Tanggal : 30 Maret 2018
Pembicara : Bpk. Gembala
Ayat Pokok : Ulangan 6:1-9

(Ulangan 6:1-9) Firman Tuhan harus menjadi lambang di dahimu, di pergelangan tanganmu, dan di tiang pintu rumah dan pintu gerbangmu. Lambang di dahi telah digenapi Tuhan Yesus ketika sebelum Ia disalibkan, Ia mengenakan mahkota duri di kepalaNya (Markus 15:17). Ketika Ia disalibkan, tangan dan kakinya di paku ke salib. Yesus sudah menggenapi Ulangan 6:1-9 menjadi bagian anak-anak Tuhan.

Yesus mengorbankan hidupNya untuk melaksanakan misi dari Allah Bapa. Yesus menggantikan kita menerima konsekuensi dosa (Yesaya 53:1-12). Yesus telah memikul semuanya di kayu salib, agar berkat Abraham dapat sampai kepada kita (Galatia 3:13-14)

(Galatia 3:24-29) Hukum Taurat adalah penuntun bagi kita. Yesus menjadi alat Tuhan menyambung kembali hubungan kita dengan Allah. Ketika pengorbanan Yesus digenapi, kita tidak lagi hidup di bawah hukum Taurat, melainkan di bawah hukum kasih. Dengan baptisan Roh Kudus, kita mengenakan Kristus. Semua yang mengenakan Kristus berhak menjadi milik Kristus. Melalui berkat Abraham, kita berhak menerima janji Allah.

Tanpa salib Kristus, berkat Abraham tidak menjadi bagian kita. Kita akan menerima berkat Abraham melalui:

1. Kasih (1 Korintus 13:13)
Melalui kasih, kita menjadi milik Kristus. Dari 4 tingkatan kasih yaitu kasih Eros, Storge, Phillio dan Agape, kita akan menerima janji Allah kepada Abraham melalui salib Kristus apabila kita memiliki kasih Agape, yaitu kasih yang tulus tanpa pamrih.

2. Firman Tuhan (Matius 13:10-23)
Kita akan menerima berkat Abraham apabila kita menerima firman Allah di tanah hati yang keempat, yaitu tanah yang baik sehingga benih yang ditabur akan tumbuh dan berbuah lebat.

3. Roh Kudus (Yehezkiel 47:1-12)
Kita akan menerima berkat Abraham apabila kita sudah bertolak 4000 hasta ke tengah sungai sehingga kita tenggelam di dalam air yang melambangkan Roh Kudus.

Salah satu janji Allah kepada Abraham, adalah keberhasilan dalam segala sesuatu yang kita kerjakan, asalkan kita tidak berjalan menurut jalan orang fasik (Mazmur 1:1). Dalam menjalankan semuanya itu, kita harus menggunakan hikmat dari Tuhan (Yesaya 53:11).

Saat Yesus disalibkan, lambungNya ditikam oleh tombak (Yohanes 19:34). Dalam bahasa Grika, kata lambung menggunakan kata yang berarti sama dengan rusuk. Dalam Kejadian 2:20-24, Hawa diciptakan dari rusuk Adam. Melalui tulang rusuk, Allah menciptakan wanita dan membentuk keluarga pertama. Yesus sudah menerima penderitaan lambungNya ditikam, agar keluarga anak-anak Tuhan tidak terpecah atau berpisah dan tetap harmonis.

Yesus membuat mujizatnya yang pertama dengan menolong pernikahan di Kana (Yohanes 2:1-11). Yesus memulihkan keluarga yang sudah kekurangan, bahkan kehabisan anggur. Anggur berbicara tentang kasih, keharmonisan dan kemanisan dalam rumah tangga.

Dalam Ayub 42:1-6, Ayub mengakui kepada Allah :

1. Tidak ada rencana Allah yang gagal.
Rencana Allah yang indah atas keluarga kita tidak akan gagal, sepanjang kita hidup seturut firman Allah

2. Ayub mencabut perkataannya kepada Allah.
Ayub mencabut kata-kata negatif yang sempat ia ucapkan ketika berada di tengah-tangah percobaan. Dalam kehidupan keluarga kita, mari kita mencabut semua kata-kata negatif yang kita ucapkan kepada pasangan dan orang-orang yang kita kasihi.

Amin, Tuhan Yesus memberkati.



Ibadah Umum, 9 September 2018

Tanggal : 9 September 2018
Pembicara : Bpk. Gembala
Ayat Pokok :Kejadian 4:1-5

(Kejadian 4:1-5) Ada dua jenis korban yang dipersembahkan Kain & Habel. Korban dari Kain tidak diindahkan Tuhan, sedangkan korban dari Habel diindahkan Tuhan.

Korban yang Tidak Diindahkan Tuhan

1. Ibadah yang Tidak Berkenan (Yesaya 1:10-20)
Ibadah yang tidak berkenan di hadapan Tuhan adalah ibadah yang tidak berbuah, tidak mengubah kehidupan kita. Ibadah dan korban kita akan diterima bila kita bertobat dan mau mengubah kehidupan kita menjadi berkenan di hadapan Tuhan.

Read more ...

Ibadah Umum, 2 September 2018

Tanggal : 9 September 2018
Pembicara : Bpk. Gembala
Ayat Pokok :Matius 18:18

(Kejadian 4:1-5) Habel menjadi lambang dari korban, karena Allah tidak ingin kutukan itu terus berjalan. Habel membersembahkan korban yang diindahkan Tuhan, yaitu anak sulung dari ternaknya. Anak sulung berbicara tentang korban Yesus.

Yesus telah menerima kutuk dari dosa di atas kayu salib, sehingga kita telah bebas dari kutuk akibat dosa (Galatia 3:13-14). Ketika kita percaya kepada Yesus, kita dibebaskan dari segala kutuk. Dengan kematian Yesus, hukum kutuk telah diubahkanNya menjadi hukum berkat .

Read more ...

Ibadah Pelprip, 13 September 2018

Tanggal : 9 Agustus 2018
Pembicara : Bpk. Bondan Abraham
Ayat Pokok : Ibrani 11:30-40

Yosua taat mengikuti perintah Allah mengelilingi tembok Yerikho, sehingga tembok itu runtuh (Ibr 11:30). Setelah Yosua dan bangsa Israel menang pertempuran di Yerikho dan Ai, mereka menjadi terlalu percaya diri, sehingga mereka mengambil keputusan sendiri tanpa bertanya kepada Tuhan (Yosua 9:1-15).

Dalam kehidupan kita, seringkali iman kita terganggu oleh kepercayaan tinggi yang terlalu tinggi sehingga kita lupa mengikut-sertakan Tuhan dalam keputusan kita.

Read more ...

INFORMASI IBADAH RUTIN

KOMSEL DOA

  • Senin, 17 September 2018 di rumah ibu Yunita, Villa Melati Mas
  • Rabu, 19 September 2018 di rumah ibu Lydia, Gading Serpong
  • Kamis, 20 September 2018 di rumah ibu Henny, BSD, dan di rumah ibu Dewi, Alam Sutera

IBADAH KAUM WANITA

  • Selasa, 18 September 2018 di Gereja
DOA PUASA
  • Selasa, 18 September 2018 di Gereja
IBADAH RAYON
  • Jumat,, 21 September 2018 pukul 19:30 di rumah Kel. Eko Sumitro, Villa Melati Mas

NB : Untuk Alamat Lengkap Bisa dilihat di Warta Jemaat / Hubungi Sekretariat Gereja

 

 
INFORMASI TAMBAHAN

PELAYANAN SOSIAL

 

Menerima Pakaian Layak Pakai untuk disalurkan kepada yang membutuhkan. Pakaian dikumpulkan di Sekretariat. Tuhan Memberkati.