Tanggal : 18 Feb 2018
Pembicara : Bpk. Bondan Abraham
Ayat Pokok : Efesus 4:3

Di zaman Paulus, kota Efesus adalah koloni Romawi yang dijadikan ibu kota Asia. Karena itu, di kala itu kota Efesus merupakan kota pelabuhan yang sangat sibuk. Kota ini juga menjadi pusat penyembahan dewa arthemis. Namun pelayanan Paulus membawa banyak penduduk Efesus yang bertobat dan percaya kepada Yesus. Mereka berasal dari latar belakang bangsa dan budaya yang berbeda-beda, terutama yang berlatar belakang Yahudi dan Non Yahudi.

Paulus menasehatkan mereka untuk hidup dalam kesatuan roh dan berpadanan sebagai anak Allah, lepas dari latar belakang dan budaya mereka yang beragam. Untuk menjaga hal ini, Paulus menghimbau mereka untuk rendah hati, lemah lembut dan sabar (Efesus 4:2).

Sebagaimana Allah Bapa, Yesus dan Roh Kudus adalah satu, maka jemaat juga harus menjaga kesatuan Roh. Jemaat harus berusaha untuk memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera (Efesus 4:3)

Di masa kini, seharusnya sudah tidak ada lagi sekat-sekat di dalam gereja. Namun kenyataannya, seringkali masih ditemukan kubu-kubu di dalam gereja.

(Yoh 3:1-8) Nikodemus adalah seorang Farisi, komunitas yang dikenal sangat fanatik untuk menegakkan hukum Taurat, seperti “polisi agama” di zaman Yesus. Nikodemus datang kepada Yesus untuk berdiskusi. Yesus merujuk Yehezkiel 36:25-27 dan bebicara tentang kelahiran kembali. Nikodemus yang dikenal sebagai guru agama, belum mengerti bedanya antara kelahiran di dalam daging dan kelahiran di dalam roh.

Saat ada perpecahan di dalam gereja, akan sulit untuk memelihara kesatuan roh dalam ikatan damai sejahtera, bila kita masih belum lahir baru dan masih memandang segala sesuatu dari sisi kedagingan.

(Matius 28:11-15) Dusta yang sengaja disebarkan atau hoax sudah ada saat kematian Yesus. Untuk mematahkan hoax, Yesus mengandalkan persatuan dan kesatuan jemaat. Ia menampakkan diri kepada murid-muridNya, menguatkan mereka dan menurunkan Roh Kudus.

(Galatia 5:24-26) Kita perlu menyalibkan keinginan daging agar kita dapat lahir baru di dalam Roh.

Damai sejahtera yang mengikat kesatuan Roh, tidak akan datang dengan sendirinya. Kita harus aktif mengusahakannya dengan terlebih dahulu melakukan hal-hal yang mendatangkan damai sejahtera bagi sesama kita (Matius 5: 9).

Amin, Tuhan Yesus memberkati.



Ibadah Umum, 7 Oktober 2018

Tanggal : 7 Oktober 2018
Pembicara : Bpk. Gembala
Ayat Pokok : Matius 16:13-20

Ketika Yesus bertanya kepada murid-muridNya apa kata orang mengenai Anak Manusia, murid-muridNya menjawab, ada yang mengatakan Yohanes Pembaptis, Elia, Yeremia dan salah seorang dari para nabi (Matius 16:14). Yesus kemudian berkata tentang jemaat yang akan didirikan di atas batu karang. Perkembangan gereja / jemaat tergantung dari apa yang dilepaskan dan apa yang diikat (Matius 16:19).

Yohanes Pembaptis mengikat pelayanannya hanya sebatas penginjilan dan pertobatan, sampai kepada baptisan air. Oleh karena itu, murid-muridnya tidak mengenal Roh Kudus. Dalam pelajaran tabernakel, pelayanan Yohanes Pembaptis hanya sampai di pelataran.

Read more ...

Ibadah Umum, 30 September 2018

Tanggal : 30 September 2018
Pembicara : Pdt. Yos Hartono
Ayat Pokok : Kejadian 1:1

(Kej 1:1) Alkitab diawali dengan ayat yang merupakan pernyataan bahwa Allah adalah yang pertama dan awal mula segalanya. Allah kemudian menciptakan langit, bumi dan segenap isinya. Semua boleh ada, karena ada yang menciptakan, ada yang menata, yaitu Allah. Karena itu, hanya Allah yang harus kita utamakan, bukan ciptaanNya. Semua ciptaan, seberapapun berharganya, tidak akan ada tanpa Allah.

(Kej 1:28-29) Semua yang ada di bumi dihadirkan Allah untuk memfasilitasi kebutuhan kita, bukan untuk diutamakan atau disembah. Jangan lupa bahwa yang utama adalah Allah. Hanya Allah yang patut disembah, diutamakan dan menjadi sumber pengharapan kita.

Read more ...

Ibadah Pelprip, 13 September 2018

Tanggal : 9 Agustus 2018
Pembicara : Bpk. Bondan Abraham
Ayat Pokok : Ibrani 11:30-40

Yosua taat mengikuti perintah Allah mengelilingi tembok Yerikho, sehingga tembok itu runtuh (Ibr 11:30). Setelah Yosua dan bangsa Israel menang pertempuran di Yerikho dan Ai, mereka menjadi terlalu percaya diri, sehingga mereka mengambil keputusan sendiri tanpa bertanya kepada Tuhan (Yosua 9:1-15).

Dalam kehidupan kita, seringkali iman kita terganggu oleh kepercayaan tinggi yang terlalu tinggi sehingga kita lupa mengikut-sertakan Tuhan dalam keputusan kita.

Read more ...

INFORMASI IBADAH RUTIN

KOMSEL DOA

  • Senin,15 Okt 2018 di rumah ibu Merci Engka, Villa Melati Mas
  • Rabu, 17 Okt 2018 di rumah ibu Sherly Z, Lippo Karawaci
  • Kamis, 18 Okt 2018 di rumah ibu Ruthy, Nusa Loka BSD, dan di rumah ibu Dewi, Alam Sutera

IBADAH KAUM WANITA

  • Selasa, 16 Okt 2018 di Gereja
DOA PUASA
  • Selasa, 16 Okt 2018 di Gereja
IBADAH RAYON
  • Jumat,, 19 Okt 2018 pukul 19.30 di rumah Kel. Hardi Rita, Villa Melati Mas

NB : Untuk Alamat Lengkap Bisa dilihat di Warta Jemaat / Hubungi Sekretariat Gereja

 

 
INFORMASI TAMBAHAN

PELAYANAN SOSIAL

 

Menerima Pakaian Layak Pakai untuk disalurkan kepada yang membutuhkan. Pakaian dikumpulkan di Sekretariat. Tuhan Memberkati.