Tanggal : 25 Feb 2018
Pembicara : Bpk. Gembala
Ayat Pokok : Kejadian 6:1-7

Pada zaman Nuh, umat manusia bertambah banyak secara signifikan. Dunia dikuasai oleh anak-anak manusia, dan bukan oleh anak-anak Allah. Sehingga, kondisi rohani di masa itu mengalami kemunduran dan menimbulkan penyesalan Allah telah menciptakan manusia (Kej 6:1-7)

Beberapa kondisi yang terjadi di zaman Nuh juga terjadi di masa kini. Banyak pernikahan terjadi tanpa memperhatikan hal-hal rohani, dan tidak lagi mempertimbangkan bibit, bebet dan bobot.

Saat memasuki pernikahan dengan pemberkatan nikah, anak-anak Tuhan berada di bawah hukum Tuhan. Saat mencatatkan pernikahan di catatan sipil, pernikahan tersebut berada di bawah hukum manusia. Selain hukum Allah dan hukum manusia, masih ada hukum yang lebih utama, yaitu kasih. Pernikahan harus didasari oleh kasih kepada Tuhan.

Nuh mendapat kasih karunia dari Allah, yaitu Nuh, istri, anak-anak dan istri anak-anaknya (Kejadian 6:8-22)

Banyak anak-anak Tuhan saat ini merasa puas memiliki mezbah di dalam keluarganya. Namun yang lebih penting ialah, apakah Tuhan tinggal dalam mezbah keluarga kita ?

(Yohanes 4:1-15) Karunia Allah ialah mengenal siapa Yesus. Kita meminta, menerima, minum, dan kasih itu menjadi mata air yang terus menerus memancar sampai hidup yang kekal.

(Yohanes 4:19-26) Saatnya akan tiba, kita menyembah Bapa bukan di gunung (jasmani), bukan di Yerusalem (gedung gereja / hieron), tetapi menyembah Allah dalam roh dan kebenaran (Naos)

(Yohanes 4:24) Allah itu Roh. Barangsiapa menyembah Allah Bapa, harus menyembah dalam roh dan kebenaran. Allah = Roh + Yesus / Air Hidup = Firman. roh (r kecil) tidak mungkin bisa bertemu dengan Roh tanpa dipenuhi Roh Kudus.

Di zaman Nuh, Nuh beserta keluarga masuk ke dalam bahtera (Kejadian 6:18). Efesus 5:22-33 berbicara tentang pernikahan gereja dengan Kristus. Kepala keluarga sebagai Imam bertanggung jawab untuk membawa keluarga kita masuk dalam Pernikahan Gereja.

(Kejadian 6:21) Nuh diperintahkan Tuhan untuk membawa apa yang dapat dimakan ke dalam bahtera. Perintah Tuhan untuk memelihara kehidupan Nuh dan keluarga. Di dalam Yohanes 4:31-34, Yesus menyatakan bahwa makanan kita adalah melakukan / menyelesaikan kehendak Bapa, yaitu menyembah dalam Roh dan Kebenaran.

(Kejadian 6:1-2) Kondisi rohani anak-anak Allah di zaman Nuh mengalami kemunduran / kemerosotan. (Matius 24:37-38) Di masa sekarang, akan terjadi hal yang sama :
  1. Mengabaikan rohani dalam pernikahan
  2. Mengiring dan melayani Tuhan secara jasmani (Wahyu 3:14-18: Jemaat Laodekia)
  3. Tidak percaya / mengabaikan Firman Tuhan
Di zaman Nuh, manusia mengabaikan Tuhan, sampai air bah itu datang (Matius 24:39). Di zaman gereja, banyak manusia menyembah Allah yang tidak dikenal (Yohanes 4:22). Hal ini akan terus berlangsung sampai kedatangan Anak Manusia (Matius 24:39B), yaitu sampai Gereja disingkirkan (Matius 24:40-41)

Hanya mereka yang memasuki Gereja Sempurna yang akan memasuki Pernikahan Gereja. Dan hanya yang memasuki Pernikahan Gereja yang akan masuk ke dalam Gereja yang disingkirkan.

(Yohanes 10:1-16) Gembala upahan dan Gembala yang menggembalakan ada dalam satu kawanan dengan satu gembala dalam satu kandang. Berbeda dengan gembala upahan, gembala yang menggembalakan bertanggung jawab terhadap domba-dombanya. Domba akan mengenal suara gembalanya. Karena itu, gembala harus satu suara dalam menggembala domba-dombanya.

Amin, Tuhan Yesus memberkati.



Ibadah Umum, 10 Juni 2018

Tanggal : 10 Juni 2018
Pembicara : Bpk. Gembala
Ayat Pokok : Amsal 3:1-2
Tema : Sejahtera


(Amsal 3:1-2) Panjang umur dan lanjut usia serta sejahtera akan ditambahkan kepada kita bila kita tidak melupakan ajaran Tuhan dan memelihara perintah Tuhan. Kata sejahtera dalam bahasa Ibrani tertulis Shalowm, dalam bahasa Inggris diartikan sebagai Completeness, Welfare, Health, Prosperity. Saat kita hidup sejahtera, kita akan menikmati keselamatan, kesehatan, kekayaan dan kelengkapan.

Kekayaan akan kita peroleh ketika kita memuliakan Tuhan dengan harta kita, dan dengan penghasilan pertama dari segala usaha kita (Amsal 3:9-10,16). Kesehatan akan menjadi bagian kita ketika kita hidup takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan (Amsal 3:8).

Read more ...

Ibadah Umum, 3 Juni 2018

Tanggal : 3 Juni 2018
Pembicara : Bpk. Gembala
Ayat Pokok : Matius 3:7-12


(Matius 3:7-12) Ketika Yohanes Pembaptis membaptis di sungai Yordan, ia berbicara kepada orang Farisi dan orang Saduki. Mereka adalah orang-orang yang sangat mengenal Taurat, namun tidak berbuah dalam kehidupan nyata. Yohanes berkata kapak dan alat penampi telah tersedia untuk mereka.

Apa yang disampaikan Yohanes Pembaptis, sama dengan yang disampaikan Yesus (Yohanes 15:1-6). Yesus berkata barangsiapa yang tidak tinggal di dalam Dia, akan menjadi kering, lalu dibuang dan dicampakkan ke dalam api.

Yesus juga memperingatkan kita untuk berhati-hati terhadap nabi-nabi palsu. Mereka terlihat seperti domba, padahal mereka adalah serigala yang buas. Kita dapat melihat dan mengenal mereka dari buahnya. (Matius 7:15-23)

Read more ...

Ibadah Pelprip, 24 Mei 2018

Tanggal : 24 Mei 2018
Pembicara : Bpk. Timotius Liong
Ayat Pokok : 2 Petrus 1:7
Tema : Phileo - Kasih antara Saudara Seiman

Dalam alkitab terjemahan King James Version, kasih antara saudara seiman menggunakan kata Brotherly Kindness. Sedangkan dalam bahasa Yunani menggunakan kata Philadelphian atau Phileo.

Ada empat jenis kasih dalam bahasa Yunani :
  1. Storge : Kasih antara orang tua - anak ( ada pertalian darah )
  2. Eros : Kasih antara pria dan wanita , ada unsur erotis
  3. Phileo : Kasih antara sesama manusia ( tidak ada hubungan darah )
  4. Agape : Kasih tanpa pamrih
Dalam Alkitab ditemukan kasih Phileo dan Agape

Kasih terhadap saudara-saudara / Phileo dapat didefinisikan menjadi kesalehan yang diimplementasikan kepada saudara seiman kita sebagai sesama manusia.. Ada rasa persaudaraan diantara sesama kita. Point pentingnya adalah bagaimana kasih phileo ini dapat kita terapkan, karena ini adalah salah satu langkah yang harus ditambahkan kepada iman kita. Pada akhirnya kita harus menambahkan kepada iman kita dengan kasih Agape.

Read more ...

INFORMASI IBADAH RUTIN

KOMSEL DOA

  • Senin, 18 Juni 2018 DILIBURKAN
  • Rabu, 20 Juni 2018 DILIBURKAN
  • Kamis, 21 Juni 2018 DILIBURKAN

IBADAH KAUM WANITA

  • Selasa, 19 Juni 2018 DILIBURKAN
DOA PUASA
  • Selasa,19 Juni 2018 DILIBURKAN
IBADAH RAYON
  • Jumat,, 22 Juni 2018 DILIBURKAN

NB : Untuk Alamat Lengkap Bisa dilihat di Warta Jemaat / Hubungi Sekretariat Gereja

 

 
INFORMASI TAMBAHAN

PELAYANAN SOSIAL

 

Menerima Pakaian Layak Pakai untuk disalurkan kepada yang membutuhkan. Pakaian dikumpulkan di Sekretariat. Tuhan Memberkati.