Tanggal : 20 Mei 2018
Pembicara : Bpk. Gembala
Ayat Pokok : Kisah Para Rasul 2:1-4


Yohanes Pembaptis membaptis dengan air. Baptisan Yohanes Pembaptis merupakan baptisan pertobatan. Ia berkata bahwa setelahnya, akan ada fase selanjutnya yaitu baptisan Roh Kudus dan baptisan dengan api (Matius 3:7-12).

Peristiwa di atas loteng (Kis 2:1-4) merupakan kegenapan dari Lukas 24. Mereka penuh dengan Roh Kudus dan berbicara dengan bahasa-bahasa lain. Mereka menerima Dorea, langsung dipenuhkan dan menerima Karisma. Kalimat “pada hari-hari terakhir...” dalam Kis 2:17 menyatakan bahwa janji Tuhan juga berlaku untuk kita, menggenapi Yoel 2:27-28.

Di zaman Elia, para hamba Tuhan di Betel berbicara kepada Elisa bahwa Elia akan diangkat ke sorga (2 Raja-raja 2:3). Namun para hamba Tuhan itu tidak mengikuti Elia tetapi tetap tinggal di Betel. Dari Betel, Elia berangkat ke Yerikho. Para hamba Tuhan di Yerikho mendekat dan berbicara hal yang sama kepada Elisa (ayat 5), bahkan ada 50 orang diantaranya ikut berjalan ke Yordan, namun hanya melihat dari jauh (ayat 7). Ketika Elia terangkat ke surga, hanya Elisa yang ada di dekatnya dan menerima berkat dua kali ganda.

Bukan hanya di zaman gereja mula-mula, janji Tuhan juga berlaku untuk kita di masa kini. Dalam masa doa 10 malam penantian roh kudus, ada anak-anak Tuhan yang merasa tidak perlu datang dan cukup tinggal di rumah. Ada pula yang ikut datang namun hanya melihat saja dan tidak mau berpartisipasi aktif dalam mencari kepenuhan Roh Kudus.

Dalam doa sepuluh malam, kita tidak tahu kapan “Lidah-lidah Api” Roh Kudus itu akan hinggap dan membaptis kita. Tanpa kita datang dan ikut berperan aktif, kita tidak akan mendapatkan berkat kepenuhan Roh Kudus. Kita juga perlu mendorong pasangan kita dan orang-orang yang kita kasihi untuk ikut berperan aktif. Kita semua memiliki hak yang sama untuk dipenuhkan Roh Kudus.

(Kis 17:22-28) Kita mencari, kita menemukan dan Dia tidak jauh dari kita. Sebab di dalam Dia, kita hidup. Kita hidup dan kita ada dengan bergerak. Lidah-lidah api bertebaran dan ingin hinggap. Roh Kudus rindu untuk memenuhi kita semua. Namun Dia mencari orang yang hidup dan memiliki hati yang menyala-nyala.

Kesalahan-kesalahan anak Tuhan seringkali menghambat Roh Kudus bekerja. Pengetahuan kita seringkali menghalangi. Namun itu tidak akan terjadi bila kita menyadari betapa besar kasih Allah kepada kita, kasihNya yang melampaui segala pengetahuan (Efesus 3:16-21).

Yesus menceritakan perumpamaan seorang sahabat yang meminjam tiga roti (Lukas 11:5-13) Banyak gereja masa kini sudah tidak lagi memiliki tiga roti, berbicara tentang Tri Tunggal Allah. Untuk mencapai gereja sempurna, ketiga roti harus memenuhi ukuran Tuhan. Saat kita kurang atau belum memilikiNya, jangan malu-malu untuk mencari dan meminta. Maka Roh Kudus akan memenuhi kita bukan kerena kita sahabat tapi karena kita meminta dengan tidak malu (ayat 8).

Amin, Tuhan Yesus memberkati.



Ibadah Umum, 11 November 2018

Tanggal : 11 November 2018
Pembicara :Bpk. Gembala
Ayat Pokok : Lukas 16:27-31

Semua bisa kita perbaiki ketika kita hidup. Setelah kita mati, tidak bisa lagi kita perbaiki. Orang kaya dalam perumpamaan Lukas 16:27-31, meminta kepada Abraham untuk memperingatkan saudara-saudaranya yang masih hidup agar mengubah hidupnya supaya tidak berakhir di hades seperti orang kaya itu. Namun Abraham berkata bahwa ada kesaksian para nabi yang dapat mengubah mereka. Apabila kesaksian tersebut tidak dapat mengubah mereka, maka tidak ada yang dapat mengubah mereka walaupun dari kesaksian orang dari dunia orang mati.

Mari kita memanfaatkan waktu dan kesempatan yang diberikan Tuhan saat kita masih hidup.
  • Kehidupan Dunia → Keselamatan
  • Kekayaan / Harta → Mata rohani
  • Kekayaan → Keluarga yang manis
Read more ...

Ibadah Umum, 4 November 2018

Tanggal : 4 November 2018
Pembicara :Bpk. Gembala
Ayat Pokok : Matius 26:14-16

(Matius 26:14-16) Di mata Yudas, Yesus hanya dihargai 30 uang perak. Dengan menjual Yesus, Yudas menjual keselamatan dirinya. Bagi Yudas, keselamatannya hanya berharga 30 uang perak.

(Lukas 16:19-23) Orang kaya dalam kisah ini menghargai / memberi harga keselamatan dunia dengan kehidupannya.. Dengan kekayaannya, ia mampu membeli banyak hal, termasuk khotbah-khotbah dari para nabi palsu agar sesuai dengan keinginannya. Setelah ia meninggal, ternyata ia berakhir di hades, menandakan kehidupannya tidak berkenan di mata Allah

Read more ...

Ibadah Pelprip, 25 Oktober 2018

Tanggal : 25 Oktober 2018
Pembicara : Bpk. Bondan Abraham
Ayat Pokok : Ibrani 12:5-10
Tema : Didikan dan Latihan Sesi 1

(Ibrani 12:5-10) Penulis surat Ibrani pada ayat hari ini mengingatkan bahwa nasehat yang diberikan sebelumnya sudah pernah disampaikan. Yaitu untuk tidak menganggap remeh didikan Tuhan, dan jangan putus asa bila kita diperingatkanNya.

(Ayub 5:17) Kita harus berbahagia jika kita ditegur Allah. Janganlah kita menolak didikan Yang Maha Kuasa

Read more ...

INFORMASI IBADAH RUTIN

KOMSEL DOA

  • Senin, 19 Nov 2018 di rumah Oma Anna, Villa Melati Mas
  • Rabu, 21 Nov 2018 di rumah Oma Sonya, Gading Serpong
  • Kamis, 22 Nov 2018 di rumah ibu Dewi, Alam Sutera, dan di rumah ibu Agung, BSD

IBADAH KAUM WANITA

  • Selasa, 20 Nov 2018 DILIBURKAN
DOA PUASA
  • Selasa, 20 Nov 2018 diliburkan sehubungan adanya latihan gabungan
IBADAH PELPRIP
  • Kamis,, 22 Nov 2018 pukul 19.30 di lobby Gereja
IBADAH RAYON
  • Jumat,, 23 Nov 2018 pukul 19.30 DILIBURKANs

NB : Untuk Alamat Lengkap Bisa dilihat di Warta Jemaat / Hubungi Sekretariat Gereja

 

 
INFORMASI TAMBAHAN

PELAYANAN SOSIAL

 

Menerima Pakaian Layak Pakai untuk disalurkan kepada yang membutuhkan. Pakaian dikumpulkan di Sekretariat. Tuhan Memberkati.