1 Korintus 15:53-58 --> Maut (Hadesh), bagi anak Tuhan tidak ada maut. Bagi anak Tuhan tidak ada kubur, karena akan dibangkitkan. Ayat2 ini digenapi pada waktu kedatangan Tuhan yang ke-2.

1 Korintus 15:57 --> Syukur kepada Tuhan karena sudah memberikan kemenangan

Matius 27:27-31 --> Buluh = tongkat pengukur, semuanya ada dalam Yesus.

Matius 27:30 --> Iblis melukai hati Yesus melalui tongkat pengukur tersebut. Penderitaan Yesus diukur, walaupun sebenarnya Tuhan berhak untuk tidak diukur (tidak menerima bulu itu). Tapi Tuhan menerima semua itu untuk menjalankan visi keselamatan umat manusia.

Tujuan Iblis melukai hati Yesus adalah untuk menghancurkan kepala.

Kepala yang pertama --> suami isteri. Rencana Iblis adalah menghancurkan gereja Tuhan dengan menghancurkan suami isteri.

Efesus 5:32 --> Rencana Tuhan menyelamatkan semua anggota keluarga. Keluarga bertumbuh bersama. Tuhan menghendaki semua anggota keluarga menjadi gereja sempurna. Iblis tahu hal tersebut sehingga berusaha memecah keluarga (menyerang hati mereka).

Yesus sudah menang, kita belum. Sehingga kita perlu berusaha untuk mendapatkan kemenangan juga.

Kepala yang ke-2 --> Corner Stone (batu penjuru):

Batu Penjuru --> juga berusaha dihancurkan oleh Iblis.

1 Petrus 2:6-10 --> Siapa batu penjuru yang dibuang oleh para tukang? Yesus.

Efesus 2:12-22 --> Dulu kita jauh, oleh Salib Kristus kita menjadi dekat. Kita bertumbuh melalui para nabi dan rasul (5 jawatan yang ada).

Kita secara pribadi telah menerima Yesus sebagai batu penjuru. Tapi Iblis berusaha menghancurkannya.

Ujian yang kedua terhadap gereja lokal. Kita berhasil di keluarga belum tentu kita berhasil di pelayanan. Jangan sampai kita sebagai jemaat terpecah belah karena luka hati. Kita perlu saling menjaga satu sama lain. Sehingga kita semua menjadi rapi tersusun. Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapi tersusun menjadi tubuh Kristus.

Kepala yang ke-3 --> Pernikahan Gereja dengan Kristus, di mana jika Gereja digagalkan menjadi tubuh Kristus dengan saling melukai hati, maka Gereja tidak menjadi sempurna. (Efesus 5:26-27. 32).

Tuhan Yesus memberkati.



Tanggal          : 27 Maret 2016                              
Pembicara       : Bpk. Gembala
Ayat Pokok     : Lukas 24:1-5


Ibadah Umum, 10 Juni 2018

Tanggal : 10 Juni 2018
Pembicara : Bpk. Gembala
Ayat Pokok : Amsal 3:1-2
Tema : Sejahtera


(Amsal 3:1-2) Panjang umur dan lanjut usia serta sejahtera akan ditambahkan kepada kita bila kita tidak melupakan ajaran Tuhan dan memelihara perintah Tuhan. Kata sejahtera dalam bahasa Ibrani tertulis Shalowm, dalam bahasa Inggris diartikan sebagai Completeness, Welfare, Health, Prosperity. Saat kita hidup sejahtera, kita akan menikmati keselamatan, kesehatan, kekayaan dan kelengkapan.

Kekayaan akan kita peroleh ketika kita memuliakan Tuhan dengan harta kita, dan dengan penghasilan pertama dari segala usaha kita (Amsal 3:9-10,16). Kesehatan akan menjadi bagian kita ketika kita hidup takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan (Amsal 3:8).

Read more ...

Ibadah Umum, 3 Juni 2018

Tanggal : 3 Juni 2018
Pembicara : Bpk. Gembala
Ayat Pokok : Matius 3:7-12


(Matius 3:7-12) Ketika Yohanes Pembaptis membaptis di sungai Yordan, ia berbicara kepada orang Farisi dan orang Saduki. Mereka adalah orang-orang yang sangat mengenal Taurat, namun tidak berbuah dalam kehidupan nyata. Yohanes berkata kapak dan alat penampi telah tersedia untuk mereka.

Apa yang disampaikan Yohanes Pembaptis, sama dengan yang disampaikan Yesus (Yohanes 15:1-6). Yesus berkata barangsiapa yang tidak tinggal di dalam Dia, akan menjadi kering, lalu dibuang dan dicampakkan ke dalam api.

Yesus juga memperingatkan kita untuk berhati-hati terhadap nabi-nabi palsu. Mereka terlihat seperti domba, padahal mereka adalah serigala yang buas. Kita dapat melihat dan mengenal mereka dari buahnya. (Matius 7:15-23)

Read more ...

Ibadah Pelprip, 24 Mei 2018

Tanggal : 24 Mei 2018
Pembicara : Bpk. Timotius Liong
Ayat Pokok : 2 Petrus 1:7
Tema : Phileo - Kasih antara Saudara Seiman

Dalam alkitab terjemahan King James Version, kasih antara saudara seiman menggunakan kata Brotherly Kindness. Sedangkan dalam bahasa Yunani menggunakan kata Philadelphian atau Phileo.

Ada empat jenis kasih dalam bahasa Yunani :
  1. Storge : Kasih antara orang tua - anak ( ada pertalian darah )
  2. Eros : Kasih antara pria dan wanita , ada unsur erotis
  3. Phileo : Kasih antara sesama manusia ( tidak ada hubungan darah )
  4. Agape : Kasih tanpa pamrih
Dalam Alkitab ditemukan kasih Phileo dan Agape

Kasih terhadap saudara-saudara / Phileo dapat didefinisikan menjadi kesalehan yang diimplementasikan kepada saudara seiman kita sebagai sesama manusia.. Ada rasa persaudaraan diantara sesama kita. Point pentingnya adalah bagaimana kasih phileo ini dapat kita terapkan, karena ini adalah salah satu langkah yang harus ditambahkan kepada iman kita. Pada akhirnya kita harus menambahkan kepada iman kita dengan kasih Agape.

Read more ...

INFORMASI IBADAH RUTIN

KOMSEL DOA

  • Senin, 18 Juni 2018 DILIBURKAN
  • Rabu, 20 Juni 2018 DILIBURKAN
  • Kamis, 21 Juni 2018 DILIBURKAN

IBADAH KAUM WANITA

  • Selasa, 19 Juni 2018 DILIBURKAN
DOA PUASA
  • Selasa,19 Juni 2018 DILIBURKAN
IBADAH RAYON
  • Jumat,, 22 Juni 2018 DILIBURKAN

NB : Untuk Alamat Lengkap Bisa dilihat di Warta Jemaat / Hubungi Sekretariat Gereja

 

 
INFORMASI TAMBAHAN

PELAYANAN SOSIAL

 

Menerima Pakaian Layak Pakai untuk disalurkan kepada yang membutuhkan. Pakaian dikumpulkan di Sekretariat. Tuhan Memberkati.