Tanggal : 10 Des 2017
Pembicara : Bpk. Timotius Liong
Ayat Pokok : Dan 6:1-11

(Dan 6:1-11) Daniel dianugerahkan karunia Roh Tuhan yang luar biasa karena ia selalu setia beribadah kepada Tuhan. Daniel dapat mengartikan mimpi bahkan menceritakan mimpi sebelum yang mengalami mimpi itu sendiri menceritakannya. Keberhasilannya menyebabkan banyak orang iri hati dan merancangkan hal yang jahat.

Saat kita mengalami keberhasilan, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pelayanan, akan banyak pihak yang iri hati dan berniat menjatuhkan kita.

Ketika Daniel mengetahui rancangan yang dibuat untuk menjatuhkannya, Daniel tetap setia beribadah kepada Tuhan, walaupun ia tahu hal itu membahayakan nyawanya. Dia datang kepada Tuhan dan tidak mengandalkan orang lain. Di tengah-tengah kesibukannya, Daniel tetap setia berdoa dan menyembah Tuhan tiga kali sehari. Daniel tidak protes kepada Tuhan dan tetap mengendalikan diri dan datang kepada Tuhan.

Saat kita menghadapi masalah yang berat, tetaplah datang kepada Tuhan dengan setia.

Daniel juga tidak bersedia berkompromi dan mengandalkan hikmat manusia untuk menghindari masalah. Ia tetap setia melakukan ibadahnya karena melalui pengalaman hidupnya, Daniel percaya ada rencana Tuhan yang indah dan akan dinyatakan melalui dirinya.

Atas ketetapan hatinya, Daniel lalu ditangkap. Seringkali dalam kehidupan kita, saat kita setia kepada Tuhan, kita akan menghadapi masalah karena kesetiaan kita. Dalam permasalahannya, Daniel tetap tenang dan tidak berhenti berharap pada Tuhan. Walaupun demikian, Daniel tetap dihukum dan dimasukkan ke gua singa.

Saat kita menghadapi masalah, janganlah kecewa kepada Tuhan. Tetaplah setia dan berharap kepada Tuhan.

Akhir dari kisah Daniel, sebagai akibat dari kesetiannya kepada Tuhan, Daniel menerima pertolongan yang ajaib. Nama Tuhan lebih dimuliakan dan dimasyurkan.

Kisah Daniel membuktikan, saat ditengah-tengah kesibukan kita, kita harus tetap setia datang kepada Tuhan, memuji dan menyembah Tuhan. Tanamkanlah kepada keluarga kita, dalam kegiatan kita sehari-hari kita tidak boleh melupakan Firman Tuhan.

Saat kita dipercayakan untuk melayani Tuhan, marilah kita melayani dengan rendah hati. Seperti orang majus, ada perjuangan dan pengorbanan yang dilakukan untuk menyembah Tuhan. Jangan seperti orang Farisi yang mengetahui kebenaran namun tidak melakukannya.

(2 Tim 3:1-5) di hari-hari terakhir, banyak manusia yang akan menjadi hamba uang dan tinggi hati.

Kita hidup dalam akhir zaman. Kondisi di depan kita akan makin sulit, bahkan lebih berat dari yang dialami oleh Daniel. Kita harus memiliki ketekunan, agar kita mendapat bagian dari janji Tuhan (Ibr 10::35). Ketika kita tetap bertahan dan bertekun dalam firman Tuhan maka kita akan mendapatkan upah kita.

Ajak anggota keluarga kita untuk bersama-sama memuji Tuhan, menyembah Tuhan dan membahas Firman Tuhan. Ketika kita memiliki mezbah keluarga, maka akan ada kerukunan dalam keluarga kita. Dan berkat-berkat jasmani maupun rohani akan tercurah kepada keluarga kita (Maz 133:1-3)

Amin, Tuhan Yesus memberkati.



Ibadah Umum, 11 November 2018

Tanggal : 11 November 2018
Pembicara :Bpk. Gembala
Ayat Pokok : Lukas 16:27-31

Semua bisa kita perbaiki ketika kita hidup. Setelah kita mati, tidak bisa lagi kita perbaiki. Orang kaya dalam perumpamaan Lukas 16:27-31, meminta kepada Abraham untuk memperingatkan saudara-saudaranya yang masih hidup agar mengubah hidupnya supaya tidak berakhir di hades seperti orang kaya itu. Namun Abraham berkata bahwa ada kesaksian para nabi yang dapat mengubah mereka. Apabila kesaksian tersebut tidak dapat mengubah mereka, maka tidak ada yang dapat mengubah mereka walaupun dari kesaksian orang dari dunia orang mati.

Mari kita memanfaatkan waktu dan kesempatan yang diberikan Tuhan saat kita masih hidup.
  • Kehidupan Dunia → Keselamatan
  • Kekayaan / Harta → Mata rohani
  • Kekayaan → Keluarga yang manis
Read more ...

Ibadah Umum, 4 November 2018

Tanggal : 4 November 2018
Pembicara :Bpk. Gembala
Ayat Pokok : Matius 26:14-16

(Matius 26:14-16) Di mata Yudas, Yesus hanya dihargai 30 uang perak. Dengan menjual Yesus, Yudas menjual keselamatan dirinya. Bagi Yudas, keselamatannya hanya berharga 30 uang perak.

(Lukas 16:19-23) Orang kaya dalam kisah ini menghargai / memberi harga keselamatan dunia dengan kehidupannya.. Dengan kekayaannya, ia mampu membeli banyak hal, termasuk khotbah-khotbah dari para nabi palsu agar sesuai dengan keinginannya. Setelah ia meninggal, ternyata ia berakhir di hades, menandakan kehidupannya tidak berkenan di mata Allah

Read more ...

Ibadah Pelprip, 25 Oktober 2018

Tanggal : 25 Oktober 2018
Pembicara : Bpk. Bondan Abraham
Ayat Pokok : Ibrani 12:5-10
Tema : Didikan dan Latihan Sesi 1

(Ibrani 12:5-10) Penulis surat Ibrani pada ayat hari ini mengingatkan bahwa nasehat yang diberikan sebelumnya sudah pernah disampaikan. Yaitu untuk tidak menganggap remeh didikan Tuhan, dan jangan putus asa bila kita diperingatkanNya.

(Ayub 5:17) Kita harus berbahagia jika kita ditegur Allah. Janganlah kita menolak didikan Yang Maha Kuasa

Read more ...

INFORMASI IBADAH RUTIN

KOMSEL DOA

  • Senin, 19 Nov 2018 di rumah Oma Anna, Villa Melati Mas
  • Rabu, 21 Nov 2018 di rumah Oma Sonya, Gading Serpong
  • Kamis, 22 Nov 2018 di rumah ibu Dewi, Alam Sutera, dan di rumah ibu Agung, BSD

IBADAH KAUM WANITA

  • Selasa, 20 Nov 2018 DILIBURKAN
DOA PUASA
  • Selasa, 20 Nov 2018 diliburkan sehubungan adanya latihan gabungan
IBADAH PELPRIP
  • Kamis,, 22 Nov 2018 pukul 19.30 di lobby Gereja
IBADAH RAYON
  • Jumat,, 23 Nov 2018 pukul 19.30 DILIBURKANs

NB : Untuk Alamat Lengkap Bisa dilihat di Warta Jemaat / Hubungi Sekretariat Gereja

 

 
INFORMASI TAMBAHAN

PELAYANAN SOSIAL

 

Menerima Pakaian Layak Pakai untuk disalurkan kepada yang membutuhkan. Pakaian dikumpulkan di Sekretariat. Tuhan Memberkati.