Tuhan memberikan 3 hal yang menjadi tanda pengutusan Tuhan atas Musa.

Ketiga tanda inipun harus dimiliki oleh setiap orang percaya yang diutus Tuhan.

Tanda Pertama : TONGKAT ALLAH

Ketika Allah memanggil Musa, yang ada di tangannya adalah sebuah tongkat biasa yang ia pakai untuk menggembalakan domba. Tongkat Musa (tongkat manusia) ini tidak layak sebagai perlengkapan Musa, karena Tuhan hendak memakai Musa melalui pengalaman-pengalaman yang sangat dasyat.

Tongkat berbicara tentang kuasa/kekuatan/otoritas.

Tuhan menyuruh Musa melempar tongkatnya (kuasa/ kekuatan/ otoritas Musa sebagai manusia), yang berubah menjadi ular (dosa). Lalu Tuhan berfirman kepadanya untuk mengambil kembali dengan memegang ekor ular tersebut. Musa taat dan tunduk kepada firman Tuhan, sehingga itu menjadi tongkat kembali, menjadi Tongkat Allah (Keluaran 4:20 ; 17:9).

Tuhan mau Musa bersandar pada Tongkat Allah (kuasa/kekuatan/otoritas Allah) dan bukan pada kekuatan/kuasa dirinya sendiri.

Hal yang sama terjadi ketika Tuhan Yesus mengutus kedua belas murid-Nya (Markus 6:7-8).

Tuhan hanya menyuruh mereka membawa tongkat (jangan membawa uang, bekal dll). Mereka diajar untuk berharap hanya kepada kuasa Allah.

Kitapun di dalam pelayanan, jangan melayani dengan memegang “tongkat” kekuatan/kuasa/otoritas manusia kita sendiri. Melainkan kita harus melemparkannya, artinya sampai kita menyerahkan semua kekuatan dan otoritas kita untuk tunduk kepada kuasa dan otoritas Allah saja.

Tanda Kedua : BERSIH DARI KUSTA PUTIH

Kusta berbicara tentang dosa atau kenajisan. Putih lambang dari sesuatu yang benar atau suci.

Jadi kusta putih itu adalah sesuatu yang dianggap benar / suci tetapi sebenarnya dosa. Hal ini tidak lain adalah dosa kebenaran diri sendiri; merasa diri lebih benar, lebih baik atau lebih suci dari yang lain sehingga menghakimi orang lain.

Seseorang yang diutus Tuhan harus bersih dari merasa benar sendiri (Kebenaran diri sendiri).

Miryam kena kusta putih ini, ketika ia merasa diri lebih benar sehingga mengatai Musa (Bilangan 12:1-10). Dosa kusta putih ini bisa dialami orang yang sudah melayani Tuhan.

Tangan Musa dimasukan di dada (“bosom” – KJV). Dada dekat dengan hati/perasaan. Kebenaran diri sendiri ini berawal dari hati.

Tuhan mau setiap kita yang diutus-Nya terlepas dari dosa kebenaran diri sendiri.

Tanda Ketiga : AIR DITUANGKAN KE TANAH KERING DAN BERUBAH MENJADI DARAH

Air bisa berbicara tentang Roh Kudus (Yesaya 44:3) tetapi juga Firman Allah (Efesus 5:26).

Tanah kering menunjuk kepada jiwa/hati manusia (Mazmur 63:1; 143:6).

Darah berbicara tentang dua hal. Yang pertama tentang penghukuman seperti yang terjadi pada tulah yang pertama atas Mesir dimana air sungai Nil berubah menjadi darah dan semua ikan mati. Ini akibat dari penolakan dan penghinaan Firaun atas otoritas Allah yang hendak membebaskan bangsa Israel. Yang kedua darah berbicara tentang penyelamatan dimana dapat kita lihat pada tulah yang kesepuluh, tanda darah ini menyelamatkan para anak sulung bangsa Israel dari kematian.

Jadi, Tanda yang ketiga bagi utusan Allah adalah ia memiliki Roh Kudus dan firman Allah dan ia menuangkan/memberitakan firman Allah dengan kuasa Roh Kudus itu, sehingga pemberitaannya akan membawa penghukuman bagi orang yang menolak dan menghina firman Tuhan tersebut, akan tetapi membawa penyelamatan bagi orang yang menerimanya.

Ketiga tanda ini akan menyertai setiap orang yang diutus Tuhan dan yang akan dipakai-Nya untuk melakukan perkara-perkara yang dasyat bagi keselamatan manusia dan bagi kemuliaan-Nya.

Apakah kita sudah memiliki ketiga tanda ini dalam pelayanan kita? Tuhan Yesus memberkati.



Tanggal          : 22 Mei 2016                              
Pembicara       : Bpk. Howard
Ayat Pokok     : Keluaran 4:1-9


Ibadah Umum, 7 Januari 2018

Tanggal : 7 Jan 2018
Pembicara : Bpk. Gembala
Ayat Pokok : Wahyu 7:1-8
Tema : 144.000

Kata meterai di dahi dalam Wahyu 7:1-8, bicara tentang Gereja Sempurna. Apakah 144.000 orang yang menerima meterai di dahi bangsa Israel ?

(Kej 22:17) Keturunan Abraham akan menjadi sangat banyak, seperti bintang di langit dan pasir di tepi laut. Pada mulanya, bintang di langit melambangkan bangsa Israel dan pasir di tepi laut melambangkan bangsa lain di luar Israel. (Roma 11:15-24) Penolakan bangsa Israel atas Yesus membuat mereka “diturunkan” menjadi pasir di tepi laut. Sebaliknya, kita yang percaya kepada Yesus diangkat dan berhak menerima status sebagai bintang di langit.

(Roma 11:25) Walaupun begitu, Israel tetap adalah biji mata Allah. Saat quota telah dipenuhi oleh bangsa-bangsa di luar Israel, maka bangsa Israel akan di cangkokkan kembali ke tunas zaitun yang sejati. Tapi status mereka tetap sebagai pasir di tepi laut.

Read more ...

Ibadah Tahun Baru, 1 Januari 2018

Tanggal : 1 Jan 2018
Pembicara : Bpk. Gembala
Ayat Pokok : Kej 12:1-3

(Kej 12:1-3) Janji Allah kepada Abram, menjadi rencana Allah yang besar bagi umat manusia. Selain janji, terkandung pula peringatan bagi mereka yang memberkati atau mengutuk Abram/Abraham

(Kej 15:5) Janji Allah kepada Abraham, keturunannya akan sangat banyak seperti bintang di langit. (Kej 22:17) Banyaknya keturunan Abraham juga seperti pasir di laut. Bintang di langit melambangkan orang Kristen yang bercahaya dan mendapatkan janji Allah yang disampaikan kepada Abraham.

Read more ...

Ibadah Pelprip, 11 Januari 2018

Tanggal : 11 Jan 2018
Pembicara : Bpk. Gembala
Ayat Pokok : Efesus 4:3

Berusaha memelihara kesatuan Roh, satu tubuh dan satu Roh. Kaum Pria adalah kepala / imam. Kita harus sadar dan berjaga-jaga (1 Petrus 5:8). Iblis senantiasa berjalan berkeliling mencari mangsa yang dapat ditelannya. Yesus yang duduk di sebelah kanan Allah membela anak-anakNya, hingga suatu masa ketika Ia tidak lagi membela manusia karena pilihan manusia itu sendiri.

(Efesus 6:10) Karena itu hendaklah kita kuat agar kita dapat bertahan di dalam kekuatan kuasaNya melawan tipu muslihat iblis. Iblis bekerja seperti malaikat terang. Ada kalanya iblis bekerja melalui penyampaian firman dengan memanipulasi kebenaran.

Read more ...

INFORMASI IBADAH RUTIN

KOMSEL DOA

  • Senin, 15 Jan 2018 di rumah ibu Yenny Kuntjoro, VMM
  • Rabu, 17 Jan 2018 di rumah Oma Sonya, Gading Serpong
  • Kamis, 18 Jan 2018 di rumah Ibu Hilda, BSD dan di rumah ibu Esther, Alam Sutera

IBADAH KAUM WANITA

  • Selasa, 16 Jan 2018 di Gereja
DOA PUASA
  • Selasa, 16 Jan 2018 di Gereja
IBADAH RAYON
  • Jumat,, 19 Jan 2018 di Kel. Eko Sumitro, VMM

NB : Untuk Alamat Lengkap Bisa dilihat di Warta Jemaat / Hubungi Sekretariat Gereja

 

 
INFORMASI TAMBAHAN

PELAYANAN SOSIAL

 

Menerima Pakaian Layak Pakai untuk disalurkan kepada yang membutuhkan. Pakaian dikumpulkan di Sekretariat. Tuhan Memberkati.