Tanggal : 21 Jan 2018
Pembicara : Bpk. Gembala
Ayat Pokok : Wahyu 3:1-6
Tema : Pakaian Putih

(Mat 13:10-17) Yesus berbicara kepada orang Farisi dan orang-orang Saduki, yang juga relevan bagi kita semua anak-anakNya di masa kini. Banyak nabi dan orang benar ingin mendengar dan melihat tetapi mereka tidak mendengar dan melihat. Berbahagialah bila kita dapat mendengar dan melihat. Mereka yang sudah memiliki, kepadanya akan ditambahkan. Sebaliknya bagi mereka yang tidak memiliki, dari pada nya akan diambil.

Kekristenan kita harus memenuhi standar yang ditentukan, yaitu kepenuhan Kristus.

(Wahyu 3:1-6) Pakaian putih dikenakan kepada orang yang menang, yaitu mereka yang tidak mencemarkan pakaiannya, karena mereka layak. Pakaian putih berbicara tentang kemuliaan, yang akan dikaruniakan kepada Gereja Sempurna.

(Markus 9:2-3) Pakaian Yesus sangat putih berkilat-kilat. Tidak ada seorangpun di dunia ini dapat mengelantang pakaian seperti itu. Ini berarti pakaian putih tersebut tidak dapat diciptakan oleh manusia. Tidak ada seorang pun manusia dapat membuat kemuliaan. Kemuliaan gereja tidak dapat direkayasa. Pakaian putih itu hanya dapat dianugerahkan kepada mereka yang layak menerimanya.

(Matius 22:11-14) Jika tidak berpakaian putih akan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap (3 ½ tahun masa antikris). Saat ini masih ada waktu, baik bagi mereka yang dipanggil, yang ada di persimpangan ataupun yang ada di jalan-jalan. Banyak yang dipanggil tapi sedikit yang dipilih. Kita harus memastikan agar kita masuk ke dalam perjamuan kawin Anak Domba Allah.

(Wahyu 3:1-3) Pekerjaan / pelayanan yang hidup tapi mati (tidak sempurna). Diterima tetapi tidak dikerjakan sampai selesai. Kita sudah mendengar dan menerima Firman Allah, marilah kita mengerjakannya. (1 Korintus 9:1). Jemaat Korintus adalah buah pekerjaan Rasul Paulus. Pekerjaan berbicara tentang pelayanan.

(Zakharia 3:1-7) Imam besar Yosua menanggalkan pakaian kotor dan mengenakan pakaian pesta, agar berkenan / layak untuk melayani rumah Tuhan. Iblis mendakwa apa yang kita lakukan / pelayanan yang kita kerjakan dengan pakaian kotor.

Amin, Tuhan Yesus memberkati.



Ibadah Umum, 10 Juni 2018

Tanggal : 10 Juni 2018
Pembicara : Bpk. Gembala
Ayat Pokok : Amsal 3:1-2
Tema : Sejahtera


(Amsal 3:1-2) Panjang umur dan lanjut usia serta sejahtera akan ditambahkan kepada kita bila kita tidak melupakan ajaran Tuhan dan memelihara perintah Tuhan. Kata sejahtera dalam bahasa Ibrani tertulis Shalowm, dalam bahasa Inggris diartikan sebagai Completeness, Welfare, Health, Prosperity. Saat kita hidup sejahtera, kita akan menikmati keselamatan, kesehatan, kekayaan dan kelengkapan.

Kekayaan akan kita peroleh ketika kita memuliakan Tuhan dengan harta kita, dan dengan penghasilan pertama dari segala usaha kita (Amsal 3:9-10,16). Kesehatan akan menjadi bagian kita ketika kita hidup takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan (Amsal 3:8).

Read more ...

Ibadah Umum, 3 Juni 2018

Tanggal : 3 Juni 2018
Pembicara : Bpk. Gembala
Ayat Pokok : Matius 3:7-12


(Matius 3:7-12) Ketika Yohanes Pembaptis membaptis di sungai Yordan, ia berbicara kepada orang Farisi dan orang Saduki. Mereka adalah orang-orang yang sangat mengenal Taurat, namun tidak berbuah dalam kehidupan nyata. Yohanes berkata kapak dan alat penampi telah tersedia untuk mereka.

Apa yang disampaikan Yohanes Pembaptis, sama dengan yang disampaikan Yesus (Yohanes 15:1-6). Yesus berkata barangsiapa yang tidak tinggal di dalam Dia, akan menjadi kering, lalu dibuang dan dicampakkan ke dalam api.

Yesus juga memperingatkan kita untuk berhati-hati terhadap nabi-nabi palsu. Mereka terlihat seperti domba, padahal mereka adalah serigala yang buas. Kita dapat melihat dan mengenal mereka dari buahnya. (Matius 7:15-23)

Read more ...

Ibadah Pelprip, 24 Mei 2018

Tanggal : 24 Mei 2018
Pembicara : Bpk. Timotius Liong
Ayat Pokok : 2 Petrus 1:7
Tema : Phileo - Kasih antara Saudara Seiman

Dalam alkitab terjemahan King James Version, kasih antara saudara seiman menggunakan kata Brotherly Kindness. Sedangkan dalam bahasa Yunani menggunakan kata Philadelphian atau Phileo.

Ada empat jenis kasih dalam bahasa Yunani :
  1. Storge : Kasih antara orang tua - anak ( ada pertalian darah )
  2. Eros : Kasih antara pria dan wanita , ada unsur erotis
  3. Phileo : Kasih antara sesama manusia ( tidak ada hubungan darah )
  4. Agape : Kasih tanpa pamrih
Dalam Alkitab ditemukan kasih Phileo dan Agape

Kasih terhadap saudara-saudara / Phileo dapat didefinisikan menjadi kesalehan yang diimplementasikan kepada saudara seiman kita sebagai sesama manusia.. Ada rasa persaudaraan diantara sesama kita. Point pentingnya adalah bagaimana kasih phileo ini dapat kita terapkan, karena ini adalah salah satu langkah yang harus ditambahkan kepada iman kita. Pada akhirnya kita harus menambahkan kepada iman kita dengan kasih Agape.

Read more ...

INFORMASI IBADAH RUTIN

KOMSEL DOA

  • Senin, 18 Juni 2018 DILIBURKAN
  • Rabu, 20 Juni 2018 DILIBURKAN
  • Kamis, 21 Juni 2018 DILIBURKAN

IBADAH KAUM WANITA

  • Selasa, 19 Juni 2018 DILIBURKAN
DOA PUASA
  • Selasa,19 Juni 2018 DILIBURKAN
IBADAH RAYON
  • Jumat,, 22 Juni 2018 DILIBURKAN

NB : Untuk Alamat Lengkap Bisa dilihat di Warta Jemaat / Hubungi Sekretariat Gereja

 

 
INFORMASI TAMBAHAN

PELAYANAN SOSIAL

 

Menerima Pakaian Layak Pakai untuk disalurkan kepada yang membutuhkan. Pakaian dikumpulkan di Sekretariat. Tuhan Memberkati.