1 Korintus 2:9: Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia, semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia."

Mata dan telinga rohani kita ditutup oleh diri kita, sehingga kita menggunakan mata dan telinga jasmani kita. Pada saat kita melihat informasi di sekeliling kita, membuat kita tidak tenang dan hati ini bimbang. Sebentar akan begini, sebentar akan begitu. Di era informasi sekarang ini, anda mencari informasi apa saja itu ada di internet. Tapi biarlah kita menggunakan internet untuk hal-hal yang berkenan kepada Tuhan saja.

Kalau kita melihat berita saat ini, banyak sekali berita-berita negatif di sekeliling kita. Berita-berita tersebut yang masuk ke dalam pikiran kita. Akhirnya hati kitapun tidak akan bisa tenang dan sejahtera. Tetapi apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia, semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia. Kita harus pegang firman ini.

Kita harus percaya, mau dollar berapapun, Tuhan sudah menyediakan semua berkat bagi anak-anak Tuhan. Kita tidak perlu kuatir, yang penting fokus kita tidak lari dari pada Tuhan. Jangan kita hanya bangga dengan apa yang kita lihat dan dengar. Itu hanya fatamorgana semua. Tapi gunakan mata dan telinga rohani untuk melihat dan mendengarkan apa maunya Tuhan.

Yesaya 29:13: Jangan kita ke gereja karena suatu rutinitas. Hanya karena tidak enak kalau tidak ke gereja. Tapi biarlah kita beribadah karena kemauan yang timbul dalam hati dan pikiran kita. Kita sebagai orang Kristen - dalam 2 Korintus 5 - harus hidup karena percaya dan bukan karena melihat.

Kejadian 18:23-24: Cerita tentang Abraham yang bernegosiasi dengan Tuhan saat Sodom dan Gomora akan dihancurkan. Dalam doa kita tidak boleh mengatur Tuhan. Lebih baik kita serahkan semuanya kepada Tuhan.

Tuhan mempunyai cara untuk menjawab doa Abraham. Tuhan sangat menghargai iman Abraham, tetapi Tuhan tetap menghancurkan kota Sodom dan Gomora dengan hujan belerang.

Lot memilih Sodom dan Gomora karena menggunakan mata jasmaninya melihat bahwa Sodom dan Gomora sangat maju, berkembang dan menarik untuk dijadikan tempat tinggal. Akhirnya Lot tinggal di sana. Lot mengambil keputusan menggunakan telinga dan mata jasmani. Banyak sekarang anak-anak Tuhan hidup tidak mengandalkan Tuhan tapi mengandalkan koneksi, mengandalkan kepandaian pribadi. Janganlah kita mengandalkan koneksi, karena manusia akan lenyap. Tapi andalkanlah Tuhan yang tidak akan berubah.

Pada saat malaikat Tuhan datang menemui Lot, malaikat itu tidak menuntun Lot. Tapi malaikat itu menarik Lot dan keluarganya untuk lari naik ke gunung. Lot ditarik, karena memang pada dasarnya dia tidak ingin meninggalkan Sodom dan Gomora.

Kalau kita dituntun, itu suatu keadaan yang menyenangkan. Tapi kalau kita sampai diseret, hal tersebut sangat menyakitkan. Tapi karena Tuhan sayang kepada kita, Tuhan tidak segan-segan menyeret kita supaya kita selamat.

Hari-hari ini kita perlu berjaga-jaga, karena kehidupan kita bisa menghadapi sesuatu keadaan yang tidak pernah kita harapkan dan pikirkan. Pada saat itu terjadi kita perlu menggunakan telinga dan mata rohani kita, sehingga kita selamat.

Kejadian 3:6: Secara jasmani kelihatan baik, tetapi tidak sesuai perintah Tuhan. Karena Hawa menggunakan mata jasmani, maka dimakannya buah yang sudah dilarang oleh Tuhan.

Efesus 1:18: Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kita mengerti pengharapan yang terkandung dalam panggilanNya.

1 Samuel 17:32: Jangan tawar hati. Daud menggunakan hati rohani, sehingga ia bisa mengalahkan Goliat.

Adalkan Tuhan, jangan mengandalkan kekuatan sendiri.

Amin.

Tuhan Yesus memberkati.


 

Tanggal          : 22 Juni 2014                              
Pembicara       : Bpk. Yossy Avianto
Ayat Pokok     : 1 Korintus 2:9
Tema              : Allah Memberikan Lebih dari Yang Kita Pikirkan


Ibadah Umum, 11 Februari 2018

Tanggal : 11 Feb 2018
Pembicara : Bpk. Gembala
Ayat Pokok : Efesus 4:1-3

Paulus menasehati agar kita hidup berpadanan dengan panggilan kita, yaitu selalu lemah lembut, rendah hati dan sabar. Juga diwujudkan dalam kasih, dengan tindakan dalam hal saling membantu (Efesus 4:1-3). Setelah kita melakukannya, kita harus menjaga kesatuan roh dalam ikatan damai sejahtera

(Efesus 5:14-17) Masih banyak orang yang tertidur, bahkan mati, yaitu tidak dapat menjaga kesatuan itu sehingga terpecah-belah. Kita masing-masing harus menjaga kerohanian kita, jangan sampai tertidur, apalagi sampai mati.

Selama masih ada kesempatan, kita harus mengasuh dan merawat kesatuan Roh itu. Jangan sampai baru setelah saat kita tinggal sendiri, kita baru merindukan dan menyesali waktu yang berlalu tanpa menikmati momen yang ada (Efesus 5:22-33)

Read more ...

Ibadah Umum, 4 Februari 2018

Tanggal : 4 Feb 2018
Pembicara : Bpk. Gembala
Ayat Pokok : Efesus 4:3

(Kolose 3:14) Kasih Agape adalah pengikat yang menyempurnakan kasih dan kesatuan Roh. Di atas kehidupan kita, kasihlah yang mengikat kita dengan Allah dan dengan sesama. Kasih itu juga yang akan membawa kita kepada kesempurnaan gereja. Pikirkanlah perkara yang di atas, jangan perkara di bumi

(Yesaya 43:18) Jangan lagi mengingat-ingat hal masa lalu, karena Tuhan akan membuat sesuatu yang baru. Jangan lagi mengingat-ingat perkara yang di bumi sehingga kita tidak mengingat perkara yang di atas

(1 Samuel 17:33-37) Daud mengingat penyertaan dan pembelaan Allah ketika ia sedang menghadapi bahaya saat menggembala domba. Ia mengingat bahwa Allah selalu bekerja dan membela karena itu ia percaya Allah juga akan bekerja saat ia melawan Goliat

Read more ...

Ibadah Pelprip, 25 Januari 2018

Tanggal : 25 Jan 2018
Pembicara : Bpk. Hardi
Ayat Pokok : 1 Petrus 2:5-7
Tema : Iman

Tahapan awal untuk kita sampai kepada kasih yang sempurna adalah Iman (1 Pet 2:5-7). Definisi iman seperti dalam Ibrani 11:1 adalah Dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Beriman berarti yakin sungguh-sungguh akan hal yang kita harapkan walaupun kita tidak melihatnya.

Iman timbul dari pendengaran, pendengaran akan firman Kristus. Artinya, pada awalnya ada yang mewartakannya kepada kita. Bagi kita yang lahir dari keluarga Kristen, kita mendengar firman pada mulanya dari orang tua kita. (1 Tim 1:5) Iman yang dimiliki Timotius, menurun dari Nenek dan Ibunya. .

Read more ...

INFORMASI IBADAH RUTIN

KOMSEL DOA

  • Senin, 19 Feb 2018 di rumah Oma Anna, VMM
  • Rabu, 21 Feb 2018 di rumah ibu Jenny Wongso, Gading Serpong
  • Kamis, 22 Feb 2018 di rumah ibu Hilda, BSD, dan di rumah ibu Esther, Alam Sutera

IBADAH KAUM WANITA

  • Selasa, 20 Feb 2018 di Gereja
DOA PUASA
  • Selasa, 20 Feb 2018 di Gereja
IBADAH PELPRIP
  • Kamis,,22 Feb 2018 pkl 19:30 di ruang Tunas, Gereja
IBADAH RAYON
  • Jumat,,23 Feb 2018 pkl 19:30 di Kel. Fredy Halim, VMM
PERSEKUTUAN KELUARGA MUDA
  • Minggu,18 Feb 2018 pkl 12:15 di Gereja, Ruang Wadah
  • Tema : Pajak

NB : Untuk Alamat Lengkap Bisa dilihat di Warta Jemaat / Hubungi Sekretariat Gereja

 

 
INFORMASI TAMBAHAN

PELAYANAN SOSIAL

 

Menerima Pakaian Layak Pakai untuk disalurkan kepada yang membutuhkan. Pakaian dikumpulkan di Sekretariat. Tuhan Memberkati.