Tanggal : 15 April 2018
Pembicara : Bpk. Gembala
Ayat Pokok : Kejadian 3:1-7

Saat pertama kali Allah menempatkan manusia di taman Eden, mereka diberikan perintah agar hidup dengan berjaga-jaga sebagai Persiapan dalam langkah-langkah selanjutnya (Kej 2:15-17). Namun manusia cenderung (Kej 3:1-7):
  • Tidak memperhatikan firman Tuhan
  • Lebih memperhatikan yang kelihatan
  • Menyatakan kebenarannya sebagai manusia
Di zaman Nuh ketika Allah melihat manusia bertambah jahat. Allah mempersiapkah untuk menyelamatkan Nuh beserta keluarganya. (Kej 6:22) Nuh melakukan tepat seperti yang diperintahkan Tuhan kepadanya. Kemudian Allah mengijinkan hujan turun selama 40 hari 40 malam dan menghapuskan semua makhluk hidup, kecuali Nuh dan seisi bahteranya.

Tujuh hari sebelum hujan turun, Nuh beserta seisi rumahnya masuk ke dalam bahtera (Kej 7:1). Tidak ada orang lain selain Nuh dan keluarganya yang mengindahkan persiapan yang dilakukan Nuh. Hingga akhirnya Allah menggenapi rencananya menghapuskan semua yang ada di muka bumi (Kej 7:23). Orang banyak tidak memperhatikan firman Tuhan dan lebih memperhatikan apa yang terlihat dan kebenarannya sendiri sehingga mereka binasa.

Di zaman Abraham, ia mengutus bujangnya untuk mencari istri bagi Ishak, bukan dari bangsa Kanaan tetapi dari sanak saudara Abraham sendiri yang seiman dengannya (Kej 24:1-4). Ishak berumur 40 tahun ketika menikah dengan Ribka (Kej 25:20)

Di zaman Esau, ketika berumur 40 tahun ia menikah dengan Yudit dan Basmat yang merupakan anak orang Het (Kej 26:34-35) yang tidak seiman dengannya.

2 Kor 6:16-16 : Janganlah kamu memilih pasangan yang tidak seimbang. Selain seiman, keseimbangan sangat penting dalam sebuah keluarga. Bait Allah (Naos) tidak bisa berhubungan dengan berhala, sehingga Allah tidak akan diam bersama-sama dengan mereka, tidak akan hidup di tengah-tengah mereka dan tidak akan menjadi Allah mereka..

Ketidak-seimbangan dapat mengakibatkan kita tidak bisa menjadi cemerlang, tidak bisa menjadi tanpa cacat kerut, tidak kudus, bercela dan menjadi tidak sempurna (Efesus 5:22-27). Hal ini baru akan disadari ketika masa pernikahan Anak Domba dan sebagian anggota keluarga yang masuk kategori gereja sempurna disingkirkan ke padang gurun, sementara yang tidak sempurna akan tertinggal.

(Matius 13:22) Benih yang ditaburkan di tengah semak duri merupakan tanah hati ketiga. Kekuatiran dunia dan tipu daya kekayaan menghimpit firman Allah sehingga tidak berbuah. Agar berhak memperoleh berkat Abraham, kita harus memiliki tanah hati yang keempat.

(Ulangan 8:3) Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari segala yang diucapkan Tuhan. Namun manusia cenderung mencari roti / berkat jasmani dibanding firman Tuhan.

(Ulangan 8:1-10) Selama 40 tahun, Allah telah memelihara bangsa Israel di padang gurun. Ada berkat di dalam Tuhan ketika kita mengandalkan Tuhan. Namun, kebinasaan menanti ketika kita hanya mencari berkat dari kekuatan / mengandalkan diri sendiri (Ulangan 8:11-20).

Orang-orang yang mengandalkan Tuhan pada akhirnya akan menerima materai Allah di dahi (Wahyu 7:1-4, Ulangan 8:2-4). Tetapi orang-orang yang mengandalkan diri sendiri dan tidak dewasa dalam Tuhan akan masuk masa aniaya besar (Wahyu 6:12-17).

Marilah kita masuk ke dalam persiapan Allah agar kita bertumbuh dewasa dalam Tuhan sehingga kita menjadi pengantinNya yang siap sedia (Wahyu 19:6-9)

Amin, Tuhan Yesus memberkati.



Ibadah Umum, 7 Oktober 2018

Tanggal : 7 Oktober 2018
Pembicara : Bpk. Gembala
Ayat Pokok : Matius 16:13-20

Ketika Yesus bertanya kepada murid-muridNya apa kata orang mengenai Anak Manusia, murid-muridNya menjawab, ada yang mengatakan Yohanes Pembaptis, Elia, Yeremia dan salah seorang dari para nabi (Matius 16:14). Yesus kemudian berkata tentang jemaat yang akan didirikan di atas batu karang. Perkembangan gereja / jemaat tergantung dari apa yang dilepaskan dan apa yang diikat (Matius 16:19).

Yohanes Pembaptis mengikat pelayanannya hanya sebatas penginjilan dan pertobatan, sampai kepada baptisan air. Oleh karena itu, murid-muridnya tidak mengenal Roh Kudus. Dalam pelajaran tabernakel, pelayanan Yohanes Pembaptis hanya sampai di pelataran.

Read more ...

Ibadah Umum, 30 September 2018

Tanggal : 30 September 2018
Pembicara : Pdt. Yos Hartono
Ayat Pokok : Kejadian 1:1

(Kej 1:1) Alkitab diawali dengan ayat yang merupakan pernyataan bahwa Allah adalah yang pertama dan awal mula segalanya. Allah kemudian menciptakan langit, bumi dan segenap isinya. Semua boleh ada, karena ada yang menciptakan, ada yang menata, yaitu Allah. Karena itu, hanya Allah yang harus kita utamakan, bukan ciptaanNya. Semua ciptaan, seberapapun berharganya, tidak akan ada tanpa Allah.

(Kej 1:28-29) Semua yang ada di bumi dihadirkan Allah untuk memfasilitasi kebutuhan kita, bukan untuk diutamakan atau disembah. Jangan lupa bahwa yang utama adalah Allah. Hanya Allah yang patut disembah, diutamakan dan menjadi sumber pengharapan kita.

Read more ...

Ibadah Pelprip, 13 September 2018

Tanggal : 9 Agustus 2018
Pembicara : Bpk. Bondan Abraham
Ayat Pokok : Ibrani 11:30-40

Yosua taat mengikuti perintah Allah mengelilingi tembok Yerikho, sehingga tembok itu runtuh (Ibr 11:30). Setelah Yosua dan bangsa Israel menang pertempuran di Yerikho dan Ai, mereka menjadi terlalu percaya diri, sehingga mereka mengambil keputusan sendiri tanpa bertanya kepada Tuhan (Yosua 9:1-15).

Dalam kehidupan kita, seringkali iman kita terganggu oleh kepercayaan tinggi yang terlalu tinggi sehingga kita lupa mengikut-sertakan Tuhan dalam keputusan kita.

Read more ...

INFORMASI IBADAH RUTIN

KOMSEL DOA

  • Senin,15 Okt 2018 di rumah ibu Merci Engka, Villa Melati Mas
  • Rabu, 17 Okt 2018 di rumah ibu Sherly Z, Lippo Karawaci
  • Kamis, 18 Okt 2018 di rumah ibu Ruthy, Nusa Loka BSD, dan di rumah ibu Dewi, Alam Sutera

IBADAH KAUM WANITA

  • Selasa, 16 Okt 2018 di Gereja
DOA PUASA
  • Selasa, 16 Okt 2018 di Gereja
IBADAH RAYON
  • Jumat,, 19 Okt 2018 pukul 19.30 di rumah Kel. Hardi Rita, Villa Melati Mas

NB : Untuk Alamat Lengkap Bisa dilihat di Warta Jemaat / Hubungi Sekretariat Gereja

 

 
INFORMASI TAMBAHAN

PELAYANAN SOSIAL

 

Menerima Pakaian Layak Pakai untuk disalurkan kepada yang membutuhkan. Pakaian dikumpulkan di Sekretariat. Tuhan Memberkati.