Tanggal : 11 Feb 2018
Pembicara : Bpk. Gembala
Ayat Pokok : Efesus 4:1-3

Paulus menasehati agar kita hidup berpadanan dengan panggilan kita, yaitu selalu lemah lembut, rendah hati dan sabar. Juga diwujudkan dalam kasih, dengan tindakan dalam hal saling membantu (Efesus 4:1-3). Setelah kita melakukannya, kita harus menjaga kesatuan roh dalam ikatan damai sejahtera

(Efesus 5:14-17) Masih banyak orang yang tertidur, bahkan mati, yaitu tidak dapat menjaga kesatuan itu sehingga terpecah-belah. Kita masing-masing harus menjaga kerohanian kita, jangan sampai tertidur, apalagi sampai mati.

Selama masih ada kesempatan, kita harus mengasuh dan merawat kesatuan Roh itu. Jangan sampai baru setelah saat kita tinggal sendiri, kita baru merindukan dan menyesali waktu yang berlalu tanpa menikmati momen yang ada (Efesus 5:22-33)

Mengasuh dan merawat pernikahan tidak mudah. Saat pernikahan di Kana di zaman Yesus, terjadi kekurangan / kehabisan anggur (Yohanes 2:1). Saat janji pernikahan, kedua belah pihak berjanji untuk menjalani bahtera rumah tangga apapun keadaannya secara bersama-sama. Ketika memulai rumah tangga, suami/istri memulainya bersama Tuhan, dan terpisah dari orang tua. Namun seringkali Yesus dibiarkan tidur di buritan.

Saat terjadi masalah dengan pasangan kita, jangan menyimpan perasaan hati sampai matahari terbenam. Jangan memberi kesempatan kepada iblis (Efesus 4:26-27): Masing-masing harus menguasai diri dan merendahkan diri (Efesus 5:21). Kita harus menaklukan ego dan perasaan kita masing-masing terlebih dahulu. Dengan demikian keharmonisan rumah tangga dapat terjaga dan doa kita tidak terhalang (1 Petrus 3:1-7)

Kita juga harus mengasuh dan merawat hubungan anak dengan orang tua. Anak harus taat dan menghormati orang tua (Efesus 6:1-3). Taat berarti dengar-dengaran, patuh dan melakukan apa yang diterima. Menghormati berarti berharga, bernilai tinggi dan tidak bisa ditukar dengan apapun. Orang tua kita sangat berharga dan bernilai lebih dari harta apapun.

Manfaatkan setiap kesempatan yang ada untuk mengunjungi orang tua kita. Setiap momen berkumpul dengan anak-anak akan membuat hati orang tua kita gembira. Hati yang gembira adalah obat (Amsal 17:22)

Kesuksesan / kekayaan jangan mengubah hidup / hati kita baik kepada Tuhan maupun kepada manusia (Markus 10:17-22)

Amin, Tuhan Yesus memberkati.



Ibadah Umum, 8 April 2018

Tanggal : 8 April 2018
Pembicara : Bpk. Gembala
Ayat Pokok : Kejadian 7:1-5

Pada zaman Adam, Adam dan ciptaan Allah lainnya ditempatkan di taman Eden. Allah mengambil tulang rusuk Adam saat ia tertidur, dan menciptakan Hawa dari tulang rusuk Adam. Namun Iblis tidak mau manusia menikmati Taman Eden dalam kesempunaan, sehingga iblis menyerupai ular dan menggoda Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa (Kejadian 3:1-7)

Pada zaman Nuh, ia diperintahkan Allah untuk masuk ke dalam bahtera bersama seisi rumahnya. Nuh melakukan tepat seperti yang diperintahkan Allah. Kemudian hujan turun selama empat puluh hari empat puluh malam (Kejadian 7:1-5)

Para ahli alkitab menyatakan angka 40 berbicara tentang Transisi. Transisi adalah peralihan dari keadaan tempat, tindakan atau kondisi kepada yang lain.

Read more ...

Ibadah Paskah, 1 April 2018

Tanggal : 1 April 2018
Pembicara : Bpk. Gembala
Ayat Pokok : Lukas 24:1-6

Yesus sudah bangkit dan tidak ada di antara orang-orang mati (Lukas 24:1-6). Hal ini berlaku dan diperhitungkan juga bagi kita, karena kita percaya kepada Allah yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati (Roma 4:23-25).

Roh yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, berkehendak untuk diam di dalam kita (Roma 8:11). Oleh RohNya yang diam di dalam kita, Ia akan membangkitkan dan menghidupkan tubuh kita yang fana ini.

(1 Petrus 2:24) Yesus telah memikul dosa-dosa kita di atas kayu salib. Oleh bilur-bilurNya kita disembuhkan. Allah rindu untuk bekerja dalam kehidupan kita sehingga kita menikmati kuasa kebangkitan Yesus.

Read more ...

Ibadah Pelprip, 22 Maret 2018

Tanggal : 22 Maret 2018
Pembicara : Bpk. Timotius Liong
Ayat Pokok : 2 Petrus 1:6
Tema : Penguasaan Diri

Penguasaan diri dalam 2 Petrus 1:6 terjemahan King James Version menggunakan kata temperance yang berarti matang / dewasa. Penguasaan diri dalam 2 Petrus 1 adalah langkah ketiga setelah iman, kebajikan dan pengetahuan. Penguasaan diri kita seringkali diuji pada kondisi yang tiba-tiba/mendadak

Penguasaan diri juga merupakan salah satu dari buah-buah Roh. Dalam 1 Yoh 2:12-16, kita diingatkan bahwa ketika kita beriman dan percaya, dosa kita diampuni oleh karena NamaNya. Namun semua keinginan mata dan keinginan daging bukan berasal dari Allah tapi dari dunia.

Read more ...

INFORMASI IBADAH RUTIN

KOMSEL DOA

  • Senin, 16 Apr 2018 di rumah Oma Anna, VMM
  • Rabu, 18 Apr 2018 di rumah Ibu Aling, Gading Serpong
  • Kamis, 19 Apr 2018 di rumah ibu Ester, Alam Sutera, dan di rumah ibu Agung, BSD

IBADAH KAUM WANITA

  • Selasa, 17 Apr 2018 di Gereja
DOA PUASA
  • Selasa, 17 Apr 2018 di Gereja
IBADAH RAYON
  • Jumat,, 20 Apr 2018 pkl 19:30 di Kel. Eko Sumitro, VMM

NB : Untuk Alamat Lengkap Bisa dilihat di Warta Jemaat / Hubungi Sekretariat Gereja

 

 
INFORMASI TAMBAHAN

PELAYANAN SOSIAL

 

Menerima Pakaian Layak Pakai untuk disalurkan kepada yang membutuhkan. Pakaian dikumpulkan di Sekretariat. Tuhan Memberkati.