Tanggal : 25 Maret 2018
Pembicara : Bpk. Gembala
Ayat Pokok : Wahyu 7:1-3

(Wahyu 7:1-3) Sebelum sangkakala dibunyikan, materai ke-6 harus dibuka, yaitu meterai Allah di dahi / gereja sempurna.

(Matius 25:1-13) Lima gadis yang bijaksana melambangkan gereja sempurna yang masuk ke dalam perjamuan kawin. Sebaliknya, lima gadis yang bodoh tidak masuk ke perjamuan kawin melainkan masuk ke masa 3½ tahun aniaya besar.

Orang-orang yang keluar dari masa aniaya besar akan digembalakan (Wahyu 7:9-17). Mereka akan mengenakan jubah putih dan membawa daun palem di tangannya. Sebelum masa aniaya besar, mereka tidak bersedia digembalakan.

Pernikahan suami-istri melambangkan pernikahan Yesus dengan Gereja (Efesus 5:22-33). Yesus menginginkan semua anggota keluarga masuk ke pernikahan Anak Domba, menjadi gereja sempurna. Untuk itu, semua anggota keluarga harus bersedia menggembalakan dan digembalakan.

Kewajiban orang tua sebagai seorang imam ialah mendidik anggota keluarganya untuk takut akan Tuhan. Selain menggembalakan anggota keluarganya, kita juga harus mau digembalakan oleh Firman yang kita sampaikan sendiri, agar menjadi contoh bagi anak-anak kita. Agar dimanapun kita berada, keluarga kita takut akan Tuhan (Ulangan 6:1-9). Inilah perintah Tuhan yang harus kita taati bila kita ingin keluarga kita diberkati.

Suami / ayah yang takut akan Tuhan dan hidup menurut jalan yang ditunjukanNya, akan menerima janji-janji Allah untuk keluarganya, dan bahagia seumur hidupnya (Mazmur 128:1-6).

(Ulangan 6:8-9) Seorang kepala keluarga harus selalu mendasari hidupnya akan firman Tuhan. Seumur hidupnya, ia dan anak cucunya berpegang pada segala ketetapan, supaya lanjut umurmu (Ulangan 6:1-3).

Dalam Rut 1, Elimelekh memilih untuk meninggalkan Betlehem dan tinggal di Moab. Ia mengabaikan firman Tuhan dan lalai mengajarkan firman Tuhan kepada anak-anaknya. Elimelekh dan kedua anaknya kemudian mati di Moab (Rut 1:3-5).

(Pengkhotbah 11:9-10) Anak-anak muda, berhati-hatilah dengan apa yang dilakukan dan jangan bersedih karena hidup dalam Tuhan. Dalam Rut 1:7-15, Orpa minta diri, meninggalkan Naomi dan Rut, dan kembali kepada allahnya. Orpa memilih kembali kepada bangsanya. Matanya tertuju kepada perkara duniawi.

Mereka yang menolak digembalakan, hidup sebagai seteru salib Kristus. Tuhan mereka ialah perut mereka. Kemuliaan mereka ialah aib mereka. Pikiran mereka tertuju kepada perkara duniawi. Sehingga mereka tidak mengalami kemuliaan dalam tubuh menurut kuasaNya (Filipi 3:17-21).

Hubungan kita dengan keluarga hanya dapat dipisahkan oleh maut (Rut 1:16-17). Rut akhirnya diambil menjadi istri Boas (Rut 4:13). Boas melambangkan Yesus, yang mengambil gereja sempurna menjadi mempelaiNya di pernikahan Anak Domba.

(Rut 1:19-21) Naomi hidup dalam kepahitan. (Wahyu 8:10-11) Ketika sangkakala ketiga, bintang besar jatuh dari langit menimpa 1/3 sungai-sungai / mata air dan membuatnya menjadi pahit. Sungai-sungai melambangkan baptisan Roh Kudus, mata air melambangkan mereka yang sudah lahir baru dan menghasilkan buah-buah Roh. Baptisan Roh Kudus dan lahir baru tidak menjamin seseorang akan masuk ke pernikahan Anak Domba.

(Ulangan 29:18) Janganlah ada anggota keluarga kita yang karena akar pahit beralih kepada allah-allah lain. (Yeremia 23:9-17) Akar pahit menimbulkan kepalsuan rohani.

(Ibrani 12:15) Menjauhkan diri dari kasih karunia Allah akan menimbulkan akar pahit. Akar pahit akan menghasilkan perpecahan dalam tubuh Kristus dan perpecahan dalam keluarga. Pada akhirnya akan menimbulkan kecemaran dengan menjual hak kesulungan. Tanpa hak kesulungan, tidak akan menerima berkat dua kali ganda dan tidak bisa masuk pernikahan Anak Domba.

Amin, Tuhan Yesus memberkati.



Ibadah Umum, 8 Juli 2018

Tanggal : 8 Julii 2018
Pembicara : Bpk. Gembala
Ayat Pokok :Mazmur 139:6

Dalam Mazmur 139:6, Daud mengatakan bahwa pengetahuan tentang Allah terlalu ajaib dan terlalu tinggi baginya.

Di zaman Abraham (2000 SM) hak kesulungan sudah ada, yang merupakan bayangan hak kesulungan bangsa Israel yang jatuh kepada bangsa-bangsa lain (Kejadian 25:29). Sebagaimana bangsa Israel yang menjual hak kesulungan itu dengan menyalibkan Yesus, di zaman sekarang juga banyak anak-anak Tuhan yang menjual hak kesulungan hanya demi hal-hal duniawi.

Read more ...

Ibadah Umum, 1 Juli 2018

Tanggal : 1 Julii 2018
Pembicara : Bpk. Gembala
Ayat Pokok :Keluaran 3:14

Allah mengatakan diriNya Aku adalah Aku (Keluaran 3:14). Aku adalah Aku berbicara tentang Kekekalan. Waktu tidak berlaku bagi Allah. Sebab Ia adalah Alfa dan Omega, yang awal dan yang akhir.

Allah juga Pribadi yang sempurna. Ketika diciptakan oleh Allah, Adam dapat menikmati kesempurnaan di dalam Allah. Namun ketika jatuh ke dalam dosa, hak manusia untuk menikmati kesempurnaan dicabut. Domba disiapkan pada waktu manusia jatuh ke dalam dosa dan disembelih pada hari / tanggal 14 (Kel 12:1-6).

Read more ...

Ibadah Pelprip, 24 Mei 2018

Tanggal : 24 Mei 2018
Pembicara : Bpk. Timotius Liong
Ayat Pokok : 2 Petrus 1:7
Tema : Phileo - Kasih antara Saudara Seiman

Dalam alkitab terjemahan King James Version, kasih antara saudara seiman menggunakan kata Brotherly Kindness. Sedangkan dalam bahasa Yunani menggunakan kata Philadelphian atau Phileo.

Ada empat jenis kasih dalam bahasa Yunani :
  1. Storge : Kasih antara orang tua - anak ( ada pertalian darah )
  2. Eros : Kasih antara pria dan wanita , ada unsur erotis
  3. Phileo : Kasih antara sesama manusia ( tidak ada hubungan darah )
  4. Agape : Kasih tanpa pamrih
Dalam Alkitab ditemukan kasih Phileo dan Agape

Kasih terhadap saudara-saudara / Phileo dapat didefinisikan menjadi kesalehan yang diimplementasikan kepada saudara seiman kita sebagai sesama manusia.. Ada rasa persaudaraan diantara sesama kita. Point pentingnya adalah bagaimana kasih phileo ini dapat kita terapkan, karena ini adalah salah satu langkah yang harus ditambahkan kepada iman kita. Pada akhirnya kita harus menambahkan kepada iman kita dengan kasih Agape.

Read more ...

INFORMASI IBADAH RUTIN

KOMSEL DOA

  • Senin,16 Juli 2018 di rumah ibu Endang A., Villa Melati Mas
  • Rabu, 18 Juli 2018 di rumah ibu Herlin, Gading Serpong
  • Kamis, 19 Juli 2018 di rumah ibu Dewi, Alam Sutera, dan di rumah ibu Agung, BSD

IBADAH KAUM WANITA

  • Selasa, 17 Juli 2018 di Gereja
DOA PUASA
  • Selasa, 17 Juli 2018 di Gereja
IBADAH RAYON
  • Jumat,, 20 Juli 2018 pukul 19:30 DILIBURKAN

NB : Untuk Alamat Lengkap Bisa dilihat di Warta Jemaat / Hubungi Sekretariat Gereja

 

 
INFORMASI TAMBAHAN

PELAYANAN SOSIAL

 

Menerima Pakaian Layak Pakai untuk disalurkan kepada yang membutuhkan. Pakaian dikumpulkan di Sekretariat. Tuhan Memberkati.