Tanggal : 4 November 2018
Pembicara :Bpk. Gembala
Ayat Pokok : Matius 26:14-16

(Matius 26:14-16) Di mata Yudas, Yesus hanya dihargai 30 uang perak. Dengan menjual Yesus, Yudas menjual keselamatan dirinya. Bagi Yudas, keselamatannya hanya berharga 30 uang perak.

(Lukas 16:19-23) Orang kaya dalam kisah ini menghargai / memberi harga keselamatan dunia dengan kehidupannya.. Dengan kekayaannya, ia mampu membeli banyak hal, termasuk khotbah-khotbah dari para nabi palsu agar sesuai dengan keinginannya. Setelah ia meninggal, ternyata ia berakhir di hades, menandakan kehidupannya tidak berkenan di mata Allah

(2 Timotius 4:6, 9-10) Paulus mengajarkan kebenaran dan hidup dalam kebenaran. Paulus memberi teladan dengan hidup dalam kebenaran hingga akhir hayatnya. Namun Demas lebih mencintai dunia ini dan meninggalkan Paulus.

(Yohanes 9:1-7) Yesus mencelikkan mata orang buta dengan meludah ke tanah, mengaduknya dengan tanah dan mengoleskannya ke mata orang buta. Ludah Yesus melambahkan Firman yang keluar dari mulutnya. Tanah melambangkan manusia yang dibentuk Allah dari debu tanah. Ketika firman Allah yang disampaikan oleh Yang Diurapi menjadi Rhema, dan diterima oleh tanah hati manusia yang baik, akan membuka mata rohani.

(Matius 6:19-24) Mata adalah pelita tubuh. Jika mata kita baik, teranglah seluruh tubuh. Seberapa nilai / harga mata rohani bagi kita ? Bila kita memiliki mata rohani yang celik, kita akan mampu melihat hal-hal rohani yang kita terima. Orang yang terbuka mata rohaninya akan bertekun dalam pengajaran (Kisah Para Rasul 2:41-47).

(Yohanes 2:1-11) Pernikahan di Kana hampir berantakan ketika kehabisan anggur. Anggur melambangkan kemanisan dalam keluarga. Keluarga kita adalah anugerah Allah. Apakah kita menghargai peran kita masing-masing dalam keluarga ? Suami adalah imam dalam keluarga. Apakah sebagai suami kita menghargai / menilai tinggi peran kita sebagai imam ?

(Ayub 1:1-6) Dengan memberikan korban setiap kali anak-anaknya selesai berpesta, Ayub menggunakan kekayaannya untuk membeli keselamatan anak-anaknya. Anak-anak Ayub selalu berpesta, makan dan minum. Alkitab tidak menulis Ayub menggunakan perannya sebagai imam dalam keluarga.

(Ayub 2:9) Bagi istri Ayub, keluarga identik dengan glamor / kemewahan. Alkitab tidak mencatat istri Ayub berperan sebagai penolong bagi keluarga. Ketika Allah mengijinkan keluarga Ayub mengalami musibah, istri Ayub meninggalkan Ayub.

Bagi kita, seberapa berharga / nilai dari :
  • Keselamatan
  • Mata rohani / pengajaran
  • Keluarga
Bila kita menjunjung tinggi hal-hal itu di atas segala sesuatunya, Tuhan akan mengaruniakannya dan memberkati kita

Amin, Tuhan Yesus memberkati.



Ibadah Umum, 2 Desember 2018

Tanggal : 2 Desember 2018
Pembicara :Bpk. Gembala
Ayat Pokok : Yohanes 21:1-13

(Markus 4:1) Tuhan Yesus berbicara dengan orang banyak di tepi danau. Demikian banyaknya orang, membuat Yesus harus berbicara dari atas perahu di tepi pantai.

(Lukas 5:1-11) Di tepi pantai danau Genezaret Yesus mengajar orang banyak dari atas perahu. Orang banyak yang tidak mau beranjak dari pantai, dilambangkan dalam pelajaran Tabernakel sebagai mereka yang tinggal di pelataran, yaitu mereka yang akan masuk aniaya besar di zaman antikris (Wahyu 12:17-18). Mereka adalah orang-orang kebanyakan, bagian dari sekumpulan besar orang yang gagal masuk gereja sempurna.

Read more ...

Ibadah Umum, 25 November 2018

Tanggal : 25 November 2018
Pembicara :Pdm. Bondan Abraham
Ayat Pokok : Kejadian 6:8-22

1. Nuh
(Kejadian 6:8-22) Nuh mendapat kasih karunia dari Tuhan karena Nuh hidup benar dan tidak bercela di hadapan Tuhan. Ia hidup intim dengan Tuhan.

Pada masa Nuh, ia hidup ditengah-tengah dunia yang rusak dan penuh dengan kekerasan. Di tengah kondisi seperti itu, tentunya banyak godaan dan masalah yang dihadapi Nuh untuk tetap hidup benar di hadapan Tuhan.

Read more ...

Ibadah Pelprip, 22 November 2018

Tanggal : 22 November 2018
Pembicara : Pdm. Bondan Abraham
Ayat Pokok : Ibrani 12:12-17

Didikan dan ajaran Allah terasa terlalu berat bagi sebagian orang. Dalam menjalani pertandingan iman, kita tidak harus menjalaninya sendiri. Kita harus saling mendukung antar sesama anak Tuhan. Kita berjalan bersama saling menguatkan tangan yang lemah dan lutut yang goyah.

Komsel dan wadah-wadah diadakan dengan tujuan agar kita dapat saling menguatkan antara sesama anak Tuhan. Dalam perlombaan iman, kita tidak akan kuat berjalan sendiri. Dalam kelompok kecil, kita juga saling menajamkan dan saling mengasah (Amsal 27:17). Kita juga bertekun dalam pengajaran firman Tuhan untuk saling menguatkan, saling mendukung, mengingatkan / menegur (Kisah 2:41-42,46, Ibrani 10:24-25)

Read more ...

INFORMASI IBADAH RUTIN

KOMSEL DOA

  • Senin, 10 Des 2018 di rumah ibu Loan, Villa Melati Mas
  • Rabu, 12 Des 2018 di lobby Gereja
  • Kamis, 13 Des 2018 DILIBURKAN

NATAL KAUM WANITA

  • Selasa, 11 Des 2018 pukul 16:00 di Gereja
DOA PUASA
  • Selasa, 11 Des 2018 DILIBURKAN
IBADAH RAYON
  • Jumat,, 14 Des 2018 DILIBURKAN

NB : Untuk Alamat Lengkap Bisa dilihat di Warta Jemaat / Hubungi Sekretariat Gereja

 

 
INFORMASI TAMBAHAN

PELAYANAN SOSIAL

 

Menerima Pakaian Layak Pakai untuk disalurkan kepada yang membutuhkan. Pakaian dikumpulkan di Sekretariat. Tuhan Memberkati.