Tanggal : 30 September 2018
Pembicara : Pdt. Yos Hartono
Ayat Pokok : Kejadian 1:1

(Kej 1:1) Alkitab diawali dengan ayat yang merupakan pernyataan bahwa Allah adalah yang pertama dan awal mula segalanya. Allah kemudian menciptakan langit, bumi dan segenap isinya. Semua boleh ada, karena ada yang menciptakan, ada yang menata, yaitu Allah. Karena itu, hanya Allah yang harus kita utamakan, bukan ciptaanNya. Semua ciptaan, seberapapun berharganya, tidak akan ada tanpa Allah.

(Kej 1:28-29) Semua yang ada di bumi dihadirkan Allah untuk memfasilitasi kebutuhan kita, bukan untuk diutamakan atau disembah. Jangan lupa bahwa yang utama adalah Allah. Hanya Allah yang patut disembah, diutamakan dan menjadi sumber pengharapan kita.

(Matius 6:33) Tempatkan Allah dan kebenaranNya sebagai yang utama. Carilah dahulu yang utama, yaitu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka kebutuhan kita akan ditambahkan. Kita sering mengutamakan kebutuhan kita sebagai fokus kita setiap hari sehingga kita tertekan dan stress. Saat kita mengutamakan Tuhan, Tuhan akan campur tangan dalam usaha dan pekerjaan kita sehingga kebutuhan kita akan terpenuhi.

Saat Tuhan campur tangan dalam pekerjaan dan aktifitas kita, kita akan terpesona akan hasilnya. Banyak hal yang diluar kemampuan dan pikiran kita akan Tuhan tambahkan untuk kita. Tempatkanlah Tuhan sebagai yang pertama. Tuhan yang mampu menciptakan dari tidak ada menjadi ada.

(1 Timotius 6:17) Janganlah kita menaruh pengharapan kita kepada hal yang tidak tentu seperti kekayaan. Berharaplah hanya kepada Allah yang menciptakan semuanya itu.

Langit, bumi dan segala isinya diciptakan Allah hanya dengan Firman. Namun Allah menciptakan manusia tidak hanya dengan Firman. Ia menciptakan kita dengan berkarya (Kejadian 2:7) membentuk manusia dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidupNya, hingga manusia menjadi makhluk yang hidup. Debu tanah adalah materi pembentukan manusia. Organ tubuh manusia yang sangat komplex merupakan hasil bentukan Tuhan.

Kita manusia diciptakan secara istimewa oleh Allah. Karena itu hargailah diri kita sebagai karya Allah yang istimewa. Banyak manusia yang tertipu muslihat iblis, tidak menempatkan Allah sebagai yang utama dan tidak menghargai diri yang telah diciptakan Allah secara istimewa.Manusia jatuh ke dalam dosa karena lebih mengutamakan keinginannya daripada Allah. Penderitaan manusia diawali karena keinginannya. Kendalikanlah keinginan kita maka kita akan terhindar dari penderitaan.

Saat manusia jatuh ke dalam dosa, Allah tidak sampai hati melihat ciptaanNya hancur. Sehingga Allah memberikan karya keselamatan agar kita menjadi ciptaanNya yang baru di dalam Yesus Kristus.

(Kolose 1:15-16) Segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. Tujuan hidup manusia diciptakan adalah untuk Dia. Hidup untuk Dia: dapat dilakukan melalui hidup yang menyenangkan Tuhan, menjadi kesayangan Allah. Lakukan yang terbaik untuk Tuhan, seringlah berkomunikasi dengan Allah

(Ayub 36:11) Saat kita hidup taat dan menyenangkan Tuhan, kita akan diberkati sepanjang hidup kita. Tapi janganlah kita menyenangkan Tuhan karena mengharapkan berkat. Tapi hormatilah Tuhan karena Ia adalah yang paling utama dan menciptakan kita sebagai ciptaan yang istimewa, dan kita diciptakan untuk Tuhan.

Menyenangkan hati Tuhan :
  • Taat, tunduk, hormat pada Tuhan
  • Jadikan Tuhan tempat bergantung. Saat kita bergantung pada Allah, kita akan berbuah banyak. Namun di luar Tuhan, kita tidak dapat berbuat apa-apa
Amin, Tuhan Yesus memberkati.