Pembicara       : Bpk. Alfa Wijaya
Ayat Pokok     : Lukas 5:1-6 (Iman yg Teguh)

Lukas 5:1-6 --> Perahu = Rumah Tangga = Komunitas Gereja/Jemaat.

Ada 3 kondisi perahu:

1. Bersandar/Parkir di tepi pantai.

Menggambarkan kehidupan yang statis, tidak bergerak, iman yang tidak tumbuh. Wah 3:1-3 --> Hidup tetapi mati. Ada aktifitas gereja secara fisik, tapi sebenarnya mati (tidak bertumbuh)

Ay. 2 --> Bangunlah, perdulilah terhadap pelayananmu / rumah tanggamu.

2. Bertolak agak sedikit jauh dari pantai

Menggambarkan --> Kondisi hidup kita hanya sedikit jauh dari pantai. Ke gereja tapi tidak perlu terlalu aktif. Yang penting kegereja saja, tidak perlu terlalu dalam. Cari pendeta yang happy dan lucu, musiknya bagus. Kelihatan bertumbuh, tapi kita terikat oleh tali yang menghambat pertumbuhan iman kita.

Kel 8:27-28 --> Pergi keluar, tapi janganlah terlalu jauh.

Mat 13:18-22 --> Kondisi perahu 1 dan 2 sama dengan benih yang ditabur di tepi jalan, tapi tidak bertumbuh.

3. Bertolak ke tempat yang dalam dan tebarkan jalamu untuk menangkap ikan.

Ini yang diinginkan oleh pembuat perahu. Perahu ini dibuat untuk bisa berkarya dan menghasilkan. Tentu kita akan menemui gelombang ketika bertolak ke tempat yang dalam.

Luk 8:22 --> Tuhan Yesus menyertai kita saat kita bertolak ke tempat yang dalam.

Luk 5:6 --> Ketika kita bertolak ke tempat yang dalam, jala murid2 mulai koyak. Berkat mulai datang, kita harus tahu kapan berhenti, sehingga perahu tidak tenggelam. Kita diproses menjadi tekun sehingga berkat bisa kita dapati.

Mat 6:32-33 --> Ada berkat di tempat yang dalam.

Luk 8:23-24 --> Ketika Tuhan yang menyuruh, Dia melengkapi kita dengan kekuatan, sehingga kita mampu untuk bertolak ke tempat yang dalam, kita bertumbuh dan mendapati berkat di sana.

Yoh 21:1-11 --> Jala murid2 tidak koyak walaupun banyak menangkap ikan yang besar.

Amin. Tuhan memberkati.



Ibadah Umum, 10 Juni 2018

Tanggal : 10 Juni 2018
Pembicara : Bpk. Gembala
Ayat Pokok : Amsal 3:1-2
Tema : Sejahtera


(Amsal 3:1-2) Panjang umur dan lanjut usia serta sejahtera akan ditambahkan kepada kita bila kita tidak melupakan ajaran Tuhan dan memelihara perintah Tuhan. Kata sejahtera dalam bahasa Ibrani tertulis Shalowm, dalam bahasa Inggris diartikan sebagai Completeness, Welfare, Health, Prosperity. Saat kita hidup sejahtera, kita akan menikmati keselamatan, kesehatan, kekayaan dan kelengkapan.

Kekayaan akan kita peroleh ketika kita memuliakan Tuhan dengan harta kita, dan dengan penghasilan pertama dari segala usaha kita (Amsal 3:9-10,16). Kesehatan akan menjadi bagian kita ketika kita hidup takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan (Amsal 3:8).

Read more ...

Ibadah Umum, 3 Juni 2018

Tanggal : 3 Juni 2018
Pembicara : Bpk. Gembala
Ayat Pokok : Matius 3:7-12


(Matius 3:7-12) Ketika Yohanes Pembaptis membaptis di sungai Yordan, ia berbicara kepada orang Farisi dan orang Saduki. Mereka adalah orang-orang yang sangat mengenal Taurat, namun tidak berbuah dalam kehidupan nyata. Yohanes berkata kapak dan alat penampi telah tersedia untuk mereka.

Apa yang disampaikan Yohanes Pembaptis, sama dengan yang disampaikan Yesus (Yohanes 15:1-6). Yesus berkata barangsiapa yang tidak tinggal di dalam Dia, akan menjadi kering, lalu dibuang dan dicampakkan ke dalam api.

Yesus juga memperingatkan kita untuk berhati-hati terhadap nabi-nabi palsu. Mereka terlihat seperti domba, padahal mereka adalah serigala yang buas. Kita dapat melihat dan mengenal mereka dari buahnya. (Matius 7:15-23)

Read more ...

Ibadah Pelprip, 24 Mei 2018

Tanggal : 24 Mei 2018
Pembicara : Bpk. Timotius Liong
Ayat Pokok : 2 Petrus 1:7
Tema : Phileo - Kasih antara Saudara Seiman

Dalam alkitab terjemahan King James Version, kasih antara saudara seiman menggunakan kata Brotherly Kindness. Sedangkan dalam bahasa Yunani menggunakan kata Philadelphian atau Phileo.

Ada empat jenis kasih dalam bahasa Yunani :
  1. Storge : Kasih antara orang tua - anak ( ada pertalian darah )
  2. Eros : Kasih antara pria dan wanita , ada unsur erotis
  3. Phileo : Kasih antara sesama manusia ( tidak ada hubungan darah )
  4. Agape : Kasih tanpa pamrih
Dalam Alkitab ditemukan kasih Phileo dan Agape

Kasih terhadap saudara-saudara / Phileo dapat didefinisikan menjadi kesalehan yang diimplementasikan kepada saudara seiman kita sebagai sesama manusia.. Ada rasa persaudaraan diantara sesama kita. Point pentingnya adalah bagaimana kasih phileo ini dapat kita terapkan, karena ini adalah salah satu langkah yang harus ditambahkan kepada iman kita. Pada akhirnya kita harus menambahkan kepada iman kita dengan kasih Agape.

Read more ...

INFORMASI IBADAH RUTIN

KOMSEL DOA

  • Senin, 18 Juni 2018 DILIBURKAN
  • Rabu, 20 Juni 2018 DILIBURKAN
  • Kamis, 21 Juni 2018 DILIBURKAN

IBADAH KAUM WANITA

  • Selasa, 19 Juni 2018 DILIBURKAN
DOA PUASA
  • Selasa,19 Juni 2018 DILIBURKAN
IBADAH RAYON
  • Jumat,, 22 Juni 2018 DILIBURKAN

NB : Untuk Alamat Lengkap Bisa dilihat di Warta Jemaat / Hubungi Sekretariat Gereja

 

 
INFORMASI TAMBAHAN

PELAYANAN SOSIAL

 

Menerima Pakaian Layak Pakai untuk disalurkan kepada yang membutuhkan. Pakaian dikumpulkan di Sekretariat. Tuhan Memberkati.