Tanggal : 12 Agustus 2018
Pembicara : Bpk. Timotius Liong
Ayat Pokok :Yohanes 15:1-8
Tema : Pokok Anggur yang Benar

Tuhan adalah pokok anggur yang benar, dan kita adalah cabang-cabangnya (Yoh 15:1). Ada pokok anggur yang benar, ada juga pokok anggur yang tidak benar.

2 Tim 3 : Banyak orang saat ini yang menempel pada pokok anggur yang tidak benar, seperti materi, uang, jabatan dan kekuasaan. Baiklah kita mau berusaha sungguh-sungguh untuk terus menjadikan Tuhan Yesus sebagai pokok anggur kita.

Bukan karena lamanya kita mengikut Tuhan yang penting. Bukan juga kehebatan pelayanan kita. Tapi yang terpenting adalah bagaimana kita memiliki motivasi yang benar dalam mengiring Tuhan. Kita harus menempel pada pokok anggur yang benar agar kita tetap berkenan di hadapan Tuhan.

Ketika kita menempel pada pokok anggur yang tidak benar, kita menjadi kering. Ranting yang tidak berbuah akan dipotong dan dibersihkan. Hanya saat kita menempel pada pokok anggur yang benar kita akan berbuah.

(Roma 10:17) Iman timbul dari pendengaran akan firman Allah. Tanpa firman Allah, tidak akan ada iman. Tanpa iman, tidak ada pengharapan.

(Ibrani 11:7, Kej 6:9) Nuh adalah orang yang bergaul dengan Allah. Nuh dipilih Allah untuk memulai generasi baru setelah Allah melihat bumi telah rusak dan akan dibinasakanNya. Nuh taat kepada firman Allah untuk membuat bahtera dan masuk ke dalamnya bersama keluarganya sehingga diselamatkan Allah.

Setelah banjir surut, Nuh dan keluarganya memulai hidup yang baru. Suatu ketika, Nuh mabuk dan telanjang sehingga dilihat anak-anaknya (Kej 9:21) Nuh sebagai saksi iman masih bisa jatuh ke dalam dosa. Karena itu kita harus selalu menempel pada pokok anggur itu dan tidak lengah sedikitpun karena dapat membuat kita jatuh ke dalam dosa.

Saat kita menjadi carang-carang Tuhan, kita akan dibersihkan agar kita berbuah lebih banyak. Tetaplah setia melekat kepada Tuhan. Jangan pernah kurangi jam-jam ibadah kita. Memang tidak mudah, namun kita harus berusaha keras memenuhinya. Karena di luar Tuhan kita tidak dapat berbuat apa-apa.

Tetaplah tinggal di dalam Tuhan dan Tuhan di dalam kita. Tingga di dalam Tuhan berarti kita taat selalu mengikuti rancangan Tuhan. Ketika kita mau taat masuk ke dalam rancangan Tuhan, percayalah rancangan Tuhan adalah rancangan yang penuh dengan damai sejahtera. Dan kita akan hidup dengan tenang dalam kehidupan kita mengiring Tuhan.

Ketika kita mengasihi Tuhan, Ia akan terus bekerja memberikan yang terbaik bagi kita.

Dalam hidup pengiringan kita dengan Tuhan :
  1. Jangan menyalahkan Tuhan atas kesusahan yang timbul akibat perbuatan kita sendiri
  2. Tetap fokus kepada Tuhan Yesus, jangan membanding-bandingkan hidup kita dengan orang lain agar tidak timbul iri hati
  3. Ikut Tuhan bukan hanya secara fisik saja, tapi dengan sepenuh hati, dengan sukacita, penuh kasih dan komitmen
(1 Kor 15:58) Tetaplah teguh di dalam Tuhan, yakinlah jerih payahmu tidak akan pernah sia-sia.

Amin, Tuhan Yesus memberkati.



Ibadah Umum, 13 Januari 2019

Tanggal : 13 Januari 2019
Pembicara :Bpk. Gembala
Ayat Pokok : Ulangan 12:5-7

(Ulangan 12:5-7) Jemaat memberikan persembahan sesuai firman Tuhan, dan Gembala memberi makan Firman Tuhan dan menyediakan sarana ibadah. Memberikan persembahan sesuai firman Tuhan adalah kewajiban jemaat, dan menerima makanan rohani dan menikmati sarana ibadah adalah hak jemaat. Di sisi lain, Gembala berkewajiban untuk memberi makanan rohani bagi jemaatnya, dan menerima pemeliharaan Allah melalui jemaat.

Bagi jemaat yang berkorban sesuai firman Tuhan, akan diberkati oleh Tuhan (Amsal 3:9-10, Maleakhi 3:10-11). Firman Tuhan dan makanan rohani disampaikan melalui Gembala, namun berkatNya, akan diberikan oleh Tuhan, bukan oleh Gembala.

Read more ...

Ibadah Umum, 6 Januari 2019

Tanggal : 6 Januari 2019
Pembicara :Bpk. Gembala
Ayat Pokok : Efesus 4:4

(Kej 4:1-5) Persembahan Kain tidak diindahkan Tuhan, tetapi persembahan Habel diindahkan Tuhan. Persembahan Kain ialah sebagian dari hasil tanah, sedangkan persembahan Habel adalah anak sulung dari kambing dombanya.

Kita harus belajar mengerti keinginan Tuhan. Kita harus ada di tempat yang Tuhan tetapkan, ke sanalah kita harus cari dan pergi (Ulangan 12:5-6). Ke sanalah pula harus kita bawa:

Read more ...

Ibadah Pelprip, 22 November 2018

Tanggal : 22 November 2018
Pembicara : Pdm. Bondan Abraham
Ayat Pokok : Ibrani 12:12-17

Didikan dan ajaran Allah terasa terlalu berat bagi sebagian orang. Dalam menjalani pertandingan iman, kita tidak harus menjalaninya sendiri. Kita harus saling mendukung antar sesama anak Tuhan. Kita berjalan bersama saling menguatkan tangan yang lemah dan lutut yang goyah.

Komsel dan wadah-wadah diadakan dengan tujuan agar kita dapat saling menguatkan antara sesama anak Tuhan. Dalam perlombaan iman, kita tidak akan kuat berjalan sendiri. Dalam kelompok kecil, kita juga saling menajamkan dan saling mengasah (Amsal 27:17). Kita juga bertekun dalam pengajaran firman Tuhan untuk saling menguatkan, saling mendukung, mengingatkan / menegur (Kisah 2:41-42,46, Ibrani 10:24-25)

Read more ...

INFORMASI IBADAH RUTIN

KOMSEL DOA

  • Senin, 21 Jan 2019 di rumah Ibu Bertha, Villa Melati Mas
  • Rabu, 23 Jan 2019 di rumah ibu Lydia Sutanto Gading Serpong
  • Kamis, 24 Jan 2019 di rumah ibu Ester, Alam Sutera dan di rumah ibu Heni, BSD

IBADAH KAUM WANITA

  • Selasa, 22 Jan 2019 di Gereja
DOA PUASA
  • Selasa, 22 Jan 2019 pukul 19:00 di Gereja
IBADAH RAYON
  • Jumat, 24 Jan 2019 pukul 19:30 di lobby Gereja
IBADAH RAYON
  • Jumat, 25 Jan 2019 di rumah Kel. Fredi Halim, Villa Melati Mas

NB : Untuk Alamat Lengkap Bisa dilihat di Warta Jemaat / Hubungi Sekretariat Gereja

 

 
INFORMASI TAMBAHAN

PELAYANAN SOSIAL

 

Menerima Pakaian Layak Pakai untuk disalurkan kepada yang membutuhkan. Pakaian dikumpulkan di Sekretariat. Tuhan Memberkati.