Yosua sama seperti Musa, memulai pelayanan di usia yang cukup lanjut. Dalam bacaan ayat pokok hari ini, Yosua diperintahkan untuk menanggalkan kasut karena tempat yang dipijaknya kudus. Hal yang sama pernah dialami oleh Musa.

Dalam kehidupan sehari-hari, menanggalkan kasut seringkali berarti saat santai. Namun dalam firman Tuhan, saat Musa dan Yosua diperintahkan menanggalkan kasut justru awal sebuah tantangan yang besar.

Kasut berbicara tentang beban-beban kita di dunia yang menghalangi kita datang kepada Tuhan. Kasut juga berfungsi melindungi tubuh kita dari ketajaman, kekotoran hidup sehari-hari. Namun Tuhan berfirman tanggalkan kasutmu, kita harus menanggalkan kenyamanan dan siap untuk menderita.

Menanggalkan kasut juga memiliki arti agar kita dapat lebih meningkatkan kepekaan kita terhadap sekitar kita. Kepedulian terhadap sesama lah yang menyebabkan hidup ini menjadi indah. Saat kita menghindari untuk peduli dengan sesama, saat itulah kita mengenakan kasut yang tebal, yang tidak sesuai kehendak Allah.

(Ibrani 12:14) Kejarlah kekudusan. Dalam kamus bahasa Indonesia , kekudusan berarti dikhususkan bagi Allah. Kekudusan bukan hasil karya manusia, melainkan anugerah Allah untuk kita. Kita tidak dapat bertemu dengan Tuhan tanpa kekudusan

Tuhan Yesus Memberkati.



Pembicara : Bpk. Munthe
Ayat Pokok : Yosua 5:13-15
Tema : Tanggalkan Kasutmu


Ibadah Umum, 9 September 2018

Tanggal : 9 September 2018
Pembicara : Bpk. Gembala
Ayat Pokok :Kejadian 4:1-5

(Kejadian 4:1-5) Ada dua jenis korban yang dipersembahkan Kain & Habel. Korban dari Kain tidak diindahkan Tuhan, sedangkan korban dari Habel diindahkan Tuhan.

Korban yang Tidak Diindahkan Tuhan

1. Ibadah yang Tidak Berkenan (Yesaya 1:10-20)
Ibadah yang tidak berkenan di hadapan Tuhan adalah ibadah yang tidak berbuah, tidak mengubah kehidupan kita. Ibadah dan korban kita akan diterima bila kita bertobat dan mau mengubah kehidupan kita menjadi berkenan di hadapan Tuhan.

Read more ...

Ibadah Umum, 2 September 2018

Tanggal : 9 September 2018
Pembicara : Bpk. Gembala
Ayat Pokok :Matius 18:18

(Kejadian 4:1-5) Habel menjadi lambang dari korban, karena Allah tidak ingin kutukan itu terus berjalan. Habel membersembahkan korban yang diindahkan Tuhan, yaitu anak sulung dari ternaknya. Anak sulung berbicara tentang korban Yesus.

Yesus telah menerima kutuk dari dosa di atas kayu salib, sehingga kita telah bebas dari kutuk akibat dosa (Galatia 3:13-14). Ketika kita percaya kepada Yesus, kita dibebaskan dari segala kutuk. Dengan kematian Yesus, hukum kutuk telah diubahkanNya menjadi hukum berkat .

Read more ...

Ibadah Pelprip, 13 September 2018

Tanggal : 9 Agustus 2018
Pembicara : Bpk. Bondan Abraham
Ayat Pokok : Ibrani 11:30-40

Yosua taat mengikuti perintah Allah mengelilingi tembok Yerikho, sehingga tembok itu runtuh (Ibr 11:30). Setelah Yosua dan bangsa Israel menang pertempuran di Yerikho dan Ai, mereka menjadi terlalu percaya diri, sehingga mereka mengambil keputusan sendiri tanpa bertanya kepada Tuhan (Yosua 9:1-15).

Dalam kehidupan kita, seringkali iman kita terganggu oleh kepercayaan tinggi yang terlalu tinggi sehingga kita lupa mengikut-sertakan Tuhan dalam keputusan kita.

Read more ...

INFORMASI IBADAH RUTIN

KOMSEL DOA

  • Senin, 17 September 2018 di rumah ibu Yunita, Villa Melati Mas
  • Rabu, 19 September 2018 di rumah ibu Lydia, Gading Serpong
  • Kamis, 20 September 2018 di rumah ibu Henny, BSD, dan di rumah ibu Dewi, Alam Sutera

IBADAH KAUM WANITA

  • Selasa, 18 September 2018 di Gereja
DOA PUASA
  • Selasa, 18 September 2018 di Gereja
IBADAH RAYON
  • Jumat,, 21 September 2018 pukul 19:30 di rumah Kel. Eko Sumitro, Villa Melati Mas

NB : Untuk Alamat Lengkap Bisa dilihat di Warta Jemaat / Hubungi Sekretariat Gereja

 

 
INFORMASI TAMBAHAN

PELAYANAN SOSIAL

 

Menerima Pakaian Layak Pakai untuk disalurkan kepada yang membutuhkan. Pakaian dikumpulkan di Sekretariat. Tuhan Memberkati.