Tuhan adalah Sang Penjunan bagi kita dan kita bagaikan tanah liat yang sedang dibentukNya.

Ada proses yang harus kita (tanah liat) lalui sampai akhirnya menjadi bejana yang indah di pemandangan Tuhan (Sang Penjunan). Di tangan penjunan yang hebat, sejelek apapun bongkahan tanah liat, Ia bisa menjadikannya bejana yang sangat indah dan yang tak terpikirkan oleh orang lain. Namun semuanya itu tentu harus melalui suatu proses dan tanah liat itu mau untuk dibentuk.

Ada kalanya hidup kita seperti tanah liat yang ditekan, dipukul dan dibanting, dipotong, dikikis dalam proses pembentukan. Kita mengalami hal-hal yang tidak enak namun akhir dari semuanya itu untuk membuat kita berubah menjadi lebih baik.

Yang harus kita ingat adalah bahwa ketika tanah liat ditekan, tangan sang penjunan itu tetap melekat pada tanah liat. Begitupun dalam proses pembentukan, tangan Tuhan tidak pernah meninggalkan kita sendiri.

Walaupun ada saatnya memerlukan alat untuk mengikis bejana tanah liat, tapi alat itu dipegang oleh tangan penjunan. Dialah yang mengontrol seberapa dalam bejana itu dikikis. Begitupun terkadang kita diproses dengan alat serupa, entah melalui situasi, lingkungan atau orang-orang di sekitar kita. Namun percayalah bahwa Allah sendiri tetap mengawasi dan Dia tahu, seberapa lama dan seberapa dalam bejana hidup kita itu harus dikikis. Tuhan tetap yang memegang kendali.

Tuhan adalah Sang Penjunan yang selalu mempunyai tujuan yang indah bagi bejana bentukanNya. Banyak tokoh dalam Alkitab yang diproses dan dibentuk bagaikan tanah liat menjadi bejana yang indah, misalnya Daud, Musa dan Abraham.

Mereka itu semuanya manusia biasa, sama seperti kita. Berarti kita juga bisa. Ingat, kualitas Sang Penjunan, Tuhan kita, mampu membawa dan membentuk kita menjadi bejana yang indah di pemandanganNya.

Yang penting juga kita mau menyerahkan hidup kita sepenuhnya untuk dibentuk olehNya, seperti yang tertulis dalam Yesaya 64:8

"Tetapi sekarang, ya Tuhan, Engkaulah Bapa kami. Kamilah tanah liat dan Engkaulah yang membentuk kami, dan kami sekalian adalah buatan tanganMu".

Amin.

Tuhan Yesus memberkati.


 

Tanggal          : 12 Januari 2014                              
Pembicara       : Bpk. Howard S. Giam
Ayat Pokok     : Yeremia 18:1-6
Tema              : Penjunan dan Tanah Liat


Ibadah Umum, 7 Januari 2018

Tanggal : 7 Jan 2018
Pembicara : Bpk. Gembala
Ayat Pokok : Wahyu 7:1-8
Tema : 144.000

Kata meterai di dahi dalam Wahyu 7:1-8, bicara tentang Gereja Sempurna. Apakah 144.000 orang yang menerima meterai di dahi bangsa Israel ?

(Kej 22:17) Keturunan Abraham akan menjadi sangat banyak, seperti bintang di langit dan pasir di tepi laut. Pada mulanya, bintang di langit melambangkan bangsa Israel dan pasir di tepi laut melambangkan bangsa lain di luar Israel. (Roma 11:15-24) Penolakan bangsa Israel atas Yesus membuat mereka “diturunkan” menjadi pasir di tepi laut. Sebaliknya, kita yang percaya kepada Yesus diangkat dan berhak menerima status sebagai bintang di langit.

(Roma 11:25) Walaupun begitu, Israel tetap adalah biji mata Allah. Saat quota telah dipenuhi oleh bangsa-bangsa di luar Israel, maka bangsa Israel akan di cangkokkan kembali ke tunas zaitun yang sejati. Tapi status mereka tetap sebagai pasir di tepi laut.

Read more ...

Ibadah Tahun Baru, 1 Januari 2018

Tanggal : 1 Jan 2018
Pembicara : Bpk. Gembala
Ayat Pokok : Kej 12:1-3

(Kej 12:1-3) Janji Allah kepada Abram, menjadi rencana Allah yang besar bagi umat manusia. Selain janji, terkandung pula peringatan bagi mereka yang memberkati atau mengutuk Abram/Abraham

(Kej 15:5) Janji Allah kepada Abraham, keturunannya akan sangat banyak seperti bintang di langit. (Kej 22:17) Banyaknya keturunan Abraham juga seperti pasir di laut. Bintang di langit melambangkan orang Kristen yang bercahaya dan mendapatkan janji Allah yang disampaikan kepada Abraham.

Read more ...

Ibadah Pelprip, 11 Januari 2018

Tanggal : 11 Jan 2018
Pembicara : Bpk. Gembala
Ayat Pokok : Efesus 4:3

Berusaha memelihara kesatuan Roh, satu tubuh dan satu Roh. Kaum Pria adalah kepala / imam. Kita harus sadar dan berjaga-jaga (1 Petrus 5:8). Iblis senantiasa berjalan berkeliling mencari mangsa yang dapat ditelannya. Yesus yang duduk di sebelah kanan Allah membela anak-anakNya, hingga suatu masa ketika Ia tidak lagi membela manusia karena pilihan manusia itu sendiri.

(Efesus 6:10) Karena itu hendaklah kita kuat agar kita dapat bertahan di dalam kekuatan kuasaNya melawan tipu muslihat iblis. Iblis bekerja seperti malaikat terang. Ada kalanya iblis bekerja melalui penyampaian firman dengan memanipulasi kebenaran.

Read more ...

INFORMASI IBADAH RUTIN

KOMSEL DOA

  • Senin, 15 Jan 2018 di rumah ibu Yenny Kuntjoro, VMM
  • Rabu, 17 Jan 2018 di rumah Oma Sonya, Gading Serpong
  • Kamis, 18 Jan 2018 di rumah Ibu Hilda, BSD dan di rumah ibu Esther, Alam Sutera

IBADAH KAUM WANITA

  • Selasa, 16 Jan 2018 di Gereja
DOA PUASA
  • Selasa, 16 Jan 2018 di Gereja
IBADAH RAYON
  • Jumat,, 19 Jan 2018 di Kel. Eko Sumitro, VMM

NB : Untuk Alamat Lengkap Bisa dilihat di Warta Jemaat / Hubungi Sekretariat Gereja

 

 
INFORMASI TAMBAHAN

PELAYANAN SOSIAL

 

Menerima Pakaian Layak Pakai untuk disalurkan kepada yang membutuhkan. Pakaian dikumpulkan di Sekretariat. Tuhan Memberkati.