Mazmur 126: Ketika kedahsyatan Allah dinyatakan dalam perkara besar.

Ayat 1: Keadaan orang percaya seperti orang yang bermimpi

Ayat 2: Tuhan itu melakukan perkara yang besar. Kondisi yang harus kita alami seperti ayat 1 s/d 3

Ayat 4: Pergumulan yang sangat

Pergumulan tentang pemulihan mendatangkan kemenangan melalui perjuangan.

Maleakhi 2:10-16, Kita melihat bahwa anak Tuhan menutup Mezbah Tuhan dengan rintihan, air mata, tangisan dan tidak mendapat kemenangan (ayat 13). Hal tersebut terjadi dikarenakan:

Maleakhi 3:10, Pergumulan yang tidak mendatangkan kemenangan mengalami pergumulan yang luar biasa, karena membuat Allah marah. Melanggar perintah Tuhan yaitu pernikahan yang tidak seiman, menajiskan tempat kudus Allah.

Melanggar perintah Tuhan dan tidak melahirkan keturunan Ilahi. Keturunan Ilahi dihasilkan dari pernikahan yang kudus.

Amsal 1:20-33, hikmat itu berseru di lapangan, di tembok-tembok. Sesungguhnya tidak ada kepedulian, pengertian dari anak-anak Tuhan mengakibatkan ketidak-pedulian dari Allah. Allah berseru memberikan segala sesuatu yang menjadi kebutuhan kita.

Hikmat itu Allah sendiri. Buka hati kita untuk kebenaran Firman Tuhan. Jangan mengabaikan firman Tuhan.

Ayat 24, jika menolak firman Tuhan, maka akan menuai murka Allah

Matius 10:32-33, mengakui firman Tuhan bahwa kita memiliki identitas dengan suatu kehidupan atau perbuatan.

2 Raja2 20:1-6, bahwa cucuran air mata kita tidak sia-sia, Hizkia menangis dengan sangat.

Sebelum menuai murka Allah, mari datang kepada Tuhan untuk bertobat.

Jadikan anak kita keturunan ilahi. Perbaiki hidup kita, perbaiki rumah tangga kita. Lakukan dengan segenap hati seperti Hizkia, tidak pura-pura.

Keluargaku adalah surgaku. Orang tua mempunyai tanggung jawab untuk memiliki keturunan ilahi. Dari anak-anak jadilah anak-anak keturunan ilahi. Saatnya kita menjadi seperti Hizkia

Amin.

Tuhan Yesus memberkati.



Tanggal          : 21 September 2014                               
Pembicara       : Bpk. Gembala
Ayat Pokok     : Mazmur 126:1-6


Ibadah Umum, 10 Juni 2018

Tanggal : 10 Juni 2018
Pembicara : Bpk. Gembala
Ayat Pokok : Amsal 3:1-2
Tema : Sejahtera


(Amsal 3:1-2) Panjang umur dan lanjut usia serta sejahtera akan ditambahkan kepada kita bila kita tidak melupakan ajaran Tuhan dan memelihara perintah Tuhan. Kata sejahtera dalam bahasa Ibrani tertulis Shalowm, dalam bahasa Inggris diartikan sebagai Completeness, Welfare, Health, Prosperity. Saat kita hidup sejahtera, kita akan menikmati keselamatan, kesehatan, kekayaan dan kelengkapan.

Kekayaan akan kita peroleh ketika kita memuliakan Tuhan dengan harta kita, dan dengan penghasilan pertama dari segala usaha kita (Amsal 3:9-10,16). Kesehatan akan menjadi bagian kita ketika kita hidup takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan (Amsal 3:8).

Read more ...

Ibadah Umum, 3 Juni 2018

Tanggal : 3 Juni 2018
Pembicara : Bpk. Gembala
Ayat Pokok : Matius 3:7-12


(Matius 3:7-12) Ketika Yohanes Pembaptis membaptis di sungai Yordan, ia berbicara kepada orang Farisi dan orang Saduki. Mereka adalah orang-orang yang sangat mengenal Taurat, namun tidak berbuah dalam kehidupan nyata. Yohanes berkata kapak dan alat penampi telah tersedia untuk mereka.

Apa yang disampaikan Yohanes Pembaptis, sama dengan yang disampaikan Yesus (Yohanes 15:1-6). Yesus berkata barangsiapa yang tidak tinggal di dalam Dia, akan menjadi kering, lalu dibuang dan dicampakkan ke dalam api.

Yesus juga memperingatkan kita untuk berhati-hati terhadap nabi-nabi palsu. Mereka terlihat seperti domba, padahal mereka adalah serigala yang buas. Kita dapat melihat dan mengenal mereka dari buahnya. (Matius 7:15-23)

Read more ...

Ibadah Pelprip, 24 Mei 2018

Tanggal : 24 Mei 2018
Pembicara : Bpk. Timotius Liong
Ayat Pokok : 2 Petrus 1:7
Tema : Phileo - Kasih antara Saudara Seiman

Dalam alkitab terjemahan King James Version, kasih antara saudara seiman menggunakan kata Brotherly Kindness. Sedangkan dalam bahasa Yunani menggunakan kata Philadelphian atau Phileo.

Ada empat jenis kasih dalam bahasa Yunani :
  1. Storge : Kasih antara orang tua - anak ( ada pertalian darah )
  2. Eros : Kasih antara pria dan wanita , ada unsur erotis
  3. Phileo : Kasih antara sesama manusia ( tidak ada hubungan darah )
  4. Agape : Kasih tanpa pamrih
Dalam Alkitab ditemukan kasih Phileo dan Agape

Kasih terhadap saudara-saudara / Phileo dapat didefinisikan menjadi kesalehan yang diimplementasikan kepada saudara seiman kita sebagai sesama manusia.. Ada rasa persaudaraan diantara sesama kita. Point pentingnya adalah bagaimana kasih phileo ini dapat kita terapkan, karena ini adalah salah satu langkah yang harus ditambahkan kepada iman kita. Pada akhirnya kita harus menambahkan kepada iman kita dengan kasih Agape.

Read more ...

INFORMASI IBADAH RUTIN

KOMSEL DOA

  • Senin, 18 Juni 2018 DILIBURKAN
  • Rabu, 20 Juni 2018 DILIBURKAN
  • Kamis, 21 Juni 2018 DILIBURKAN

IBADAH KAUM WANITA

  • Selasa, 19 Juni 2018 DILIBURKAN
DOA PUASA
  • Selasa,19 Juni 2018 DILIBURKAN
IBADAH RAYON
  • Jumat,, 22 Juni 2018 DILIBURKAN

NB : Untuk Alamat Lengkap Bisa dilihat di Warta Jemaat / Hubungi Sekretariat Gereja

 

 
INFORMASI TAMBAHAN

PELAYANAN SOSIAL

 

Menerima Pakaian Layak Pakai untuk disalurkan kepada yang membutuhkan. Pakaian dikumpulkan di Sekretariat. Tuhan Memberkati.