Tanggal : 4 Maret 2018
Pembicara : Bpk. Gembala
Ayat Pokok : Yohanes 2:13-17

Ada tertulis, cinta untuk rumahMu menghanguskan Aku (Yoh 2:17). Yesus marah saat melihat rumah Tuhan dijadikan tempat berjualan. Peristiwa yang terjadi dalam Yoh 2:13-17 berjalan terus hingga kini. Korban-korban diperjual-belikan tidak sesuai dengan prinsip firman Allah. Korban yang bercela dan tidak sempurna, diterima oleh para Imam menjadi korban yang seharusnya tidak bercela.

Allah tidak pernah berhitung dengan kita. AnakNya yang tunggal saja rela dikorbankan untuk menyelamatkan kita (Roma 8:31-32). Kita ditebus bukan dengan barang yang fana seperti emas atau perak, tapi oleh darah yang sangat mahal. Darah Yesus yang tidak bernoda, tidak bercacat cela. Penebusan hanya dapat terjadi melalui pengorbanan, dengan darah yang tercurah.

Kasih Karunia Tuhan kita Yesus Kristus memungkinkan Ia menjadi miskin, agar kita menjadi kaya (2 Kor 8:9). Kaya akan firman, kaya akan kasih, kaya akan kuasa. Kekayaan yang luar biasa itu diberikan melalui Roh Kudus. Alangkah malangnya apabila kita yang telah percaya dan diselamatkan, tidak menikmati kekayaan itu. Semua itu diberikan dengan cuma-cuma dan bukan karena hasil usaha kita.

Dalam Kejadian 14:17-20, persepuluhan pertama kali dipersembahkan oleh Abraham kepada Melkisedek. Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya Peristiwa ini terjadi sebelum zaman Taurat. Melkisedek adalah raja Salem dan juga Imam, dia tidak bersilsilah, tidak berayah dan tidak beribu dan menjadi imam selama-lamanya (Ibrani 7:1 -4). Melkisedek melambangkan Yesus sendiri.

Ishak melakukan seperti yang dilakukan ayahnya Abraham (Kejadian 26:12-14). Maka Tuhan memberkati Ishak sehingga Ishak menjadi kaya, tambah kaya, bahkan sangat kaya. Begitu pula dengan Yakub (Kejadian 28:20-22), ia berjanji bahwa dari segala sesuatu yang Allah berikan kepadanya akan selalu dipersembahkan sepersepuluhnya kepada Allah.

Seperti Abraham, Ishak dan Yakub, kita harus menjadikan persepuluhan menjadi gaya hidup kita. Kita memberikannya karena persepuluhan bukanlah milik kita, melainkan milik Tuhan.

Tuhan adalah Allah orang hidup, bukan Allah orang mati (Matius 22:32). Ketika Abraham hidup, maka janji Allah diberikan kepada Abraham. Begitu pula kepada Ishak dan Yakub, janji Allah diberikan saat mereka masih hidup. Hal inipun berlaku bagi kita kini sebagai anak-anak Abraham yang masih hidup. Saat kita melakukan seperti Abraham, maka janji Allah kepada Abraham juga berlaku kepada kita

Persepuluhan kita berikan ke rumah Tuhan. Tempat di mana kita beribadah dan mendapatkan berkat, dan bukan diberikan ke mana-mana (Ulangan 14:22-23a).

Cinta untuk rumahMu menghanguskan aku, dipraktekkan oleh ibu janda yang memberikan seluruh nafkahnya kepada Tuhan (Lukas 21:1-4). Kepada orang yang melakukan hal itu, Tuhan akan bekerja menggenapi janjiNya.

Raja Daud karena kecintaanya kepada rumah Tuhan, mempersembahkan emas perak dan barang berharga lainnya untuk pembangunan rumah Allah (1 Tawarikh 29:1-9). Ia memberikannya bukan untuk manusia melainkan untuk Allah (ayat 1). Karena cintanya kepada Rumah Tuhan, Daud bahkan memberikan tambahan persembahan dari milik pribadinya (ayat 3).

Bangsa Israel mengikuti apa yang dilakukan Daud, dan bangsa itu bersuka-cita karena kerelaan mereka masing-masing dengan persembahan sukarela mereka kepada Tuhan (ayat 9)

Daud menyatakan bahwa segala sesuatu datang dari Tuhan. (Pengkhotbah 6:1-2) Tidak salah kita menikmati berkat Tuhan, tapi janganlah kita melupakan Tuhan yang memberikan semuanya itu.

Lukas 12:16-21 adalah contoh bagi orang yang hanya mencintai diri sendiri. Bagi orang seperti itu, warisan menjadi masalah bagi keluarga yang ditinggalkan.(Lukas 12:13-15)

Amin, Tuhan Yesus memberkati.