Tanggal : 26 Okt 2017
Pembicara : Bpk. Michael Wijaya
Ayat Pokok : Kej 32:24-31
Tema : Bagaimana Kita Berubah

Perubahan adalah salah satu bagian yang dibutuhkan dalam pertumbuhan rohani kita. Kebanyakan kita berkeinginan untuk berubah, melalui buku, seminar dan banyak sarana lainnya. Itu semua baik. Namun ide-ide baru yang kita dapatkan, biasanya tidak tahan lama dalam ingatan kita.

Penyebabnya karena kita berusaha mengubah diri kita di bagian luar. Yang harus kita ubah, harus dimulai dari dalam, yaitu motif kita. Setiap perubahan yang berkelanjutan, harus dimulai dari dalam diri kita. Berikan ruang bagi Tuhan untuk turut bekerja.

Ayat hari ini menceritakan bagaimana proses ketika Allah mengubah Yakub. Yakub di masa mudanya di sebut Penipu. Namun setelah pergumulan yang merupakan titik balik dalam hidupnya, Yakub kemudian dipanggil Israel yang berarti pangeran dalam Tuhan.

Pergumulan yang terjadi antara Yakub dengan Allah melambangkan Tuhan sanggup mengubah siapapun sesuai kehendakNya.

Situasi yang menjadi tahapan dalam perubahan

1. Krisis

Ketika Tuhan ingin mengubah kita, Tuhan akan menciptakan kondisi untuk menarik perhatian kita. Salah satunya melalui krisis yang Tuhan ijinkan terjadi dalam kehidupan kita.

Manusia cenderung tidak mau berubah, apabila berada dalam kondisi nyaman. Karena itu Tuhan terkadang mengijinkan adanya guncangan dalam kehidupan kita. Ketika suatu yang menyakitkan terjadi melebihi ketakutan untuk berubah, maka manusia akan berubah

2. Komitmen

Yakub pada akhirnya diubahkan, setelah ia bertahan sampai akhir dalam pergumulan dengan Allah.

Komitmen juga dimiliki Simon Petrus ketika Tuhan meminjam perahunya setelah semalaman ia tidak mendapatkan ikan.

3. Pengakuan / Kejujuran (Confession)

Saat bergumul dengan Tuhan, Yakub menjawab dengan jujur ketika ditanya siapa namanya, walaupun namanya berkonotasi negatif karena berarti penipu

Tuhan tidak akan bekerja dalam kehidupan kita sebelum kita mengakui kesalahan kita.

4. Bekerja sama dengan Tuhan

Tuhan akan memenuhi janji-janjiNya dalam kehidupan kita, saat kita bersedia bekerja sama dengan Tuhan sehingga rencanaNya digenapi. Sampai kita menjadi manusia baru.

Amin, Tuhan Yesus memberkati



Ibadah Umum, 11 Februari 2018

Tanggal : 11 Feb 2018
Pembicara : Bpk. Gembala
Ayat Pokok : Efesus 4:1-3

Paulus menasehati agar kita hidup berpadanan dengan panggilan kita, yaitu selalu lemah lembut, rendah hati dan sabar. Juga diwujudkan dalam kasih, dengan tindakan dalam hal saling membantu (Efesus 4:1-3). Setelah kita melakukannya, kita harus menjaga kesatuan roh dalam ikatan damai sejahtera

(Efesus 5:14-17) Masih banyak orang yang tertidur, bahkan mati, yaitu tidak dapat menjaga kesatuan itu sehingga terpecah-belah. Kita masing-masing harus menjaga kerohanian kita, jangan sampai tertidur, apalagi sampai mati.

Selama masih ada kesempatan, kita harus mengasuh dan merawat kesatuan Roh itu. Jangan sampai baru setelah saat kita tinggal sendiri, kita baru merindukan dan menyesali waktu yang berlalu tanpa menikmati momen yang ada (Efesus 5:22-33)

Read more ...

Ibadah Umum, 4 Februari 2018

Tanggal : 4 Feb 2018
Pembicara : Bpk. Gembala
Ayat Pokok : Efesus 4:3

(Kolose 3:14) Kasih Agape adalah pengikat yang menyempurnakan kasih dan kesatuan Roh. Di atas kehidupan kita, kasihlah yang mengikat kita dengan Allah dan dengan sesama. Kasih itu juga yang akan membawa kita kepada kesempurnaan gereja. Pikirkanlah perkara yang di atas, jangan perkara di bumi

(Yesaya 43:18) Jangan lagi mengingat-ingat hal masa lalu, karena Tuhan akan membuat sesuatu yang baru. Jangan lagi mengingat-ingat perkara yang di bumi sehingga kita tidak mengingat perkara yang di atas

(1 Samuel 17:33-37) Daud mengingat penyertaan dan pembelaan Allah ketika ia sedang menghadapi bahaya saat menggembala domba. Ia mengingat bahwa Allah selalu bekerja dan membela karena itu ia percaya Allah juga akan bekerja saat ia melawan Goliat

Read more ...

Ibadah Pelprip, 25 Januari 2018

Tanggal : 25 Jan 2018
Pembicara : Bpk. Hardi
Ayat Pokok : 1 Petrus 2:5-7
Tema : Iman

Tahapan awal untuk kita sampai kepada kasih yang sempurna adalah Iman (1 Pet 2:5-7). Definisi iman seperti dalam Ibrani 11:1 adalah Dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Beriman berarti yakin sungguh-sungguh akan hal yang kita harapkan walaupun kita tidak melihatnya.

Iman timbul dari pendengaran, pendengaran akan firman Kristus. Artinya, pada awalnya ada yang mewartakannya kepada kita. Bagi kita yang lahir dari keluarga Kristen, kita mendengar firman pada mulanya dari orang tua kita. (1 Tim 1:5) Iman yang dimiliki Timotius, menurun dari Nenek dan Ibunya. .

Read more ...

INFORMASI IBADAH RUTIN

KOMSEL DOA

  • Senin, 19 Feb 2018 di rumah Oma Anna, VMM
  • Rabu, 21 Feb 2018 di rumah ibu Jenny Wongso, Gading Serpong
  • Kamis, 22 Feb 2018 di rumah ibu Hilda, BSD, dan di rumah ibu Esther, Alam Sutera

IBADAH KAUM WANITA

  • Selasa, 20 Feb 2018 di Gereja
DOA PUASA
  • Selasa, 20 Feb 2018 di Gereja
IBADAH PELPRIP
  • Kamis,,22 Feb 2018 pkl 19:30 di ruang Tunas, Gereja
IBADAH RAYON
  • Jumat,,23 Feb 2018 pkl 19:30 di Kel. Fredy Halim, VMM
PERSEKUTUAN KELUARGA MUDA
  • Minggu,18 Feb 2018 pkl 12:15 di Gereja, Ruang Wadah
  • Tema : Pajak

NB : Untuk Alamat Lengkap Bisa dilihat di Warta Jemaat / Hubungi Sekretariat Gereja

 

 
INFORMASI TAMBAHAN

PELAYANAN SOSIAL

 

Menerima Pakaian Layak Pakai untuk disalurkan kepada yang membutuhkan. Pakaian dikumpulkan di Sekretariat. Tuhan Memberkati.