Print
Category: Ibadah Umum
Hits: 255
Tanggal : 8 April 2018
Pembicara : Bpk. Gembala
Ayat Pokok : Kejadian 7:1-5

Pada zaman Adam, Adam dan ciptaan Allah lainnya ditempatkan di taman Eden. Allah mengambil tulang rusuk Adam saat ia tertidur, dan menciptakan Hawa dari tulang rusuk Adam. Namun Iblis tidak mau manusia menikmati Taman Eden dalam kesempunaan, sehingga iblis menyerupai ular dan menggoda Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa (Kejadian 3:1-7)

Pada zaman Nuh, ia diperintahkan Allah untuk masuk ke dalam bahtera bersama seisi rumahnya. Nuh melakukan tepat seperti yang diperintahkan Allah. Kemudian hujan turun selama empat puluh hari empat puluh malam (Kejadian 7:1-5)

Para ahli alkitab menyatakan angka 40 berbicara tentang Transisi. Transisi adalah peralihan dari keadaan tempat, tindakan atau kondisi kepada yang lain.

(Kejadian 50:1-5) Jenazah Yakub dirempahi selama empat puluh hari lamanya. Angka empat puluh melambangkan peralihan dari dunia ke sorga.

(Keluaran 24:12-18) Musa berada di atas gunung Sinai selama empat puluh hari empat puluh malam, dan ia penuh kemuliaan Allah. Angka empat puluh di sini melambangkan transisi kepada kemuliaan Tuhan. Musa berpuasa selama empat puluh hari empat puluh malam di atas gunung Sinai dan Musa turun dengan penuh kemuliaan Tuhan (Keluaran 34:27-29).

Kemuliaan Tuhan dinyatakan di atas gunung. Bila Musa tetap tinggal di kaki gunung, ia tidak akan mengalami kemuliaan Tuhan. Hal ini juga berlaku bagi kita sekarang ini. Untuk mengalami kemuliaan Tuhan, kita tidak bisa hanya tinggal di “kaki gunung”. Dalam Tabernakel, kita harus masuk lebih dalam, jangan hanya di pekarangan saja, tapi harus masuk ke ruang kudus dan ruang maha kudus..

Dalam zaman Perjanjian Baru, Yesus melayani selama tiga setengah tahun sebelum Ia disalibkan. Di awal pelayananNya, Yesus berpuasa selama empat puluh hari empat puluh malam (Lukas 4:1-13). Yesus mengawali pekerjaanNya dengan Roh, Jiwa lalu Tubuh. Iblis bekerja menggoda manusia diawali dengan tubuh, baru kemudian jiwa dan roh..

(Yohanes 1:12-14) Semua orang yang menerima Yesus diberiNya kuasa untuk menjadi anak-anak Allah. Mereka anak-anak Allah yang bukan diperanakkan bukan dari darah dan daging, dan bukan dari hubungan antar manusia, melainkan dari Allah.

(1 Raja-raja 17:1-6) Elia di pelihara Tuhan dengan makanan yang diberikan melalui burung gagak, dan minum dari air sungai Kerit. Dalam kehidupan kita, berhati-hatilah dengan “roti yang diberikan oleh burung gagak”. Roti yang mengandung daging / kedagingan, hanya dapat dimurnikan dengan air hidup.

(1 Raja-raja 17:7-16) Roti yang memelihara janda dari Sarfat selama 3½ tahun adalah roti yang dihasilkan dari tepung / gandum dan sedikit minyak. Tepung dan Minyak harus terus menerus diolah sampai jadi roti. Dalam kehidupan kita, jangan berkecil hati bila kita hanya memiliki sedikit “minyak”, yang berbicara tentang Roh Kudus. Yang penting firman dan Roh Kudus harus terus menerus bertumbuh agar menjadi Rhema.

(1 Raja-raja 19:1-8) Izebel mengancam Elia sehingga Elia menjadi takut dan putus ada. Elia dipelihara Allah dengan dua kali roti bakar sehingga Elia kuat berjalan sampai ke gunung Horeb. Dalam kehidupan kita, iblis selalu berusaha menggagalkan rencana Tuhan dengan tekanan-tekanan melalui takut dan putus asa. Kita perlu dua kali “roti bakar:”, (bicara tentang roti yang sudah diolah / rhema) agar kita kuat berjalan terus dalam rencana Tuhan.

Amin, Tuhan Yesus memberkati.