicara :Bpk. Gembala
Ayat Pokok : Efesus 4:4

(Efesus 4:4) Satu tubuh dan satu Roh, itulah yang menjadi tujuan kita.

(Bilangan 13:16) Musa mengganti nama Hosea bin Nun menjadi Yosua. Dalam bahasa Ibrani, Hosea berarti Salvation. Yosua berarti Jehovah is Salvation.

(Matius 1:21) Nama Yesus dalam bahasa Yunani, berarti Jehovah is Salvation. Jehovah is Salvation berarti Tuhan yang menyelamatkan / Tuhan adalah keselamatan.

Read more ...

Ibadah Pelprip, 22 November 2018

Tanggal : 22 November 2018
Pembicara : Pdm. Bondan Abraham
Ayat Pokok : Ibrani 12:12-17

Didikan dan ajaran Allah terasa terlalu berat bagi sebagian orang. Dalam menjalani pertandingan iman, kita tidak harus menjalaninya sendiri. Kita harus saling mendukung antar sesama anak Tuhan. Kita berjalan bersama saling menguatkan tangan yang lemah dan lutut yang goyah.

Komsel dan wadah-wadah diadakan dengan tujuan agar kita dapat saling menguatkan antara sesama anak Tuhan. Dalam perlombaan iman, kita tidak akan kuat berjalan sendiri. Dalam kelompok kecil, kita juga saling menajamkan dan saling mengasah (Amsal 27:17). Kita juga bertekun dalam pengajaran firman Tuhan untuk saling menguatkan, saling mendukung, mengingatkan / menegur (Kisah 2:41-42,46, Ibrani 10:24-25)

Read more ...

INFORMASI IBADAH RUTIN

KOMSEL DOA

  • Senin, 14 Jan 2019 di rumah Ibu Ida, Villa Melati Mas
  • Rabu, 16 Jan 2019 di rumah ibu Melani, Lippo Karawaci
  • Kamis, 17 Jan 2019 di rumah ibu Selvi, BSD dan di rumah ibu Maria, Villa Melati Mas

IBADAH KAUM WANITA

  • Selasa, 15 Jan 2019 di Gereja
DOA PUASA
  • Selasa, 15 Jan 2019 pukul 19:00 di Gereja
IBADAH RAYON
  • Jumat,, Jumat, 18 Jan 2019 di rumah Kel. Eko S., Villa Melati Mas

NB : Untuk Alamat Lengkap Bisa dilihat di Warta Jemaat / Hubungi Sekretariat Gereja

 

 
INFORMASI TAMBAHAN

PELAYANAN SOSIAL

 

Menerima Pakaian Layak Pakai untuk disalurkan kepada yang membutuhkan. Pakaian dikumpulkan di Sekretariat. Tuhan Memberkati.