Tanggal : 6 Mei 2018
Pembicara : Bpk. Gembala
Ayat Pokok : Kejadian 6:9
Tema : Perbedaan


(Kej 6:9) Hidup Nuh berbeda dengan orang-orang yang ada di zamannya. Hidup yang berbeda tersebut menghasilkan perbedaan yang berdampak dalam kehidupan Nuh dan keluarganya seumur hidupnya (Kej 7:1-4).

Kehidupan kekristenan harus membuat perbedaan dan menjadi saksi bagi sesama kita. Biarlah orang lain yang akan menceritakan kebaikan kita dan bukan diri kita sendiri (Amsal 27:1-2)

Di zaman bangsa Israel saat diperbudak di Mesir, ketika Allah menurunkan tulah lalat pikat kepada bangsa Mesir, Allah membuat perbedaan sehingga tidak ada satupun lalat pikat di tanah Gosyen tempat bangsa Israel (Kel 8:20-24), Saat tulah kelima ketika Allah menurunkan penyakit sampar ke semua ternak di Mesir, Allah juga memberikan perbedaan sehingga tidak ada satupun ternak bangsa Israel yang mati (Kel 9:1-7) Hal yang sama juga terjadi dalam tulah ketujuh (hujan es) dan tulah kesembilan yaitu gelap gulita (Kej 9:22-26, 10:21-23).

Kemudian Allah berfirman kepada Musa bahwa Ia kembali akan membuat perbedaan ketika menurunkan tulah ke sepuluh bagi bangsa Mesir (Kel 11:4-7). Perbedaan tersebut diwujudkan melalui darah anak domba yang dikorbankan, dan dioleskan ke ambang batas dan tiang pintu rumah bangsa Israel (Kel 12:1-7). Allah menurunkan tulah kematian bagi semua anak sulung manusia juga binatang yang ada di Mesir. Hanya rumah-rumah yang memiliki tanda darah anak domba, Allah memberikan perbedaan dengan meluputkan maut bagi seisi rumah tersebut (Kel 12:12-13)

Saat berjalan keluar dari Mesir, bangsa Israel telah dibaptis dalam awan dan dalam laut. Mereka semua telah makan dan minum makanan dan minuman rohani yang sama, namun Allah tidak berkenan kepada sebagian besar dari mereka (1 Kor 10:1-4)

Sama seperti nenek moyang kita, kita juga telah dibaptis di dalam air. Kita juga menerima makanan rohani secara teratur. Bagai ahli bangunan, Tuhan sudah meletakkan dasar yang kuat bagi kehidupan kita. Namun kita harus memperhatikan bagaimana kita membangun di atas dasar tersebut agar ketika hari Tuhan tiba, hasilnya akan terlihat (1 Kor 3:10-15).

Walaupun Allah telah membuat banyak perbedaan dalam kehidupan bangsa Israel, namun Allah tidak berkanan kepada sebagian besar mereka karena : <
  1. Penyembahan berhala
  2. Perzinahan
  3. Mencobai Tuhan
  4. Bersungut-sungut
Dalam kehidupan kita, seringkali kita melihat orang-orang yang gegabah dan berbuat hal-hal tidak berkenan di hadapan Tuhan justru beruntung (Maleakhi 3:13-18). Namun percayalah bahwa kita anak-anak Allah yang bertahan untuk hidup berbeda dari orang lain dan tetap hidup benar, akan dikaruniakan perbedaan yang akan Tuhan nyatakan. Kita adalah biji mata Allah. Siapapun yang menjamah kita, berarti menjamah biji mata Allah (Zakharia 2:6-8).

Amin, Tuhan Yesus memberkati.



Ibadah Umum, 8 Juli 2018

Tanggal : 8 Julii 2018
Pembicara : Bpk. Gembala
Ayat Pokok :Mazmur 139:6

Dalam Mazmur 139:6, Daud mengatakan bahwa pengetahuan tentang Allah terlalu ajaib dan terlalu tinggi baginya.

Di zaman Abraham (2000 SM) hak kesulungan sudah ada, yang merupakan bayangan hak kesulungan bangsa Israel yang jatuh kepada bangsa-bangsa lain (Kejadian 25:29). Sebagaimana bangsa Israel yang menjual hak kesulungan itu dengan menyalibkan Yesus, di zaman sekarang juga banyak anak-anak Tuhan yang menjual hak kesulungan hanya demi hal-hal duniawi.

Read more ...

Ibadah Umum, 1 Juli 2018

Tanggal : 1 Julii 2018
Pembicara : Bpk. Gembala
Ayat Pokok :Keluaran 3:14

Allah mengatakan diriNya Aku adalah Aku (Keluaran 3:14). Aku adalah Aku berbicara tentang Kekekalan. Waktu tidak berlaku bagi Allah. Sebab Ia adalah Alfa dan Omega, yang awal dan yang akhir.

Allah juga Pribadi yang sempurna. Ketika diciptakan oleh Allah, Adam dapat menikmati kesempurnaan di dalam Allah. Namun ketika jatuh ke dalam dosa, hak manusia untuk menikmati kesempurnaan dicabut. Domba disiapkan pada waktu manusia jatuh ke dalam dosa dan disembelih pada hari / tanggal 14 (Kel 12:1-6).

Read more ...

Ibadah Pelprip, 24 Mei 2018

Tanggal : 24 Mei 2018
Pembicara : Bpk. Timotius Liong
Ayat Pokok : 2 Petrus 1:7
Tema : Phileo - Kasih antara Saudara Seiman

Dalam alkitab terjemahan King James Version, kasih antara saudara seiman menggunakan kata Brotherly Kindness. Sedangkan dalam bahasa Yunani menggunakan kata Philadelphian atau Phileo.

Ada empat jenis kasih dalam bahasa Yunani :
  1. Storge : Kasih antara orang tua - anak ( ada pertalian darah )
  2. Eros : Kasih antara pria dan wanita , ada unsur erotis
  3. Phileo : Kasih antara sesama manusia ( tidak ada hubungan darah )
  4. Agape : Kasih tanpa pamrih
Dalam Alkitab ditemukan kasih Phileo dan Agape

Kasih terhadap saudara-saudara / Phileo dapat didefinisikan menjadi kesalehan yang diimplementasikan kepada saudara seiman kita sebagai sesama manusia.. Ada rasa persaudaraan diantara sesama kita. Point pentingnya adalah bagaimana kasih phileo ini dapat kita terapkan, karena ini adalah salah satu langkah yang harus ditambahkan kepada iman kita. Pada akhirnya kita harus menambahkan kepada iman kita dengan kasih Agape.

Read more ...

INFORMASI IBADAH RUTIN

KOMSEL DOA

  • Senin,16 Juli 2018 di rumah ibu Endang A., Villa Melati Mas
  • Rabu, 18 Juli 2018 di rumah ibu Herlin, Gading Serpong
  • Kamis, 19 Juli 2018 di rumah ibu Dewi, Alam Sutera, dan di rumah ibu Agung, BSD

IBADAH KAUM WANITA

  • Selasa, 17 Juli 2018 di Gereja
DOA PUASA
  • Selasa, 17 Juli 2018 di Gereja
IBADAH RAYON
  • Jumat,, 20 Juli 2018 pukul 19:30 DILIBURKAN

NB : Untuk Alamat Lengkap Bisa dilihat di Warta Jemaat / Hubungi Sekretariat Gereja

 

 
INFORMASI TAMBAHAN

PELAYANAN SOSIAL

 

Menerima Pakaian Layak Pakai untuk disalurkan kepada yang membutuhkan. Pakaian dikumpulkan di Sekretariat. Tuhan Memberkati.