Kejadian 1:1 --> Allah menciptakan langit dan bumi dari tidak ada material sebelumnya menjadi ada. Sedangkan manusia hanya mampu menciptakan sesuatu dari material yang sudah ada sebelumnya.

Kejadian 1:3-27 --> Selama 6 hari Allah bekerja menciptakan: Terang; Cakrawala; Darat, Laut dan Tumbuhan; Benda Penerang (Matahari, Bulan, Bintang); Binatang/Hewan dan Manusia. Allah menjadikan hal-hal tersebut di atas hanya dengan berfirman, kecuali pada saat menjadikan manusia. Sebelum menciptakan manusia, Allah menciptakan segala sesuatu yang dibutuhkan manusia terlebih dahulu. Allah sudah mempersiapkan segala sesuatunya.

Matius 1:1 --> Silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham.

Abraham.
Roma 4:18 --> Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu."

Tidak ada dasar untuk berharap karena Abraham dan Sarah sudah terlalu tua untuk memiliki keturunan. Dari masa muda janji itu dijanjikan, tapi tidak kunjung datang mengapa Abraham tetap percaya?

Roma 4:17 --> Allah sanggup menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada, tetapi orang Kristen sering membuat kesalahan sbb.:

  1. Tertawa menganggap tidak mungkin seperti Abaraham dan Sarah yang sudah terlalu tua untuk memiliki keturunan (Kejadian 17:17)
  2. Kejadian 18:9-15 --> Sarah tertawa, tetapi dia masih punya iman dengan berkata “tidak ada yang mustahil bagi Allah”. Semuanya ada waktunya yang Tuhan sudah atur. Kalau kita ada masalah jangan tertawa (iman kita mulai berkurang), ingat segalanya Tuhan telah atur, semuanya ada waktunya.
  3. Kejadian 22:14 --> Abraham mempersembahkan Ishak dan ada domba untuk dipersembahkan. Di sini Abraham tidak goyah dan tertawa lagi. Allah berfirman dan Abraham melakukan segala perintah Tuhan. Kejadian 1:1 terulang lagi di sini, tiba-tiba ada anak domba yang muncul. Tetaplah berharap, sekalipun tidak masuk akal.

Daud.
1 Tawarikh 29:11-12 --> Daud menyadari bahwa apa yang dia punya berasal dari langit dan bumi. Daud rindu membangun rumah Tuhan, tetapi Tuhan tidak mengizinkannya. Tetapi Daud tidak berhenti, ia menyiapkan bahan-bahan untuk pembangunan rumah Tuhan. Daud lebih mengutamakan Tuhan.

Dalam segala kesulitan hidup, Daud selama berkuasa berhasil mengumpulkan talenta emas + perak bernilai lebih dari 1870 trilyun rupiah. Setelah memberikan persembahan ini semua, Daud tidak menjadi miskin.

Yesus.
Matius 26:36-39 --> lalu kata-Nya kepada mereka: "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku." Masalah yang sangat berat dirasakan Yesus ketika menghadapi detik-detik diri-Nya akan disalib. Bahkan dia berkata: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki." Walaupun masalah sangat berat, Yesus menuruti dan taat kehendak Bapa.

1 Korintus 13:13 --> Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.

Dari ketiga tokoh tersebut, semuanya membuktikan dan mendemonstrasikan iman, pengharapan dan kasih yang luar biasa. Kita harus tetap yakin, Allah sanggup menolong kita.

Amin.

Tuhan Yesus memberkati.



Tanggal          : 2 Agustus 2015                              
Pembicara       : Bpk. Yohanes Kuntjoro
Ayat Pokok     : Kejadian 1:1


Ibadah Umum, 9 Desember 2018

Tanggal : 9 Desember 2018
Pembicara :Bpk. Gembala
Ayat Pokok : Matius 12:43-45

Kehidupan kekristenan kita tidak boleh stagnan. Petrus pernah mengalami kegagalan karena kecewa dalam hidupnya. Namun ketika ia mau bergerak dan mengikuti perintah Tuhan, ia diberkati dengan melimpah dan jalanya tidak koyak (Lukas 5:1-11, Yohanes 21:1-3).

Mengapa akhir-akhir ini banyak orang Kristen yang mudah kecewa ? (Matius 12:43-45) Banyak orang Kristen yang rohaninya bersih tersapu dan rapi teratur, namun kosong. Saat rohani kita kosong, kondisi kita akan memburuk lebih dari sebelumnya.

Read more ...

Ibadah Umum, 2 Desember 2018

Tanggal : 2 Desember 2018
Pembicara :Bpk. Gembala
Ayat Pokok : Yohanes 21:1-13

(Markus 4:1) Tuhan Yesus berbicara dengan orang banyak di tepi danau. Demikian banyaknya orang, membuat Yesus harus berbicara dari atas perahu di tepi pantai.

(Lukas 5:1-11) Di tepi pantai danau Genezaret Yesus mengajar orang banyak dari atas perahu. Orang banyak yang tidak mau beranjak dari pantai, dilambangkan dalam pelajaran Tabernakel sebagai mereka yang tinggal di pelataran, yaitu mereka yang akan masuk aniaya besar di zaman antikris (Wahyu 12:17-18). Mereka adalah orang-orang kebanyakan, bagian dari sekumpulan besar orang yang gagal masuk gereja sempurna.

Read more ...

Ibadah Pelprip, 22 November 2018

Tanggal : 22 November 2018
Pembicara : Pdm. Bondan Abraham
Ayat Pokok : Ibrani 12:12-17

Didikan dan ajaran Allah terasa terlalu berat bagi sebagian orang. Dalam menjalani pertandingan iman, kita tidak harus menjalaninya sendiri. Kita harus saling mendukung antar sesama anak Tuhan. Kita berjalan bersama saling menguatkan tangan yang lemah dan lutut yang goyah.

Komsel dan wadah-wadah diadakan dengan tujuan agar kita dapat saling menguatkan antara sesama anak Tuhan. Dalam perlombaan iman, kita tidak akan kuat berjalan sendiri. Dalam kelompok kecil, kita juga saling menajamkan dan saling mengasah (Amsal 27:17). Kita juga bertekun dalam pengajaran firman Tuhan untuk saling menguatkan, saling mendukung, mengingatkan / menegur (Kisah 2:41-42,46, Ibrani 10:24-25)

Read more ...

INFORMASI IBADAH RUTIN

KOMSEL DOA

  • Senin, 17 Des 2018 DILIBURKAN
  • Rabu, 19 Des 2018 DILIBURKAN
  • Kamis, 20 Des 2018 DILIBURKAN

IBADAH KAUM WANITA

  • Selasa, 18 Des 2018 DILIBURKAN
DOA PUASA
  • Selasa, 18 Des 2018 DILIBURKAN
IBADAH RAYON
  • Jumat,, 21 Des 2018 DILIBURKAN

NB : Untuk Alamat Lengkap Bisa dilihat di Warta Jemaat / Hubungi Sekretariat Gereja

 

 
INFORMASI TAMBAHAN

PELAYANAN SOSIAL

 

Menerima Pakaian Layak Pakai untuk disalurkan kepada yang membutuhkan. Pakaian dikumpulkan di Sekretariat. Tuhan Memberkati.