Tanggal : 29 Julii 2018
Pembicara : Pdt. Ev. Yermia Kristanto
Ayat Pokok :Kisah Para Rasul 24:16
Tema : Hidup Dengan Hati Nurani

Di tengah kesibukan kita sehari-hari, kita seringkali luput mendengar suara hati nurani kita. Rasul Paulus mengingatkan kita untuk senantiasa berusaha menggunakan hati nurani yang murni dalam pelayanan kepada Allah.

Makhluk hidup yang memiliki hati nurani hanya manusia. Tujuan Allah memberikan hati nurani kepada manusia ialah untuk menolong manusia agar dapat maksimal membedakan apa yang benar dan apa yang salah. Hati nurani bagaikan alarm dalam hidup manusia. Alarm akan memberikan tanda-tanda apabila ada bahaya.

Menurut kamus CWSB, hati nurani (consience) adalah kemampuan jiwa yang membedakan antara benar dan salah dan mendorong seseorang untuk melakukan yang benar dan menghindari yang salah.

Rasul Paulus merindukan untuk selalu / terus menerus mengutamakan hati nurani yang murni bekerja dalam pelayanannya. Inilah rahasia pelayanan Rasul Paulus.

Ketika kita melakukan sesuatu, hati nurani akan mengingatkan kita untuk memilih melakukan yang benar. Namun disamping hati nurani, ada suara yang lain yang mendorong kita melakukan yang sebaliknya. Kita harus melatih diri untuk peka mendengar suara hati nurani. Bila kita mengabaikan suara hati nurani, lama kelamaan suara itu akan berkurang dan hilang, digantikan dengan bisikan / godaan iblis.

Ketika kita hidup dipimpin hati nurani yang murni, hidup kita akan berjalan maksimal karena selalu melibatkan Tuhan dalam setiap keputusan yang akan kita ambil. Hal-hal yang harus kita lakukan agar kita dapat hidup maksimal

1. Sensitifkan Hati Nurani kita terhadap Firman Tuhan

Saat manusia diciptakan, ia memiliki gambar dan serupa dengan Allah. Namun sejak manusia jatuh ke dalam dosa, standar manusia menjadi turun dan tidak sama dengan standar Allah. Kita perlu meningkatkan standar rohani kita mendekati standar Allah, dengan meningkatkan sesitifitas hati nurani kita terhadap Firman Allah dan Roh Kudus

Hati nurani sangat penting dalam hidup kita. Raja Daud hidup benar di hadapan Allah karena ia selalu hidup menyesuaikan diri dengan kehendak Allah. Ia peka akan suara Allah. Orang yang memiliki kepekaan akan suara Allah dan Roh Kudus adalah orang-orang yang suka merenungkan Firman Tuhan

(Maz 119:11) Daud menyimpan Firman Allah di dalam hatinya, agar ia tidak jatuh ke dalam dosa. (Maz 119:9) Supaya hidup kita dan hati kita bersih, kita harus menjaganya dengan Firman Tuhan.

Tuhan membekali seluruh manusia dengan hati nurani untuk menjaga kita tetap berjalan dalam kehendakNya

2. Tangani Dosa Ketika Dimulai

Ketika manusia tidak lagi memiliki kepekaan terhadap hati nurani, ia akan mudah jatuh ke dalam dosa. Saat kita jatuh ke dalam dosa, segeralah untuk bertobat, jangan menunda-nunda.

Dosa yang tidak segera dibereskan, akan matang dan melahirkan maut (Yak 1:14-15). Karena itu, pengakuan dosa kepada Tuhan harus segera dilakukan dan jangan ditunda-tunda. Pengampunan atas pengakuan dosa kita akan menyucikan kita dari dosa (1 Yoh 1:9)

3. Berani Untuk Mengikuti Hati Nurani

Tidak semua orang memiliki keberanian untuk mengikuti hati nurani. Sebelum bisa memiliki keberanian tersebut, kita harus terlebih dahulu peka akan suara hati nuraninya. Saat kita dihadapkan pada dilema karena hati nurani kita bertentangan dengan logika / kenyamanan, kita harus berani bertindak mengikuti hati nurani kita.

Kita harus menaklukkan diri untuk patuh kepada suara hati nurani kita (Roma 13:5). Jangan menunggu Allah murka karena kita tidak taat kepada perintahNya.

Kesadaran akan sesuatu yang benar tidak cukup tanpa kita mau mengikutinya. Hendaklah kita bukan hanya menjadi pendengar, tetapi menjadi pelaku Firman Tuhan

Amin, Tuhan Yesus memberkati.