Tanggal : 24 Juni 2018
Pembicara : Bpk. Bondan Abraham
Ayat Pokok :Efesus 4:3-6
Tema : Menjaga Kesatuan Roh

Sesuatu yang dikerjakan Roh Kudus seharusnya bersifat kekal. Namun dalam Efesus 4:3-6, Paulus menasehati jemaat di Efesus untuk berusaha memelihara kesatuan Roh. Kesatuaan Roh sebagai hasil pekerjaan Roh Kudus seharusnya bersifat kekal, namun kesatuan tersebut bisa menjadi pecah apabila setiap individu di dalamnya tidak lahir baru. Lahir baru merupakan salah satu karya keselamatan Allah.

Kita sebagai orang berdosa, berstatus terpidana dan seharusnya menerima konsekuensi maut. Ketika kita menerima dan percaya kepada Tuhan Yesus, kita dibebaskan dari hukuman (Yoh 3:18). Untuk itu kita bertobat yang dibuktikan dengan buah pertobatan dan dibaptis (Matius 3:8). Kita pun dibenarkan / dinyatakan benar (Roma 3:23-27). Setelah itu, kita diberiNya kuasa menjadi anak-anak Allah (Yoh 1:12).

Perumpamaan anak yang hilang menggambarkan situasi menusia yang kehilangan status sebagai anak Allah ketika jatuh ke dalam dosa. Namun saat anak bungsu itu kembali, Bapa menyongsongnya. Ia lalu diberikan cincin, jubah dan kasut dan statusnya dipulihkan kembali menjadi anak (Lukas 15:11-32)

Setelah status kita dikembalikan menjadi anak Allah, kita dikuduskan. Dalam perjalanan hidup kita, kita harus menjaga kekudusan itu agar tidak kembali jatuh ke dalam dosa. Kekudusan harus selalu kita kejar (Ibrani 12:14).

Untuk menjaga kekudusan dan memisahkan diri dengan dosa, kita harus hidup benar, tidak bercela dan bergaul erat dengan Allah (Kejadian 6:9). Salibkan daging kita dan hiduplah dipimpin oleh Roh. Jangan gila hormat (Galatia 5:14-16). Pisahkan diri kita dari hal-hal yang membuat roh, jiwa dan tubuh kita dapat kembali jatuh ke dalam dosa.

Kita memang telah dikuduskan dan tidak sama dengan dunia ini. Namun kita masih tinggal di dunia yang penuh dengan dosa. Agar kita tetap dapat terpisah dengan dunia, kita perlu menjaga kepenuhan dalam Roh Kudus (Yohanes 17:12-19). Karena itu kita harus terus berusaha menjaga kesatuan dalam Roh sebagai usaha nyata kita. Jaga agar Roh kita terus menyala-nyala.

Amin, Tuhan Yesus memberkati.