Sangat mudah bagi kita untuk memuji dan bersyukur kepada Tuhan saat semuanya baik, tetapi saat semua berubah menjadi buruk, kita mudah meragukan Allah dan bertanya: Mengapa Tuhan izinkan hal buruk terjadi kepada aku? Mengapa Allah meninggalkan aku?

Pada saat kita alami masalah, ujian, pencobaan, seharusnya kita tetap tenang dan tidak putus asa, apalagi kecewa terhadap Tuhan, sebab Allah bukan cuma melihat dan tahu semua yang kita alami, tetapi Dia adalah Allah yang sanggup melepaskan kita dari masalah yang kita alami.

Matius 14:22-23 --> Setelah Yesus memberi makan 5000 orang, Yesus menyuruh murid2 menyeberang danau Galilea. Sedangkan Yesus naik ke bukit dan berdoa kepada Bapa. Pada tengah malam, datang badai seolah2 berusaha menenggelamkan perahu mereka. Dalam kondisi tidak berdaya, murid2 merasa Yesus tidak memperdulikan mereka lagi. Mereka belum mengerti bahwa Yesus adalah Allah yang Maha Hadir, Maha Tahu dan Maha Kuasa. Matius 14:25 --> Kemudian Yesus datang dan berjalan di atas air. Yesus tahu keadaan murid2 karena Dia Maha Hadir, Maha Tahu dan Maha Kuasa untuk menolong.

Roma 8:34 --> Pelayanan Yesus di sorga, bukan hanya bersyafaat bagi kita, tetapi Yesus bertindak sebagai pembela bagi kita dengan cara:

1. Yesus memberi kekuatan
Yohanes 16:1.2 --> Apakah Yesus tidak berkuasa menghindarkan pengikut-Nya dari aniaya?

Kisah Rasul 12 --> Petrus lolos dari aniaya Herodes.

Kisah Rasul 7:56, 59 --> Stefanus diizinkan meng-alami aniaya.

Yesus izinkan hal itu terjadi karena Dia ingin melihat kualitas iman kita.

2. Yesus memberi pertolongan
Elia merasa tinggal seorang diri, sebab umat Israel telah menyembah Baal. Allah kirim burung gagak untuk beri makan Elia. Allah memakai seorang janda di Sarfat untuk memelihara hidup Elia.

3. Yesus perintahkan malaikat-Nya menolong kita.
Kalau tidak ada manusia yg bersedia menjadi kepanjangan tangan Tuhan untuk memelihata anak2 Tuhan yg setia, Allah bisa memerintahkan malaikat-Nya untuk melayani kita.

Daniel 3:15-28 --> Allah kirim malaikat-Nya memelihara Sadrakh, Mesakh dan Abednego dari api yang mematikan. Amin.

Tuhan memberkati.



Tanggal          : 30 Oktober 2016                              
Pembicara       : Bpk. Pdt. Yos Minandar
Ayat Pokok     : Maz 22:2


Ibadah Umum, 10 Juni 2018

Tanggal : 10 Juni 2018
Pembicara : Bpk. Gembala
Ayat Pokok : Amsal 3:1-2
Tema : Sejahtera


(Amsal 3:1-2) Panjang umur dan lanjut usia serta sejahtera akan ditambahkan kepada kita bila kita tidak melupakan ajaran Tuhan dan memelihara perintah Tuhan. Kata sejahtera dalam bahasa Ibrani tertulis Shalowm, dalam bahasa Inggris diartikan sebagai Completeness, Welfare, Health, Prosperity. Saat kita hidup sejahtera, kita akan menikmati keselamatan, kesehatan, kekayaan dan kelengkapan.

Kekayaan akan kita peroleh ketika kita memuliakan Tuhan dengan harta kita, dan dengan penghasilan pertama dari segala usaha kita (Amsal 3:9-10,16). Kesehatan akan menjadi bagian kita ketika kita hidup takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan (Amsal 3:8).

Read more ...

Ibadah Umum, 3 Juni 2018

Tanggal : 3 Juni 2018
Pembicara : Bpk. Gembala
Ayat Pokok : Matius 3:7-12


(Matius 3:7-12) Ketika Yohanes Pembaptis membaptis di sungai Yordan, ia berbicara kepada orang Farisi dan orang Saduki. Mereka adalah orang-orang yang sangat mengenal Taurat, namun tidak berbuah dalam kehidupan nyata. Yohanes berkata kapak dan alat penampi telah tersedia untuk mereka.

Apa yang disampaikan Yohanes Pembaptis, sama dengan yang disampaikan Yesus (Yohanes 15:1-6). Yesus berkata barangsiapa yang tidak tinggal di dalam Dia, akan menjadi kering, lalu dibuang dan dicampakkan ke dalam api.

Yesus juga memperingatkan kita untuk berhati-hati terhadap nabi-nabi palsu. Mereka terlihat seperti domba, padahal mereka adalah serigala yang buas. Kita dapat melihat dan mengenal mereka dari buahnya. (Matius 7:15-23)

Read more ...

Ibadah Pelprip, 24 Mei 2018

Tanggal : 24 Mei 2018
Pembicara : Bpk. Timotius Liong
Ayat Pokok : 2 Petrus 1:7
Tema : Phileo - Kasih antara Saudara Seiman

Dalam alkitab terjemahan King James Version, kasih antara saudara seiman menggunakan kata Brotherly Kindness. Sedangkan dalam bahasa Yunani menggunakan kata Philadelphian atau Phileo.

Ada empat jenis kasih dalam bahasa Yunani :
  1. Storge : Kasih antara orang tua - anak ( ada pertalian darah )
  2. Eros : Kasih antara pria dan wanita , ada unsur erotis
  3. Phileo : Kasih antara sesama manusia ( tidak ada hubungan darah )
  4. Agape : Kasih tanpa pamrih
Dalam Alkitab ditemukan kasih Phileo dan Agape

Kasih terhadap saudara-saudara / Phileo dapat didefinisikan menjadi kesalehan yang diimplementasikan kepada saudara seiman kita sebagai sesama manusia.. Ada rasa persaudaraan diantara sesama kita. Point pentingnya adalah bagaimana kasih phileo ini dapat kita terapkan, karena ini adalah salah satu langkah yang harus ditambahkan kepada iman kita. Pada akhirnya kita harus menambahkan kepada iman kita dengan kasih Agape.

Read more ...

INFORMASI IBADAH RUTIN

KOMSEL DOA

  • Senin, 18 Juni 2018 DILIBURKAN
  • Rabu, 20 Juni 2018 DILIBURKAN
  • Kamis, 21 Juni 2018 DILIBURKAN

IBADAH KAUM WANITA

  • Selasa, 19 Juni 2018 DILIBURKAN
DOA PUASA
  • Selasa,19 Juni 2018 DILIBURKAN
IBADAH RAYON
  • Jumat,, 22 Juni 2018 DILIBURKAN

NB : Untuk Alamat Lengkap Bisa dilihat di Warta Jemaat / Hubungi Sekretariat Gereja

 

 
INFORMASI TAMBAHAN

PELAYANAN SOSIAL

 

Menerima Pakaian Layak Pakai untuk disalurkan kepada yang membutuhkan. Pakaian dikumpulkan di Sekretariat. Tuhan Memberkati.