Bil 11:4 --> Manna = Firman Allah --> harus dimasak dan digoreng dengan minyak (Roh Kudus), sehingga rasanya seperti panganan yang rasanya manis di mulut dan pahit di perut. Bangsa Israel tidak bisa merasakan Manna itu, sehingga rasanya pahit di mulut.

Ay. 10-15 --> Menghadapi tantangan dari bangsanya sendiri, Musa tidak tahan. Ketika Tuhan murka, Musa mencela Tuhan. Musa berbalik dan komplain kepada Tuhan. Tekanan dalam hidup seringkali membuat kita marah kepada Tuhan.

Ay 16-23 --> Konsekuensi dari melepas tanggung jawab --> Roh Kudus yang hinggap di atas Musa diberikan kepada orang lain yang dipercayai dan ditunjuk oleh Tuhan. Hanya orang-orang tertentu yang bisa menerima Roh tersebut. Jika Tuhan mengambil Roh dari kita, maka kita tidak bisa berbuat apa-apa.

Kel. 35:30-35 --> Tuhan memenuhi Bezaleel dengan Roh Allah sehingga dengan keahlian, perngetian dan pengetahuan, Bezaleel sanggup menyelesaikan segala macam pekerjaan.

Bil 11:24-25 --> Roh Allah diambil sebagian dari Musa kepada tua-tua, sehingga mereka penuh Roh Kudus tapi hanya sesaat. Hal ini hanya untuk membuktikan kepada Musa bahwa Roh Allah hinggap pada Musa, sehingga seharusnya Musa sanggup memimpin bangsa Israel tanpa harus mengeluh.

Ay 26-30 --> Walaupun Eldad dan Medad hanya dicatat dan tidak termasuk 70 orang tua-tua itu, tapi dua orang ini juga mengalami kepenuhan Roh Allah.

Ay 29 --> Kerinduan Musa, seluruh umat Tuhan menjadi nabi (talenta nabi) bukan karunia nabi. Perjanjian Lama, Roh Allah hanya hinggap (tidak dibaptis seperti Perjanjian Baru). Kita perlu Roh Tuhan itu.

Kisah Rasul 2:1-4 --> Kita jangan seperti Musa yang bersedia melepas tanggung jawab walaupun Roh Allah diambil sebagian dari dia. Manna (Firman Allah) tidak akan cukup, kita perlu Roh Kudus sehingga Roh Kudus akan menggoreng Manna menjadi roti bundar yang siap dimakan. Roh Kudus harus berjalan sesuai Firman Allah.

Saat ini banyak Manna yang tidak menjadi roti bundar yang digoreng, tapi ditumbuk menjadi halus sehingga tidak berarti. Musa merasa tidak mengapa Roh Allah diambil sebagian darinya, yang penting tanggung jawabnya juga diambil darinya. Banyak pelayan Tuhan yang tidak bertanggung jawab atas pelayanannya, sehingga Roh Kudus tidak mengurapi.

Apakah baptisan Roh Kudus itu bisa hilang?

Kisah Rasul 2:37-39 --> Seseorang berkata-kata dalam bahasa asing --> Dorea, bukan kharisma (karunia Roh).

1 Korintus 12:1-7 --> Karunia Roh (kharisma) diberikan secara cuma-cuma. Bukan diberikan oleh hamba Tuhan, bukan dipelajari tapi Roh Kudus yang memberikan.

Ay 8-11 --> Karunia Roh diberikan secara khusus (tidak semua orang langsung dapat karunia Roh). Seorang yang sudah dipenuhi Roh Kudus --> bisa mundur (murtad). Dalam hal rohani tidak boleh ada kata cukup sampai gereja sempurna.

Contoh Matius 25:24-30 --> Talenta di sini berbicara tentang kuasa/dunamis bukan, Matius 25:15 tentang talenta ekonomi. Ada seseorang hamba tidak menghargai talenta/kuasa yang diberikan Tuhan. Karunia itu bisa diambil apabila penerima kuasa tidak mempergunakan karunia itu sebagaimana mestinya.

Hari-hari ini banyak orang terkecoh dan hanya mengejar perut (daging). Roh Kudus adalah jaminan segala sesuatu kebutuhan kita. Skills dan pengetahuan kita tidak akan sanggup menolong kita. Sebab itu fokus untuk mengejar Roh Kudus dan hiduplah sesuai dengan hikmat yang diberikan-Nya. Amin.

Tuhan Yesus memberkati.



Tanggal          : 15 Mei 2016                              
Pembicara       : Pdt. Kornelius Abraham
Ayat Pokok     : Bilangan 11:4


Ibadah Umum, 9 September 2018

Tanggal : 9 September 2018
Pembicara : Bpk. Gembala
Ayat Pokok :Kejadian 4:1-5

(Kejadian 4:1-5) Ada dua jenis korban yang dipersembahkan Kain & Habel. Korban dari Kain tidak diindahkan Tuhan, sedangkan korban dari Habel diindahkan Tuhan.

Korban yang Tidak Diindahkan Tuhan

1. Ibadah yang Tidak Berkenan (Yesaya 1:10-20)
Ibadah yang tidak berkenan di hadapan Tuhan adalah ibadah yang tidak berbuah, tidak mengubah kehidupan kita. Ibadah dan korban kita akan diterima bila kita bertobat dan mau mengubah kehidupan kita menjadi berkenan di hadapan Tuhan.

Read more ...

Ibadah Umum, 2 September 2018

Tanggal : 9 September 2018
Pembicara : Bpk. Gembala
Ayat Pokok :Matius 18:18

(Kejadian 4:1-5) Habel menjadi lambang dari korban, karena Allah tidak ingin kutukan itu terus berjalan. Habel membersembahkan korban yang diindahkan Tuhan, yaitu anak sulung dari ternaknya. Anak sulung berbicara tentang korban Yesus.

Yesus telah menerima kutuk dari dosa di atas kayu salib, sehingga kita telah bebas dari kutuk akibat dosa (Galatia 3:13-14). Ketika kita percaya kepada Yesus, kita dibebaskan dari segala kutuk. Dengan kematian Yesus, hukum kutuk telah diubahkanNya menjadi hukum berkat .

Read more ...

Ibadah Pelprip, 13 September 2018

Tanggal : 9 Agustus 2018
Pembicara : Bpk. Bondan Abraham
Ayat Pokok : Ibrani 11:30-40

Yosua taat mengikuti perintah Allah mengelilingi tembok Yerikho, sehingga tembok itu runtuh (Ibr 11:30). Setelah Yosua dan bangsa Israel menang pertempuran di Yerikho dan Ai, mereka menjadi terlalu percaya diri, sehingga mereka mengambil keputusan sendiri tanpa bertanya kepada Tuhan (Yosua 9:1-15).

Dalam kehidupan kita, seringkali iman kita terganggu oleh kepercayaan tinggi yang terlalu tinggi sehingga kita lupa mengikut-sertakan Tuhan dalam keputusan kita.

Read more ...

INFORMASI IBADAH RUTIN

KOMSEL DOA

  • Senin, 17 September 2018 di rumah ibu Yunita, Villa Melati Mas
  • Rabu, 19 September 2018 di rumah ibu Lydia, Gading Serpong
  • Kamis, 20 September 2018 di rumah ibu Henny, BSD, dan di rumah ibu Dewi, Alam Sutera

IBADAH KAUM WANITA

  • Selasa, 18 September 2018 di Gereja
DOA PUASA
  • Selasa, 18 September 2018 di Gereja
IBADAH RAYON
  • Jumat,, 21 September 2018 pukul 19:30 di rumah Kel. Eko Sumitro, Villa Melati Mas

NB : Untuk Alamat Lengkap Bisa dilihat di Warta Jemaat / Hubungi Sekretariat Gereja

 

 
INFORMASI TAMBAHAN

PELAYANAN SOSIAL

 

Menerima Pakaian Layak Pakai untuk disalurkan kepada yang membutuhkan. Pakaian dikumpulkan di Sekretariat. Tuhan Memberkati.