Tanggal : 11 Maret 2018
Pembicara : Bpk. Gembala
Ayat Pokok : Kejadian 37:5-11

Mimpi Yusuf membuat iri saudara-saudaranya. Namun Yakub ayahnya menyimpan hal itu dalam hatinya (Kejadian 37:11). Yakub menaruh pengharapan besar kepada Yusuf. Yakub sangat mengasihi Yusuf dan sangat berduka ketika mendapat kabar yang direkayasa saudara-saudaranya, seolah-olah Yusuf telah mati diterkam binatang buas (Kejadian 37:31-35). Yakub kelihalangan pengharapan dan berkabung berhari-hari.

Ketika bertahun-tahun kemudian Yakub mendapatkan kabar bahwa Yusuf masih hidup dan menjadi penguasa di Mesif, hati Yakub tetap dingin karena tidak dapat mempercayainya (Kejadian 45:25).

Hal yang sama seringkai terjadi pada kita. Setelah sekian lama kita menunggu penggenapan janji Tuhan yang belum tergenapi, iman kita menjadi dingin. Bahkan ketika kita mendengar kabar baik penggenapan janji Tuhan itu, kita tetap tidak mempercayainya.

Yakub baru percaya setelah melihat kereta kuda yang dikirim Yusuf untuk menjemputnya (Kejadian 45:27). Iman seperti ini sering disebut Iman Thomas, yang baru percaya setelah melihat bukti.

Dalam kehidupan kita, sering kali kita mengalami kondisi yang sangat berbeda dengan janji Tuhan yang kita terima. Sebelum menjadi penguasa di Mesir, Yusuf mengalami saat-saat yang sulit ketika ia dijual menjadi budak, difitnah istri Potifar dan harus dipenjara bertahun-tahun.

Hal yang sama terjadi juga di zaman Perjanjian Baru (Yohanes 11:1-5). Maria dan Martha mempunyai pengharapan besar bahwa Yesus akan menyembuhkan Lazarus. Yesus sendiri berfirman bahwa penyakit Lazarus tidak akan membawa kepada kematian, tapi akan menyatakan kemuliaan Allah. Namun kenyataannya Lazarus harus mati. Ketika kemudian Yesus datang, Maria tidak menemuiNya.

Yesus berkata kepada murid-muridNya, akan lebih baik Yesus datang terlambat, agar kemuliaan Allah dinyatakan (Yohanes 11:11-15). Saat kemudian Yesus datang dan Lazarus dibangkitkan, banyak orang bertobat dan menjadi percaya karena mujizat ini (Yohanes 11:33-44). Iman Maria dan Martha juga bertumbuh lebih dewasa. Tanpa kematian Lazarus, tidak ada pertumbuhan iman dan tidak ada jiwa-jiwa baru yang diselamatkan.

Saat mengabaikan kerohanian, kita akan menghadapi berbagai masalah. Ketika orang Israel mengabaikan rumah Tuhan, mereka harus mengalami berbagai kondisi yang tidak baik (Hagai 1:1-11). Segala usaha yang dilakukan tidak menghasilkan. Dalam keadaan seperti itu mereka tidak berbalik namun mempertanyakan berkat Tuhan secara jasmani yang tidak mereka alami (Mazmur 73:1-9). Bahkan banyak orang kemudian mengikuti orang-orang fasik, karena hanya melihat berkat jasmani yang terlihat dialami orang fasik (Mazmur 73:10-12). Kedewasaan iman mundur dari ruang kudus kembali ke pekarangan. (Wahyu 6:12-17). Akhirnya karena mentah rohaninya, akan berguguran seperti buah ara yang mentah

Agar kita bisa menyelami rencana Allah, iman kita harus bertumbuh menjadi lebih dewasa. Yakinlah janji Tuhan tidak pernah berubah dan Ia setia menggenapi janjiNya.

Amin, Tuhan Yesus memberkati.



Ibadah Umum, 8 Juli 2018

Tanggal : 8 Julii 2018
Pembicara : Bpk. Gembala
Ayat Pokok :Mazmur 139:6

Dalam Mazmur 139:6, Daud mengatakan bahwa pengetahuan tentang Allah terlalu ajaib dan terlalu tinggi baginya.

Di zaman Abraham (2000 SM) hak kesulungan sudah ada, yang merupakan bayangan hak kesulungan bangsa Israel yang jatuh kepada bangsa-bangsa lain (Kejadian 25:29). Sebagaimana bangsa Israel yang menjual hak kesulungan itu dengan menyalibkan Yesus, di zaman sekarang juga banyak anak-anak Tuhan yang menjual hak kesulungan hanya demi hal-hal duniawi.

Read more ...

Ibadah Umum, 1 Juli 2018

Tanggal : 1 Julii 2018
Pembicara : Bpk. Gembala
Ayat Pokok :Keluaran 3:14

Allah mengatakan diriNya Aku adalah Aku (Keluaran 3:14). Aku adalah Aku berbicara tentang Kekekalan. Waktu tidak berlaku bagi Allah. Sebab Ia adalah Alfa dan Omega, yang awal dan yang akhir.

Allah juga Pribadi yang sempurna. Ketika diciptakan oleh Allah, Adam dapat menikmati kesempurnaan di dalam Allah. Namun ketika jatuh ke dalam dosa, hak manusia untuk menikmati kesempurnaan dicabut. Domba disiapkan pada waktu manusia jatuh ke dalam dosa dan disembelih pada hari / tanggal 14 (Kel 12:1-6).

Read more ...

Ibadah Pelprip, 24 Mei 2018

Tanggal : 24 Mei 2018
Pembicara : Bpk. Timotius Liong
Ayat Pokok : 2 Petrus 1:7
Tema : Phileo - Kasih antara Saudara Seiman

Dalam alkitab terjemahan King James Version, kasih antara saudara seiman menggunakan kata Brotherly Kindness. Sedangkan dalam bahasa Yunani menggunakan kata Philadelphian atau Phileo.

Ada empat jenis kasih dalam bahasa Yunani :
  1. Storge : Kasih antara orang tua - anak ( ada pertalian darah )
  2. Eros : Kasih antara pria dan wanita , ada unsur erotis
  3. Phileo : Kasih antara sesama manusia ( tidak ada hubungan darah )
  4. Agape : Kasih tanpa pamrih
Dalam Alkitab ditemukan kasih Phileo dan Agape

Kasih terhadap saudara-saudara / Phileo dapat didefinisikan menjadi kesalehan yang diimplementasikan kepada saudara seiman kita sebagai sesama manusia.. Ada rasa persaudaraan diantara sesama kita. Point pentingnya adalah bagaimana kasih phileo ini dapat kita terapkan, karena ini adalah salah satu langkah yang harus ditambahkan kepada iman kita. Pada akhirnya kita harus menambahkan kepada iman kita dengan kasih Agape.

Read more ...

INFORMASI IBADAH RUTIN

KOMSEL DOA

  • Senin,16 Juli 2018 di rumah ibu Endang A., Villa Melati Mas
  • Rabu, 18 Juli 2018 di rumah ibu Herlin, Gading Serpong
  • Kamis, 19 Juli 2018 di rumah ibu Dewi, Alam Sutera, dan di rumah ibu Agung, BSD

IBADAH KAUM WANITA

  • Selasa, 17 Juli 2018 di Gereja
DOA PUASA
  • Selasa, 17 Juli 2018 di Gereja
IBADAH RAYON
  • Jumat,, 20 Juli 2018 pukul 19:30 DILIBURKAN

NB : Untuk Alamat Lengkap Bisa dilihat di Warta Jemaat / Hubungi Sekretariat Gereja

 

 
INFORMASI TAMBAHAN

PELAYANAN SOSIAL

 

Menerima Pakaian Layak Pakai untuk disalurkan kepada yang membutuhkan. Pakaian dikumpulkan di Sekretariat. Tuhan Memberkati.