Tanggal : 4 Feb 2018
Pembicara : Bpk. Gembala
Ayat Pokok : Efesus 4:3

(Kolose 3:14) Kasih Agape adalah pengikat yang menyempurnakan kasih dan kesatuan Roh. Di atas kehidupan kita, kasihlah yang mengikat kita dengan Allah dan dengan sesama. Kasih itu juga yang akan membawa kita kepada kesempurnaan gereja. Pikirkanlah perkara yang di atas, jangan perkara di bumi

(Yesaya 43:18) Jangan lagi mengingat-ingat hal masa lalu, karena Tuhan akan membuat sesuatu yang baru. Jangan lagi mengingat-ingat perkara yang di bumi sehingga kita tidak mengingat perkara yang di atas

(1 Samuel 17:33-37) Daud mengingat penyertaan dan pembelaan Allah ketika ia sedang menghadapi bahaya saat menggembala domba. Ia mengingat bahwa Allah selalu bekerja dan membela karena itu ia percaya Allah juga akan bekerja saat ia melawan Goliat

(Filipi 3:13) Paulus melupakan apa yang ada di belakangnya. (Filipi 3:5) Masa lalu Paulus merupakan perkara-perkara lahiriah. Marilah kita melupakan perkara-perkara lahiriah agar kita mengingat hal-hal rohani.

(Filipi 3:6) Masa lalu Paulus adalah penganiaya jemaat. Tanpa kita sadari, kita juga seringkali menjadi penganiaya jemaat secara psikis. Dalam pelayanan, kita lebih mengutamakan hormat dan penghargaan manusia dari pada melayani Tuhan. Sehingga sering terjadi perselisihan yang berdampak pada jemaat.

(Kejadian 19:26) Istri Lot menoleh ke belakang dan menjadi tiang garam. Hal-hal yang menyebabkan ia menoleh ke belakang adalah hal-hal lahiriah yang ia miliki. Banyak Anak Tuhan yang menderita secara batih karena selalu teringat akan hal-hal lahiriah yang sebelumnya dimiliki. Marilah kita melepaskan ikatan kita dengan masa lalu yang lahiriah

{Ratapan 3:18-20) Saat kita selalu mengingat kemasyuran kita di masa lalu, jiwa kita akan menderita. Hal tersebut menjadi ipuh / racun bagi jiwa kita. (ayat 21-25) Mereka yang melepaskan diri dari masa lalu yang lahiriah akan menyadari bahwa kasih Tuhan tidak berkesudahan, rahmatNya selalu baru setiap hari.

(1 Tawarikh 4:9) Yabes lebih dimuliakan dari saudara-saudaranya. Nama Yabes berarti kesakitan saat melahirkan. Kata kesakitan dalam ayat ini menggunakan kata sorrow / grief, yang berarti Ibu Yabes melahirkan Yabes dalam kondisi duka, sedih dan tertekan. Yabes bertumbuh bersama ibunya yang selalu mengingat kesakitan masa lalunya. Namun Yabes tidak terpengaruh oleh namanya. Ia melepaskan diri dari arti namanya dan dari masa lalu ibunya, sehingga ia lebih dimuliakan dari saudara-saudaranya. Dan Allah mendengar dan menjawab doa-doa dan permohonan Yabes.

Mari buka hatimu, ubah hidupmu dan lepaskan dirimu dari masa lalu yang lahiriah dan memandang ke depan bersama Yesus yang memiliki rencana yang baru bagi kita dan hari depan yang penuh damai sejahtera

Amin, Tuhan Yesus memberkati.



Ibadah Umum, 10 Juni 2018

Tanggal : 10 Juni 2018
Pembicara : Bpk. Gembala
Ayat Pokok : Amsal 3:1-2
Tema : Sejahtera


(Amsal 3:1-2) Panjang umur dan lanjut usia serta sejahtera akan ditambahkan kepada kita bila kita tidak melupakan ajaran Tuhan dan memelihara perintah Tuhan. Kata sejahtera dalam bahasa Ibrani tertulis Shalowm, dalam bahasa Inggris diartikan sebagai Completeness, Welfare, Health, Prosperity. Saat kita hidup sejahtera, kita akan menikmati keselamatan, kesehatan, kekayaan dan kelengkapan.

Kekayaan akan kita peroleh ketika kita memuliakan Tuhan dengan harta kita, dan dengan penghasilan pertama dari segala usaha kita (Amsal 3:9-10,16). Kesehatan akan menjadi bagian kita ketika kita hidup takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan (Amsal 3:8).

Read more ...

Ibadah Umum, 3 Juni 2018

Tanggal : 3 Juni 2018
Pembicara : Bpk. Gembala
Ayat Pokok : Matius 3:7-12


(Matius 3:7-12) Ketika Yohanes Pembaptis membaptis di sungai Yordan, ia berbicara kepada orang Farisi dan orang Saduki. Mereka adalah orang-orang yang sangat mengenal Taurat, namun tidak berbuah dalam kehidupan nyata. Yohanes berkata kapak dan alat penampi telah tersedia untuk mereka.

Apa yang disampaikan Yohanes Pembaptis, sama dengan yang disampaikan Yesus (Yohanes 15:1-6). Yesus berkata barangsiapa yang tidak tinggal di dalam Dia, akan menjadi kering, lalu dibuang dan dicampakkan ke dalam api.

Yesus juga memperingatkan kita untuk berhati-hati terhadap nabi-nabi palsu. Mereka terlihat seperti domba, padahal mereka adalah serigala yang buas. Kita dapat melihat dan mengenal mereka dari buahnya. (Matius 7:15-23)

Read more ...

Ibadah Pelprip, 24 Mei 2018

Tanggal : 24 Mei 2018
Pembicara : Bpk. Timotius Liong
Ayat Pokok : 2 Petrus 1:7
Tema : Phileo - Kasih antara Saudara Seiman

Dalam alkitab terjemahan King James Version, kasih antara saudara seiman menggunakan kata Brotherly Kindness. Sedangkan dalam bahasa Yunani menggunakan kata Philadelphian atau Phileo.

Ada empat jenis kasih dalam bahasa Yunani :
  1. Storge : Kasih antara orang tua - anak ( ada pertalian darah )
  2. Eros : Kasih antara pria dan wanita , ada unsur erotis
  3. Phileo : Kasih antara sesama manusia ( tidak ada hubungan darah )
  4. Agape : Kasih tanpa pamrih
Dalam Alkitab ditemukan kasih Phileo dan Agape

Kasih terhadap saudara-saudara / Phileo dapat didefinisikan menjadi kesalehan yang diimplementasikan kepada saudara seiman kita sebagai sesama manusia.. Ada rasa persaudaraan diantara sesama kita. Point pentingnya adalah bagaimana kasih phileo ini dapat kita terapkan, karena ini adalah salah satu langkah yang harus ditambahkan kepada iman kita. Pada akhirnya kita harus menambahkan kepada iman kita dengan kasih Agape.

Read more ...

INFORMASI IBADAH RUTIN

KOMSEL DOA

  • Senin, 18 Juni 2018 DILIBURKAN
  • Rabu, 20 Juni 2018 DILIBURKAN
  • Kamis, 21 Juni 2018 DILIBURKAN

IBADAH KAUM WANITA

  • Selasa, 19 Juni 2018 DILIBURKAN
DOA PUASA
  • Selasa,19 Juni 2018 DILIBURKAN
IBADAH RAYON
  • Jumat,, 22 Juni 2018 DILIBURKAN

NB : Untuk Alamat Lengkap Bisa dilihat di Warta Jemaat / Hubungi Sekretariat Gereja

 

 
INFORMASI TAMBAHAN

PELAYANAN SOSIAL

 

Menerima Pakaian Layak Pakai untuk disalurkan kepada yang membutuhkan. Pakaian dikumpulkan di Sekretariat. Tuhan Memberkati.