Pembicara : Bpk. Gembala
Ayat Pokok : 1 Kor 12:4-6

Segala sesuatu tidak terlepas dari salib. Salib dimulai oleh Yesus. Yesus melayani dengan memberikan Firman dan Roh Kudus.

1. Mengubah Kedagingan

(Rom 6:16:23) Paulus berbicara kepada jemaat di Roma, sebagai jemaat yang sudah percaya kepada Yesus. Namun kehidupan mereka lebih mementingkan daging dari pada roh. Karena itu Paulus mengatakan bahwa mereka seharusnya malu.

Firman dan Roh Kudus harus berjalan bersama, agar prinsip salib dapat berjalan sempurna. Prinsip salib harus dijalankan pertama-tama dalam lingkup keluarga.

Marilah kita bersama-sama melihat hidup kita masing-masing. Apakah kita masih hidup dalam kedagingan. Kita seharusnya malu bila masih hidup di dalam daging. Kita seharusnya terus bertumbuh dan berjuang menuju gereja sempurna.

Firman dan Roh Kudus melayani daging, bukan untuk menyenangkan daging, tapi untuk diubah menuju gereja sempurna.

(Rom 12:1) Sebagai ibadah yang sempurna, kita mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup, kudus dan berkenan kepada Allah.

Hidup yang kudus dan berkenan kepada Allah, akan melayani firman Allah (Rom 12:2). Bila kita hidup kudus dan berkenan kepada Allah, maka hidup kita tidak serupa dengan dunia. Hidup kita dibawa ke dalam pertumbuhan menuju kesempurnaan dalam pengenalan pada Kristus, menuju gereja sempurna.

2. Prinsip Salib dalam Keluarga

Prinsip salib selanjutnya, ialah Yesus menurunkan kepada suami yang merupakan imam, dan suami meneruskannya kepada istri dan anak-anaknya. Sepulang dari ibadah, marilah kita membiasakan diri untuk mendiskusikan firman Tuhan dengan anggota keluarga kita.

(Maz 128:1-6) Keluarga menikmati berkat rohani dan berkat jasmani setelah menerapkan prinsip salib. Saat kita diberkati, jangan menjadikan berkat itu menjadi raja, tapi berkat itu harus melayani keluarga kita (suami, istri dan anak-anak). Setelah keluarga kita terlayani, barulah bisa melayani orang lain. Kita juga dapat melayani kerajaan Allah.

(Ams 3:9-10) Berkat mendatangkan sukacita. Ada keluarga dan pelayanan yang terpelihara.

(2 Kor 9:6-15) Benih firman Tuhan yang ditaburkan akan dilipatgandakan ketika prinsip salib dijalankan

Kita akan diberkati dengan buah-buah kebenaran dan keluarga kita semakin diberkati secara rohani.

3. Menyembah dalam Roh dan Kebenaran

Dalam perjalanan kekristenan kita, yang dilambangkan dengan Tabernakel, mezbah dupa berada dalam satu ruangan dengan meja roti dan kaki dian di ruang kudus yang dilambangkan sebagai gereja yang sempurna. Mezbah dupa adalah lambang dari pelayanan kita menyembah dalam roh dan kebenaran.

Meja roti dan kaki dian melambangkan firman Tuhan dan Roh Kudus. Firman dan Roh Kudus harus seimbang.

Kita harus membina keluarga kita untuk masuk dari pelataran tabernakel ke ruang kudus, sebagai lambang bahwa kita terus membawa keluarga kita ke dalam pertumbuhan rohani menuju kepada gereja sempurna.

Amin, Tuhan Yesus memberkati.



Ibadah Umum, 12 Agustus 2018

Tanggal : 12 Agustus 2018
Pembicara : Bpk. Timotius Liong
Ayat Pokok :Yohanes 15:1-8
Tema : Pokok Anggur yang Benar

Tuhan adalah pokok anggur yang benar, dan kita adalah cabang-cabangnya (Yoh 15:1). Ada pokok anggur yang benar, ada juga pokok anggur yang tidak benar.

2 Tim 3 : Banyak orang saat ini yang menempel pada pokok anggur yang tidak benar, seperti materi, uang, jabatan dan kekuasaan. Baiklah kita mau berusaha sungguh-sungguh untuk terus menjadikan Tuhan Yesus sebagai pokok anggur kita.

Read more ...

Ibadah Umum, 5 Agustus 2018

Tanggal : 5 Agustus 2018
Pembicara : Bpk. Gembala
Ayat Pokok :Kej 25:29-34
Tema : Hak Kesulungan

(Kej 3:17-21) Ketika manusia jatuh ke dalam dosa, tanah terkutuk karena manusia. Kemudian Allah mengenakan pakaian kepada Adam dan Hawa dari kulit binatang. Untuk itu, ada korban dan darah yang dicurahkan

(Kej 4:1-5) Kain mempersembahkan hasil dari tanah yang telah dikutuk Allah, dan persembahannya tidak diindahkan oleh Tuhan. Habel mempersembahkan dari anak sulung kambing dombanya, dan persembahannya diindahkan Allah.

Read more ...

Ibadah Pelprip, 9 Agustus 2018

Tanggal : 9 Agustus 2018
Pembicara : Bpk. Bondan Abraham
Ayat Pokok : Ibrani 11:8-22
Tema : Seri Saksi Iman : Abraham, Ishak & Yakub

(Ibr 11:8) Karena iman, Abraham taat kepada Allah untuk pergi ke negeri yang belum dikenalnya. Abraham juga percaya akan janji Allah yang akan menjadikan keturunannya menjadi bangsa yang besar. Abraham bahkan rela mempersembahkan Ishak anaknya di masa tua ketika diperintahkan Allah. Walaupun Abraham sempat berpikir sebelum mempersembahkan Ishak, bahwa Allah berkuasa membangkitkan orang mati dan ia tetap percaya akan janji Allah.

Ketika kita berjalan bersama Allah, seringkali pikiran kita ikut bekerja. Ketika Ishak memberkati Yakub (Kej 27:1-40), dan kemudian Esau datang kepadanya, ia berkata dan memberkati Esau bahwa bila Esau bersungguh-sungguh, maka kuk itu akan diangkat kepadanya. Hal ini merupakan hasil pemikiran Ishak setelah ia dikelabui Yakub.

Read more ...

INFORMASI IBADAH RUTIN

KOMSEL DOA

  • Senin, 20 Agustus 2018 di rumah ibu Anita, Villa Melati Mas
  • Rabu, 22 Agustus 2018 DILIBURKAN
  • Kamis, 23 Agustus 2018 di rumah ibu Henny, BSD, dan di rumah ibu Maria Kartono, Villa Melati Mas

IBADAH KAUM WANITA

  • Selasa, 21 Agustus 2018 di Gereja
DOA PUASA
  • Selasa, 21 Agustus 2018 di Gereja
IBADAH PELPRIP
  • Kamis,, 23 Agustus 2018 pukul 19:30 lobby Gereja
  • IBADAH RAYON
    • Jumat,, 24 Agustus 2018 pukul 19:30 di rumah Kel. Dwi Kokoh, Villa Melati Mas

    NB : Untuk Alamat Lengkap Bisa dilihat di Warta Jemaat / Hubungi Sekretariat Gereja

     

 
INFORMASI TAMBAHAN

PELAYANAN SOSIAL

 

Menerima Pakaian Layak Pakai untuk disalurkan kepada yang membutuhkan. Pakaian dikumpulkan di Sekretariat. Tuhan Memberkati.