Tanggal : 3 Juni 2018
Pembicara : Bpk. Gembala
Ayat Pokok : Matius 3:7-12


(Matius 3:7-12) Ketika Yohanes Pembaptis membaptis di sungai Yordan, ia berbicara kepada orang Farisi dan orang Saduki. Mereka adalah orang-orang yang sangat mengenal Taurat, namun tidak berbuah dalam kehidupan nyata. Yohanes berkata kapak dan alat penampi telah tersedia untuk mereka.

Apa yang disampaikan Yohanes Pembaptis, sama dengan yang disampaikan Yesus (Yohanes 15:1-6). Yesus berkata barangsiapa yang tidak tinggal di dalam Dia, akan menjadi kering, lalu dibuang dan dicampakkan ke dalam api.

Yesus juga memperingatkan kita untuk berhati-hati terhadap nabi-nabi palsu. Mereka terlihat seperti domba, padahal mereka adalah serigala yang buas. Kita dapat melihat dan mengenal mereka dari buahnya. (Matius 7:15-23)

Kekeringan rohani dapat terjadi saat kita mengikuti nabi-nabi seperti ini. Karena itu sangat penting untuk kita memperhatikan buah-buah dari pemberita Firman yang kita ikuti. Bibit, bebet dan bobot penting untuk kita pertimbangkan, jangan kita hanya mencari Firman yang menyenangkan telinga.

Dalam pelajaran Tabernakel, mereka yang rohani nya kering, ada di dalam pekarangan, tidak masuk ruang kudus. Sehingga mereka tidak bertumbuh. Sebagai jemaat, kita memiliki hak untuk diajar melalui lima jawatan, sampai mencapai kepenuhan di dalam Kristus, yaitu Gereja Sempurna.

(1 Korintus 3:10-15) Pada saatnya kelak, pekerjaan kita akan nampak dan kita semua akan diuji. Sekarang semua terlihat sama. Namun satu kali kelak akan nyata dan Tuhan akan memisahkan kita bagaikan Ia memisahkan gandum dengan ilalang. Mereka yang terpilih sebagai ilalang, akan masuk masa aniaya besar. Mereka akan diselamatkan, namun seperti keluar dari dalam api.

(Matius 3:11) Agar kita lulus ujian dan terpilih sebagai gandum, kita tidak cukup hanya menerima baptisan air atau baptisan pertobatan saja, tapi juga harus dilengkapi baptisan Roh Kudus dan baptisan api

Yesus sudah menerima baptisan api. Saat Ia disalibkan, Ia merasakan sejenak ditinggalkan oleh Allah Bapa (Matius 27:45). Ada saatnya ketika orang-orang Kedar, Nebayot dan tanah Sinim datang berbondong-bondong mencari firman Tuhan. Saat itu terjadi, jangan sampai kita merasa ditinggalkan Tuhan. Jangan kita merasa seorang diri. Selama kita tetap setia, tidak ada yang dapat memisahkan kita dari kasih Kristus

(Lukas 23:33-34) Yesus mampu mengampuni orang-orang yang telah menganiayaNya. (Markus 11:20-26) Walaupun kita memiliki iman yang kuat yang dapat memindahkan gunung, namun bila kita memiliki hati yang tidak mengampuni, doa kita akan terhalang.

(Matius 5:23-26) Sebelum kita mempersembahkan persembahan di atas mezbah, kita harus berdamai dengan orang-orang dan musuh kita yang telah berbuat sesuatu yang tidak berkenan di hati kita. Bila kita tidak menyelesaikannya, maka kita akan terus terpenjara.

(Yohanes 19:28-30) Saat disalibkan, Yesus menerima anggur asam yang diberikan kepadanya menggunakan Hisop. Setelah itu Ia berkata: Sudah selesai. Semua aniaya yang luar biasa telah ditanggung Yesus di atas kayu salib untuk menyelamatkan kita (Yesaya 53:1-7). Semua penderitaan kita telah ditanggungNya, janganlah kita kembali dipenjarakan oleh hati yang tidak mau mengampuni.

Amin, Tuhan Yesus memberkati.



Ibadah Umum, 9 Desember 2018

Tanggal : 9 Desember 2018
Pembicara :Bpk. Gembala
Ayat Pokok : Matius 12:43-45

Kehidupan kekristenan kita tidak boleh stagnan. Petrus pernah mengalami kegagalan karena kecewa dalam hidupnya. Namun ketika ia mau bergerak dan mengikuti perintah Tuhan, ia diberkati dengan melimpah dan jalanya tidak koyak (Lukas 5:1-11, Yohanes 21:1-3).

Mengapa akhir-akhir ini banyak orang Kristen yang mudah kecewa ? (Matius 12:43-45) Banyak orang Kristen yang rohaninya bersih tersapu dan rapi teratur, namun kosong. Saat rohani kita kosong, kondisi kita akan memburuk lebih dari sebelumnya.

Read more ...

Ibadah Umum, 2 Desember 2018

Tanggal : 2 Desember 2018
Pembicara :Bpk. Gembala
Ayat Pokok : Yohanes 21:1-13

(Markus 4:1) Tuhan Yesus berbicara dengan orang banyak di tepi danau. Demikian banyaknya orang, membuat Yesus harus berbicara dari atas perahu di tepi pantai.

(Lukas 5:1-11) Di tepi pantai danau Genezaret Yesus mengajar orang banyak dari atas perahu. Orang banyak yang tidak mau beranjak dari pantai, dilambangkan dalam pelajaran Tabernakel sebagai mereka yang tinggal di pelataran, yaitu mereka yang akan masuk aniaya besar di zaman antikris (Wahyu 12:17-18). Mereka adalah orang-orang kebanyakan, bagian dari sekumpulan besar orang yang gagal masuk gereja sempurna.

Read more ...

Ibadah Pelprip, 22 November 2018

Tanggal : 22 November 2018
Pembicara : Pdm. Bondan Abraham
Ayat Pokok : Ibrani 12:12-17

Didikan dan ajaran Allah terasa terlalu berat bagi sebagian orang. Dalam menjalani pertandingan iman, kita tidak harus menjalaninya sendiri. Kita harus saling mendukung antar sesama anak Tuhan. Kita berjalan bersama saling menguatkan tangan yang lemah dan lutut yang goyah.

Komsel dan wadah-wadah diadakan dengan tujuan agar kita dapat saling menguatkan antara sesama anak Tuhan. Dalam perlombaan iman, kita tidak akan kuat berjalan sendiri. Dalam kelompok kecil, kita juga saling menajamkan dan saling mengasah (Amsal 27:17). Kita juga bertekun dalam pengajaran firman Tuhan untuk saling menguatkan, saling mendukung, mengingatkan / menegur (Kisah 2:41-42,46, Ibrani 10:24-25)

Read more ...

INFORMASI IBADAH RUTIN

KOMSEL DOA

  • Senin, 17 Des 2018 DILIBURKAN
  • Rabu, 19 Des 2018 DILIBURKAN
  • Kamis, 20 Des 2018 DILIBURKAN

IBADAH KAUM WANITA

  • Selasa, 18 Des 2018 DILIBURKAN
DOA PUASA
  • Selasa, 18 Des 2018 DILIBURKAN
IBADAH RAYON
  • Jumat,, 21 Des 2018 DILIBURKAN

NB : Untuk Alamat Lengkap Bisa dilihat di Warta Jemaat / Hubungi Sekretariat Gereja

 

 
INFORMASI TAMBAHAN

PELAYANAN SOSIAL

 

Menerima Pakaian Layak Pakai untuk disalurkan kepada yang membutuhkan. Pakaian dikumpulkan di Sekretariat. Tuhan Memberkati.